Author

http://www.ayudadeblogger.com/
Dalam sebuah artikel yang ditulis oleh Dr. Magomedov, asisten pada lembaga General Hygiene and Ecology (Kesehatan Umum dan Ekologi) di Daghestan State Medical Academy' dijelaskan bagaimana wudhu dapat menstimulasi/merangsang irama tubuh alami. Rangsangan ini muncul pada seluruh tubuh, khususnya pada area yang disebut Biological Active Spots (BASes) atau titik-titik aktif biologis. Menurut riset ini, BASes mirip dengan titiktitik refleksologi Cina.

Bedanya, terang Dr. Magomedov, untuk menguasai titik-titik refleksi Cina dengan tuntas paling tidak dibutuhkan waktu 15-20 tahun. Bandingkan dengan praktek wudhu yang sangat sederhana. Keutamaan lainnya, refleksologi hanya berfungsi menyembuhkan sedangkan wudhu sangat efektif mencegah masuknya bibit penyakit.

Menurut peneliti yang juga menguasai ilmu refleksologi Cina ini, 61 dari 65 titik refleks Cina adalah bagian tubuh yang dibasuh air wudhu. Lima lainnya terletak antara tumit dan lutut, di mana bagian ini juga, merupakan area wudhu yang tidak diwajibkan.

Sistem metabolisme tubuh manusia terhubung dengan jutaan syaraf yang ujungnya tersebar di sepanjang kulit. Guyuran air wudhu dalam konsep pengobatan modern adalah hidromassage alias pijat dengan memanfaatkan air sebagai media penyembuhan.

Membasuh area wajah misalnya, pijatan air akan memberi efek positif pada usus, ginjal, dan sistem saraf maupun reproduksi. Membasuh kaki kiri berefek positif pada kelenjar pituitari, otak yang mengatur fungsi-fungsi kelenjar endokrin (kelenjar yang bertugas mengatur pengeluaran hormon dan mengendalikan pertumbuhan). Di telinga terdapat ratusan titik biologis yang akan menurunkan tekanan darah dan mengurangi sakit.
Wudhu merupakan suatu bentuk ritual yang mengawali ibadah sholat yang akan dilakukan oleh para kaum muslim di seluruh dunia. Wudhu sendiri merupakan salah satu cara menyucikan diri, yang terdapat dalam kitab suci Al-quran. Wudhu dilakukan oleh kaum Muslim dengan menggunakan air suci sebagai media melakukannya. Wudhu sendiri bukan hanya sebagai sarana menyucikan diri namun memiliki manfaat yang lebih luas. Manfaat yang diperoleh tidak hanya dilihat dari segi unsur spiritualitas dan unsur keagamaan saja, namun juga manfaat yang diperoleh secara universal dari ritual wudhu itu sendiri.  
 
Mokhtar Salem dalam bukunya Prayers: a Sport for the Body and Soul (Olahraga untuk jasmani dan Rohani) menjelaskan bahwa wudhu bisa mencegah kanker kulit. Jenis kanker ini lebih banyak disebabkan oleh bahan-bahan kimia yang setiap hari menempel dan terserap oleh kulit. Cara paling efektif mengenyahkan risiko ini adalah membersihkannya secara rutin. Berwudhu lima kali sehari adalah antisipasi yang lebih dari cukup.

Menurut Salem, membasuh wajah meremajakan sel-sel kulit muka dan membantu mencegah munculnya keriput. Selain kulit, wudhu juga meremajakan selaput lendir yang menjadi gugus depan pertahanan tubuh. Peremajaan menjadi penting karena salah satu tugas utama lendir ibarat membawa contoh benda asing yang masuk kepada dua senjata pamungkas yang sudah dimiliki, manusia secara alami, yaitu limfosit T (sel T) dan limfosit B (sel B).

Keduanya bersiaga di jaringan limfoid dan sistem getah bening dan mampu menghancurkan penyusup yang berniat buruk terhadap tubuh. Bayangkan jika fungsi mereka terganggu. Sebaliknya, wudhu meningkatkan daya kerja mereka. Pintu masuk lain yang tak kalah penting adalah lubang hidung. Dalam wudhu disunatkan menghirup air dari hidung dan dikeluarkan lewat mulut. Cara ini adalah penangkal efektif ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut), TBC, dan kanker secara dini. (www.bisnis-syariah.com)
Kalau diperhatikan, anggota badan yang dibasuh ketika berWudhu adalah anggota-anggota badan yang sering terbuka. Anggota badan kita yang terbuka sangat rentan didatangi kuman, selain memang kulit kita dihuni oleh kumankuman yang normal keberadaannya, kuman-kuman yang bersifat simbiotik

mutualisme (keberadaannya membantu kulit misalnya dalam sistem pertahannan tubuh) juga kuman-kuman simbiotik komensalisme (keberadaanya tidak menimbulkan kerugian/penyakit) juga yang patogen potensial (opportunistic) (kuman yang akan menimbulkan penyakit), kuman-kuman ini yang dikenal dengan flora normal kulit.

Menurut ilmu bacteria (mikrobakteriology), 1 cm meter persegi dari kulit kita yang terbuka bisa dihinggapi lebih 5 juta bakteri yang bermacam-macam. Bakteri ini perkembangannya sangat cepat dan salah satu faktor yang paling mempengaruhi perkembangannya adalah keseimbangan asam-basa (pH). PH permukaan kulit sangat berperan dalam memproteksi tubuh dan membatasi perkembangan kuman yang akan menimbulkan penyakit.

Ketika membasuh kulit dengan air, maka keseimbangan pH dan kelembaban itu akan terkoreksi kembali dan diharapkan kembali normal. Kulit kita terdiri atas beberapa lapisan, salah satunya adalah epidermis pada lapisan terluar (yang mengadakan kontak langsung dengan lingkungan luar). Pada lapisan ini terdapat lapisan sel tanduk (stratum corneum) yang selalu mengalami deskuamasi (penggantian dan pembuangan sel-sel kulit mati pada stratum korneum) dan kadang sel-sel kulit yang mati dan mengelupas itu akan menyumbat pori-pori yang juga bermuara pada lapisan epidermis, hal inilah yg dapat menimbulkan

penyakit pada kulit. Ketika berWudhu, maka air akan membantu membuang kotoran-kotoran, sisa-sisa sel kulit mati tadi dan meminimalisir jumlah kuman pada permukaan kulit kita.

Menurut para ahli pada lembaga riset trombosis di London (Inggris), jika seseorang selalu mandi atau membasuh anggota tubuhnya, maka akan memperbaiki dan melancarkan sistem peredaran darah, air yang mengandung elektrolit-elektrolit akan membuat pembuluh-pembuluh darah mengalami vasodilatasi (pelebaran) sehinggga memperlancar peredarannya.

Juga yang lebih penting adalah efek air pada tubuh kita, yaitu meningkatkan produksi sel-sel darah putih (leukosit) yang sangat berperan penting dalam system pertahanan tubuh (immunitas). Bahkan dari bunyi gemericik air dan kesejukannya, saraf-saraf tubuh yang mengalami ketegangan akibat aktifitas sebelumnya akan mengalami relaksasi juga mengembalikan kemampuan kerja otot-otot tubuh kita.

Ketika berwudhu, kita juga dianjurkan berkumur, bersiwak (gosok gigi), membersihkan hidung, dan membersihkan sela-sela jari tangan dan kaki. Rasulullah s.a.w. pernah mengingatkan kepada umatnya :"Alangkah baiknya orang-orang yang mau menyela-nyela? Mereka bertanya: Siapa mereka wahai Rasulullah? Beliau menjawab : Mereka adalah yang mau menyela-nyela dalam wudhu dan dari makanan, dalam wudhu adalah dengan berkumur, menghisap air hidung dan menyela-nyela jari-jemari mereka pada saat berwudhu, sedangkan menyela-nyela gigi adalah membersihkannya dari bekas makanan. Sesungguhnya yang paling menjengkelkan kedua malaikat (pencatat) adalah ketika mereka melihat bekas makanan di sela-sela gigi mereka sedangkan mereka mendirikan Shalat" (H.R. Ahmad dari Abu Ayub).

Kalau kita tahu, mulut dan hidung kita ini merupakan sarang bakteri berbahaya. Bila kita tidak rajin membersihkannya bisa menimbulkan berbagai macam penyakit.

Bakteri-bakteri tersebut semakin subur oleh bekas-bekas makanan yang ada di sela-sela gigi yang tidak kita bersihkan. Penelitian pernah membuktikan bahwa 90% dari mereka yang menderita kerusakan gigi, adalah karena keteledoran dalam melakukan kebersihan mulut. Penyakit yang ditimbulkan oleh bakteri yang ada di mulut kita tidak hanya mengancam gigi dan gusi, tetapi juga mengancam sistem pencernaan kita, ini karena air liur yang kita telan berasal dari mulut.

Ada beberapa penyakit yang dapat disebabkan kurang diperhatikannya kesehatan gigi dan mulut dan efeknya adalah timbul penyakit pada organ lain, misalnya sinusitis causa kerusakan gigi (geraham atas). Akhirnya, marilah kita senantiasa menjaga kebersihan dan kesehatan badan kita dengan rajin berwudhu dengan air yang suci dan bersih, dan dengan tata cara yang benar. (Dewan Asatidz dalam www.pesantrenvirtual.com)
Air Merupakan Rahasia Kehidupan

Dalam kitab Asrar al ibadat wa Haqiqah ash Shalah, hal 16 ; Seorang ahlli makrifat berkata, " Bersuci, bisa menggunakan air yang merupakan rahasia kehidupan, yang merupakan pangkal ilmu untuk menyaksikan Tuhan Yang Maha Hidup lagi Maha Berdiri.  

Allah berfirman : dan kami turunkan dari langit air yang sangat bersih, agar Kami menghidupkan dengan air itu."(Al Furqan : 48 - 49).
 
Dan Allah Azza wa Jalla berfirman : dan Allah menurunkan kepada kalian hujan dari langit untuk menyucikan kalian dengan hujan itu dan menghilangkan dari kalian gangguan-gangguan setan". (Al Anfaal : 11)

Bisa juga menggunakan tanah yang merupakan asal kejadian manusia. Allah Azza wa Jalla berfirman : "Dari bumi (tanah) itulah Kami menjadikan kalian" (Thaha : 55),

"Lalu, jika kalian tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan tanah yang bersih
" (An Nisa : 43)

Agar engkau merenung tentang dirimu dan engkau tahu siapa yang menciptkanmu, dari apa Dia menciptakanmu, dan mengapa Dia menciptakanmu. Dengan demikian, engkau bisa menghilangkan kesombongan dari kepalamu, karena tanah merupakan asal bagi kehinaan dan kerendahan. ( Shalat Ahli Makrifat hal. 126-127)

Sambutlah Air Laksana Menyambut Rahmat Allah SWT.


Imam Ash Shadiq a.s. berkata, "Jika engkau hendak bersuci dan berWudhu, sambutlah air seperti engkau menyambut rahmat Allah". Sungguh Allah SWT telah menjadikan air sebagai kunci bagi kedekatan diri dan munajat kepada Nya serta penunjuk ke dalam pengkhidmatan kepada Nya.
Allah Azza wa Jalla berfirman : "Dan kami jadikan dari air setiap sesuatu yang hidup" (Al Anbiyaa' : 30).

Sebagaimana Dia menghidupkan setiap sesuatu nikmat dunia, demikian pula dengan karunia dan rahmatNya Dia menjadikan kehidupan hati dengan ketaatan.

Renungkanlah kejernihan, kelembutan, kebersihan, dan keberkahan air serta kelembutan percampurannya dengan setiap sesuatu dan didalam setiap sesuatu, pergunakanlah dalam menyucikan anggota-anggota tubuh yang diperintahkan oleh Allah untuk kau sucikan, penuhilah dengan adab-adabnya, baik yang fardhu maupun yang sunnah, karena didalam setiap adab itu terdapat faedah yang banyak. Jika engkau menggunakannya dengan penghormatan, maka mata air faedah-faedahnya akan terpancar bagimu dari dekat.

Kemudian bergaullah dengan makhluk Allah Ta'ala seperti percampuran air dengan segala sesuatu, seraya memberikan hak segala sesuatu, jangan berubah dari maknanya, dengan meyakini sabda Rosululloh SAW : "Perumpamaan orang Mukmin yang khusus adalah seperti air". Jadikanlah kejernihanmu bersama Allah di dalam semua ketaatanmu seperti kejernihan air ketika diturunkan dari langit, dan dinamai "yang bersih (thohuran)". Sucikanlah hatimu dengan takwa dan yakin saat menyucikan anggota-anggota tubuhmu dengan air. ( Shalat Ahli Makrifat hal. 131).

Sebuah penemuan terbaru tentang rahasia air oleh Masaru Emoto, membuktikan bahwa air memiliki "kesadaran". Ia mampu merespon kata-kata bahkan pikiran kita, baik positif maupun negatif. Ini membuktikan bahwa adanya keterkaitan yang begitu erat antara alam dan jiwa kita.


Manusia itu sendiri sebenarnya air. Pada konsep terbentukmya manusia, telur yang dibuahi 96 % nya adalah air. Setelah lahir 80 % tubuh seorang bayi adalah air. Semakin tubuh manusia berkembang, prosentase air berkurang dan menetap sampai batas 70 % ketika manusia mencapai usia dewasa. Dengan kata lain, selama ini kita hidup sebagai air. Jadi sebenarnya manusia adalah air. ( True Power of Water hal. 17 )

Sadarilah bahwa air yang begitu agung rahasianya diciptakan Allah Azza wa Jalla sebagai wasilah melalui perenungan, "menghidupkan" kejernihan, kelembutan, kesucian, keberkahan dan kelembutan percampurannya.
 Bismillahirrahma nirrahim.....
 
Tujuan diceritakannya kisah-kisah nabi dalam Al-Quran  adalah tulisan yang menarik yang patut kita ketahui, sebagai bekal pengetahuan kita. Tulisan ini saya ambil dari al-shia.org  , tempat mengkaji ilmu-ilmu keislaman.

Secara mendasar, kisah-kisah al-Quran sangat berbeda dengan kisah-kisah lainnya dari berbagai segi dan sisi. Akan tetapi, dapat dikatakan bahwa titik pembeda paling urgen antara kedua jenis kisah itu adalah tujuan yang hendak digapainya. Pada hakikatnya, tujuan itulah yang menjadi pembeda utama antara kedua jenis kisah itu. Setiap orang yang ingin menceritakan atau menulis sebuah cerita, ia pasti memiliki sebuah tujuan yang ingin dicapainya.

Sebagian orang sangat meminati seni cerita karena unsur seninya belaka. Dengan kata lain, ia menekuni bidang seni ini supaya bakat seninya bertambah maju dan berkembang pesat. Sebagian yang lain menekuni bidang seni ini dengan tujuan hanya ingin mengisi kekosongan waktunya. Dan kelompok ketiga menelusuri kehidupan seni hanya ingin mengetahui dan menukil biografi dan sejarah generasi yang telah lalu.

Ringkasnya, setiap orang menekuni seni cerita ini atas dasar faktor dan dorongan tertentu, serta ingin menggapai tujuan yang diinginkannya. Hal itu dikarenakan seni cerita memiliki daya tarik khusus yang tidak dimiliki oleh seni-seni lainnya. Al-Quran pun tidak luput dari kaidah di atas. Ia pun memiliki tujuan tertentu dalam kisah-kisah yang dipaparkannya. Yang pasti, tujuannya di balik pemaparan kisah-kisah itu tidak terlepas dari tujuan universalnya. Yaitu, hidayah dan memberikan petunjuk kepada umat manusia, mendidik mereka secara benar dalam setiap sisi kehidupan, mengadakan reformasi sosial secara mendasar, dan—akhirnya—menciptakan individu dan masyarakat yang saleh, berkepribadian Ilahi, dan beriman.

Tujuan Kisah-kisah Al-Quran


Jika kita menelaah kisah-kisah al-Quran dengan seksama, kita akan memahami bahwa dengan perantara kisah-kisah itu Allah ingin menyampaikan poin-poin penting yang dikemas dalam bentuk cerita dan kisah. Di antara tujuan-tujuan itu adalah sebagai berikut ini: 

1. Membuktikan kewahyuan al-Quran dan kebenaran missi Nabi SAWW; semua yang diembannya adalah wahyu yang turun dari Allah demi membimbing umat manusia ke jalan yang lurus. Dengan memperhatikan kecermatan dan kejujuran al-Quran dalam menukil kisah-kisah itu, kewahyuannya akan dapat dibuktikan. Al-Quran sendiri telah mengisyaratkan hal ini ketika ia menukil kisah-kisah para nabi, baik di permulaan maupun di akhir kisah. 

2. Membuktikan kesatuan agama dan akidah seluruh nabi as. Karena mereka semua datang dari Allah, pondasi dakwah mereka adalah satu dan mereka mengajak umat manusia kepada satu tujuan. Dengan mengingatkan kembali tujuan yang satu ini, di samping ingin menegaskan kesatuan akar dakwah seluruh agama dan umat manusia, alQuran juga ingin menekankan bahwa pondasi dakwah para nabi as tidak berbeda antara satu dengan lainnya. 

3. Menjelaskan kesatuan metode dan sarana para nabi as dalam berdakwah, kesatuan sikap mereka dalam menghadapi masyarakat, bagaimana sikap masyarakat dalam menanggapi ajakan mereka, dan kesamaan adat-istiadat yang berlaku di dalam masyarakat ketika mereka mulai berdakwah.
 
4. Menceritakan pertolongan-pertolongan Ilahi terhadap para nabi as dan menekankan realita bahwa peperangan ideologi itu pasti berakhir dengan kemenangan di pihak para penolong Allah. Dengan demikian, para nabi as akan semakin tegar dalam menjalankan missi mereka, dan para pengikut mereka akan lebih bersemangat untuk mengemban missi tersebut. 

5. Membenarkan kabar-kabar gembira dan peringatan-peringatan Ilahi secara nyata dengan memberikan contoh-contoh nyata tentang hal itu. Semua itu adalah suatu implementasi dari rahmat Ilahi bagi orang-orang yang taat dan azab Ilahi bagi para pembangkang. 

6. Menjelaskan rahmat dan nikmat Ilahi yang telah dicurahkan atas para nabi as sebagai hasil kedekatan hubungan mereka dengan Allah. Sebagai contoh, hal ini dapat kita temukan dalam kisah Nabi Sulaiman, Daud, Ibrahim, Isa, Zakaria, dan lain-lain. g. Mengemukakan permusuhan kuno setan terhadap umat manusia di mana ia selalu menanti kesempatan untuk menyesatkannya. Kisah Nabi Adam as adalah sebuah contoh riil untuk hal ini.

Faktor Pengulangan Kisah-kisah Al-Quran

Salah satu pembahasan penting yang mungkin sering kita pertanyakan setiap kali kita menelaah kisah-kisah al-Quran adalah mengapa sebagian kisah al-Quran diulangi dalam surah yang lain? Untuk menjawab pertanyaan itu, perlu kita perhatikan dua poin berikut ini: 

1. Tujuan yang berbeda menuntut pengulangan kisah. Setiap kisah yang disebutkan dalam sebuah surah al-Quran tentunya demi menggapai sebuah tujuan tertentu. Karena terdapat tujuan lain yang berbeda dengan tujuan tersebut, hal itu menuntut supaya kisah itu diulangi lagi di surah lain demi menggapai tujuan yang lain pula. Oleh karena itu, jika satu tujuan telah menjadi faktor untuk sebuah kisah supaya disebutkan pada sebuah surah, faktor lain yang berbeda dapat menjadi faktor tersendiri untuk kisah itu supaya disebutkan lagi di surah yang lain. 

b. Karena dakwah Islam melalui periode yang berjenjang dan berbeda-beda, dan al-Quran juga turun sesuai dengan tuntutan setiap periode dakwah itu, secara logis kisah yang terdapat di dalamnya sesuai dengan tujuan yang ingin digapai dalam setiap periode dakwah itu akan mengalami pengulangan dalam beberapa surah.
Setiap orang normal pasti buang air kecil setiap harinya. Namun, apabila lebih sering buang air kecil apalagi sampai mengganggu saat tidur, tentu ini sesuatu yang tak lazim, bisa disebabkan oleh respon normal karena kebanyakan minum atau bisa juga disebabkan oleh penyakit. Pada kesempatan ini saya akan menjelaskan cara mengobati sering buang air kecil pada anak

Uraian:
Masalah saluran kandung kemih.

Penyebab:
Tidak diketahui.

Gejala:
Sering buang air kecil. Saat anak tidak bisa menahan keinginan untuk buang air kecil, tiba-tiba celana anak sudah basah.

Investigasi:
Tidak ada diagnosis khusus.

Pengobatan Tradisional:
  • Iris 1 Lembar pepaya mentah kemudian direndam daLam arak putih selama 1 minggu. AmbiL 9 gr irisan pepaya tadi LaLu dipotong-potong dan direbus dengan air secukupnya hingga mendidih. Berikan air hasiL rebusan tadi kepada anak saat hangat-hangat kuku.
  • 10 gr ang co + 10 gr ginko biLoba (pecahkan kulit Luarnya LaLu ambiL isinya) direbus dengan 1½ geLas air hingga tersisa ½ geLas. Airnya diminumkan kepada anak saat hangat-hangat kuku. 
  • Urut sepanjang tuLang betakang anak dengan menggunakan jari teLunjuk, jari tengah, dan jan manis.
Catatan:
  • Pilih saLah satu resep dan beberapa resep yang tersedia.
  • Setiap formuLa digunakan untuk 2 kaLi proses perebusan.
  • HasiL rebusan dapat diminum saat pagi sesudah makan dan maLam har sebetum tidur.
  • Dianjurkan untuk mengurangi minuman yang menstimulasi pengeLuaran urin lebih banyak, di antaranya teh, soft drink, minuman bersoda. 
  • Ginkgo biloba atau pak ko dapat dibeli di toko obat Tionghoa.
Resep ini di ambil dari buku Prof. H. M Hembing Wijayakusuma berjudul "Tanaman Obat Untuk Penyakit Anak" halaman 13-14.

Cara mengobati penyakit kelamin (Balanitis) dengan cara tradisional adalah langkah yang aman tanpa efek samping yang aman bagi tubuh.

Uraian:
Peradangan atau infeksi pada kepala penis anak Laki-Laki atau pada ujung klitoris anak perempuan. Balanitis dapat menyerang pada semua pria semua usia terutama mereka yang tidak disunat. Beberapa penyebab terjadinya balanitis adalah adanya infeksi akibat infeksi jamur, kuman (bakteri) infeksi, iritasi kulit dan kondisi kulit tertentu.

Penyebab:
Umumnya adalah bakteri, fungi, dan mikroorganisme lainnya seperti amuba dan trichomonas. Setain itu, infeksi dapat juga disebabkan oteh zat iritan seperti bahan kimia atau bahkan juga urin.

Gejala:
Rasa sakit pada kepala penis atau ujung kiitoris yang terkadang disertai adanya Luka.

Investigasi gasi:


Pemeriksaan medis untuk mengetahui jenis organisme yang menjadi penyebabnya. Balanitis biasanya tidak serius, tetapi bisa menjadi tanda-tanda penyakit lain. Untuk itu penting untuk memeriksakan ke dokter. Penyakit ini tidak hanya menimpa pria dewasa tapi juga pada anak-anak, sehingga bila mengetahui gejala-gejala penyakit ini, segera datang ke dokter siapa tahu anak terjangkit penyakit balanitis. 

Pengobatan Tradisional:
Sebelum ke dokter anda bisa menggunakan obat tradisional untuk mengobati infeksi Kelamin (Balanitis)
  • 10 gr daun sendok + 10 gr jombang + 20 gr rambut jagung + 10 gr sambiloto direbus dengan 300 cc air hingga tersisa 150 cc. Airnya diminum saat hangat-hangat kuku.
  • 6 gr kulit pinang + 30 gr akar aLang-aLang + 15 gr krokot + 10 gr jombang + 10 gr daun sendok direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc. LaLu diminum saat hangat-hangat kuku.
Catatan: 
  • PÍLih salah satu resep dan 2 resep yang tersedia.
  • Setiap formula digunakan untuk 2 kali proses perebusan.
  • Hasil rebusan dapat diminum saat pagi sesudah makan dan malam hari sebetum tidur.
  • Dianjurkan untuk tetap berkonsultasi kepada dokter spesialis.
  • Jombang atau pu gong ying dapat dibeti di toko obat Tionghoa.
Resep ini di ambil dari buku Prof. H. M Hembing Wijayakusuma berjudul "Tanaman Obat Untuk Penyakit Anak" halaman 13-14.

Blogger Template -

Copyright 2017 Ayudadeblogger.com All Rights Reserved.