Author

http://www.ayudadeblogger.com/
Semua orang akan menjadi tua. Menurut Dr. Deepak Chopra, M.D., penulis beberapa buku tentang awet muda, antara lain Grow Younger, Live Longer, ada beberapa jenis penuaan. Ada penuaan yang bisa diubah dan penuaan yang tak bisa diubah. Yang bisa diubah adalah penuaan biologis. Yang dimaksud dengan penuaan biologis adalah seberapa baik tubuh kita berfungsi. Faktor-faktor penting yang berkaitan dengan usia biologis kita terdiri atas tekanan darah, lemak tubuh, imunitas, densitas atau kepadatan tulang, kolesterol, toleransi gula darah, kapasitas aerobik, dan kadar hormon.

Perilaku gaya hidup tertentu dapat membuat kita tetap muda secara biologis. Olahraga, mengurangi stres, dan diet dengan faktor utama nutrisi, merupakan unsur penting dalam upaya untuk tetap awet muda. Sebagian ahli gizi berpendapat, setiap kali kita makan, kita mempunyai peluang untuk memperlambat proses penuaan dengan membuat pilihan makanan yang tepat. Makanan-makanan untuk peremajaan atau awet muda mengandung nutrien-nutrien esensial yang membantu mencegah penyakit-penyakit akibat usia menua, penyakit-penyakit lain, dan tanda-tanda penuaan fisik.

Antioksidan merupakan nutrien, mineral, dan phytochemical yang sesuai namanya, memerangi proses oksidasi yang menyebabkan penuaan. Ada berbagai jenis antioksidan. itu sebabnya, para ahli menganjurkan kita mengonsumsi berbagai Jenis sumber makanan antioksidan. Kunyit merupakan salah satu makanan yang membantu kita tetap awet muda.

Bumbu masak ini sering digunakan para herbalis untuk mengatasi rasa sakit dan inflamasi, termasuk untuk mengatasi masalah-masalah liber. Kunyit mengandung sejumlah banyak antioksidan, curcumin dan antioksidan lainnya: capsaicin yang membantu menurunkan kadar kolesterol LDL, dan juga melindungi DNA dan kerusakan oksidatif. Selain untuk bumbu dalam berbagai masakan, kunyit Juga bisa ditambahkan ke dalam tumisan atau dijadikan nasi kuning.

Kunyit dan jahe merupakan anggota keluarga Zingiberaceae membantu melindungi sel-sel dan kerusakan oksidatif dan mencegah inflamasi yang dapat menyebabkan perubahan-perubahan sel kanker.

Riset menunjukkan, curcumin yang memberi warna kuning pada kunyit dapat menurunkan risiko Alzheimer dengan membatasi penimbunan protein destruktif di dalam otak, ciri utama penyakit Alzheimer. Kunyit juga dapat membantu mencegah kanker kolon dan gastric dengan memperlambat efek bakteri saluran cerna yang berbahaya dan melancarkan sistem pencernaan. Kita beruntung karena punya banyak masakan yang menggunakan kunyit dan ramuan jamu yang menggunakan kunyit.

Sajian masakan berbumbu kunyit bisa dipadukan dengan sayuran hijau seperti brokoli, kubis, kembang kol, serta kubis brussel yang mengandung sulforaphane, isothiocyanate, dan indoles (yang dapat merangsang lever untuk membuat komponen yang dapat memecah kimiawi penyebab kanker) akan sangat berkhasiat bagi tubuh.
Selama ini penyebab pasti kanker mulut belum diketahui, para ahli menyatakan bahwa hal ini disebabkan oleh konsumsi minuman keras, seks oral, merokok dan berbagai gaya hidup yang tidak sehat lainnya. Karena semua orang berisiko terhadap kanker mulut, Anda perlu waspada dan perlu mempersiapkan tindakan pencegahan.
 
Kanker mulut adalah kanker yang tumbuh dan berkembang di dalam mulut. Misalnya pada bibir, lidah, gusi, dinding mulut, serta langit-langit mulut. Kanker ini dapat menyebar secara langsung ke jaringan-jaringan di sekitar mulut atau melalui kelenjar getah bening. Di antara seluruh kasus kanker yang muncul, diperkirakan hanya terdapat dua persen kanker mulut. Karena itu, jenis kanker ini termasuk kanker yang jarang terjadi. Kanker mulut kebanyakan merupakan jenis kanker primer meski beberapa kasus kanker mulut bersifat sekunder dan tertular dari kanker pada kelenjar getah bening pada pangkal rahang

Kanker mulut bisa terjadi pada siapa saja dengan berbagai rentang usia. Penyebab utama penyakit ini yang pasti adalah kurang terjaganya kebersihan mulut dan gigi yang mengakibatkan virus kanker bisa menerobos masuk pertahanan dari air liur. Kanker mulut dapat menyulitkan Anda berbicara, menelan, mengunyah dan mengecap. , hidung, mata dan telinga.
 
Penyebab dan Faktor Risiko Kanker Mulut

Kanker mulut disebabkan oleh adanya perubahan pada perkembangan sel-sel dalam mulut atau bibir. Penyebab di balik mutasi ini belum diketahui secara pasti. Meski demikian, terdapat beberapa faktor yang dipercaya dapat memicu kemunculan kanker ini. Di antaranya adalah:
  • Mereka yang biasa mengkonsumsi rokok, dan menggunakan obat-obatan terlarang dengan cara merokok seperti ganja memilikir resiko sangat tinggi mengalami kanker. Terutama untuk mereka yang mengkonsumsi bahan-bahan aditif ini dalam porsi berlebihan sampai terjadi penumpukan toksin dan oksidan dalam mulut. Kondisi yang dikenal dengan situasi karsinogen ini akan membuat mulut menjadi habitat nyaman pertumbuhan sel kanker.h.
  • Konsumsi minuman keras secara berlebihan. 
  • Infeksi HPV (human papillomavirus). 
  • Pola makan yang buruk. 
  • Kebersihan mulut yang tidak terjaga, misalnya membiarkan gigi berlubang atau gusi yang mengalami infeksi.
Berikut adalah tanda awal kanker mulut : 

  • Adanya luka atau sakit pada wajah, leher, serta ulcus atau sariawan dalam mulut yg tidak hilang dalam waktu 2 minggu.
  • Pembengkakan, perbesaran maupun benjolan pada gusi, bibir dan bagian lain di dalam mulut.
  • Bercak putih, merah atau gelap di dalam mulut.
  • Perdarahan yg berulang dari gusi atau luka dalam mulut.
  • Rasa kebal di sekitar wajah dan mulut dan leher.
  • Gigi-gigi yang goyang tanpa penyebab yang jelas.
Berikut adalah cara mencegah kanker mulut:
  • Makanlah makanan anti kanker, The American Institute for Cancer Research merekomendasikan untuk makan banyak kacang-kacangan, buah, sayuran berdaun hijau gelap, biji rami, bawang putih, anggur, teh hijau, kedelai dan tomat untuk mencegah kanker. Diet dan pemenuhan nutrisi telah menjadi metode pencegahan kanker yang tepat. 
  • Berhenti mengkonsumsi tembakau
  • Tidak mengkonsumsi alkohol
  • Memeriksakan diri ke dokter gigi secara teratur
  • Vitamin anti-oksidan (vitamin C dan E, beta-karoten) memberikan perlindungan tambahan.
Kanker mulut memang bukan penyakit populer, namun kita tetap harus waspada dengan selalu menjaga kesehatan dan pola hidup yang sehat. Mencegah lebih baik daripada mengobati bukan?

Suatu negara yang memiliki berbagai suku bangsa dan ras berupaya keras membentuk suatu bangsa baru dengan identitas kultural yang baru pula. Hal itu dimaksudkan agar dapat bertahan lama dan mmpu mencapai tujuan.

Proses terbentuknya suatu negara terpusat modern yang penduduknya meliputi satu nasionalitas (suatu bangsa) merupakan proses pembentukan bangsa-negara. Pengertian bangsa dalam istilah satu bangsa berbeda dengan pengertian bangsa dalam istilah bangsa negara (nation-state).

Bangsa dalam bangsa-negara mencakup jumlah kelompok masyarakat (berbagai suku bangsa dan ras) yang lebih luas daripada bangsa dalam suku bangsa. Kesamaan identitas kultural dalam suku bangsa lebih sempit cakupannya daripada identitas kultural dalam bangsa-negara.

Lalu Ben Anderson, seorang ilmuwan politik dari Universitas Cornell merumuskan pengertian bangsa secara unik. .Menurut pengamatannya, bangsa merupakan komunitas politik yang dibayangkan (imagined political community) dalam wilayah yang jelas batasnya dan berdaulat.

Dikatakan sebagai komunitas politik yang dibayangkan karena bangsa yang paling kecil sekalipun para anggotanya tidak kenal satu sama lain. Dibayangkan secara terbatas karena bangsa yang paling besar sekalipun —yang penduduknya ratusan juta jiwa— mempunyai batas wiayah yang relatif jelas. Dibayangkan sebagai berdaulat karena bangsa ini berada di bawah suatu negara mempunyai kekuasaan atas seluruh wilayah dan bangsa tersebut. Akhirnya, disebut sebagai komunitas yang dibayangkan karena terlepas dari adanya kesenjangan dan penindasan, para anggota bangsa Itu selalu memandang satu sama lain sebagai saudara sebangsa dan setanah air. Perasaan sebangsa inilah yang menyebabkan berjuta-juta orang bersedia mati bagi komunitas yang dibayangkan Itu.

Sementara itu, secara umum dikenal adanya dua model proses pembentukan bangsa-negara. Pertama, model ortodoks yang bermula dari adanya suatu bangsa terlebih dahulu untuk kemudian bangsa itu membentuk satu negara tersendiri. Setelah bangsa-negara ini terbentuk, kemudian suatu rezim politik (konstitusi) dirumuskan dan ditetapkan, dan sesuai dengan pilihan rezlm politik itu, dikembangkan sejumlah bentuk partisipasi politik warga masyarakat dalam kehidupan bangsa-negara. Kedua, model mutakhir yang berawal dan adanya negara terlebih dahulu, yang terbentuk melalui proses tersendiri, sedangkan penduduknya merupakan kumpulan sejumlah kelompok suku bangsa dan ras.

Pada tingkat prkembangan tertentu, munculnya kesadaran politik di kalangan satu atau beberapa kelompok suku bangsa untuk berpartisipasi dalam proses politik akan membawa mereka kepada pertanyaan yang lebih mendasar. Pertanyaan ini berkaitan dengan pilihan rezim politik. Hal itu dipertanyakan setelah melalui proses politisasi yang secukupnya.

Suatu bangsa akan terbentuk apabila masalah-masalah bentuk partisipasi politik dan rezim politik disepakati jawabannya. Namun, pada proses politisasi yang dilakukan secara memadai, mungkin saja terdapat satu atau lebih kelompok suku bangsa yang tidak bersedia ikut serta dalam bangsa yang baru. Mungkin disebabkan ketidaksetujuan mereka terhadap pilihan bentuk-bentuk partisipasi politik dan rezim politik. Dalam situasi ini, mungkin terdapat satu atau lebih kelompok etnis yang menghendaki suatu negara sendiri atau mungkin menghendaki bentuk kompromi seperti daerah istimewa dengan hak-hak dan kewenangan khusus.

Kedua model ini berbeda dalam empat hal. Pertama, ada tidaknya perubahan unsur dalam pengelompokan masyarakat. Model ortodoks tidak mengandung perubahan unsur karena satu bangsa membentuk satu negara. Model mutakhir mengandung perubahan unsur dari banyak kelompok suku bangsa menjadi satu bangsa baru. Kedua, lamanya waktu yang diperlukan dalam proses pembentukan bangsa-negara. Model ortodoks memerlukan waktu yang singkat sebab membentuk struktur kekuasaari saja (tidak perlu membentuk identitas kultural baru), sedangkan model mutakhir memerlukan waktu yang lebih lama karena harus mencapai kesepakatan tentang identitas kultural (nasionalitas) yang baru. Ketiga, kesadaran politik dalam model ortodoks muncul setelah terbentuknya bangsa-negara, sedangkan dalam model mutakhir kesadaran politik muncul mendahului dan menjadi kondisi awal bagi terbentuknya bangsa negara. Keempat, derajat pentingnya partisipasi politik dan rezim politik. Dalam model ortodoks, partisipasi politik dan rezim politik dianggap sebagai hal yang terpisah dari proses integrasi nasional, sedangkan dalam model mutakhir kedua hal itu merupakan hal-hal yang tak terpisahkan dari proses integrasi nasional (pembentukan bangsa-negara).

Kedua model di atas sangat berguna dalam menggambarkan secara sederhana proses pembentukan bangsa-negara yang dalam kenyataan bersifat rumit. Namun, kedua model mengandung tiga kekurangan pokok. Pertama, rnemandang proses pembentukan bangsa-negara dari sudut kemajemukan suku bangsa saja. Padahal permasalahan integrasi nasional juga disebabkan dengan kemajemukan agama, ras (pribumi dan nonpribumi) dan kesenjangan sosial ekonomi. Kedua, faktor historis khususnya hal ihwal yang berkaitan dengan pengalaman penjajahan tidak dimasukan ke dalam model-model tersebut. Ketiga, dalam kenyataan tidak hanya terdapat dua model proses pembentukan bangsa-negara, tetapi juga terdapat model ketiga seperti yang dialami Indonesia berhubungan dengan proses pembentukan bangsa baru, yang mulai berlangsung jauh sebelum negara terbentuk. Dalam hal ini, satu di antaranya yang terpenting berupa Sumpah Pemuda 1928.


(Ramlan Surbakti)
Pernahkah Anda mendengar kata “Sugesti”? Saya yakin Anda sudah pernah bahkan sering mendengarnya. Dalam kamus bahasa Indonesia, sugesti selain artinya suatu saran / pendapat juga berarti suatu pengaruh yang dapat menggerakkan hati orang dan memberikan dorongan atau motivasi terhadap suatu keyakinan. Sugesti juga dapat diartikan sebagai pemberian pengaruh pandangan seseorang kepada orang lain dengan cara tertentu, sehingga orang tersebut mengikuti pandangan/ pengaruh tersebut tanpa berpikir panjang. Pada umumnya proses sugesti berlangsung dengan menggugah emosi spontan, sehingga pandangan tersebut tertanam dalam diri individu tanpa proses mengkritisi.

Namun bagaimana cara men-sugesti diri sendiri agar menjadi orang yang hebat dan sukse? Berikut ini cara yang bisa saya berikan.

Kalo menemukan sebuah kalimat yang memberi banyak inspirasi atau motivasi buat kamu, dan kamu berharap bahwa nilai-nilai dari kalimat positif itu menjadi bagian tak terpisahkan dari diri kamu, Maka kamu perlu mensugesti diri kamu dengan cara berikut ini :

1. Kamu perlu menyediakan waktu buat membaca kalimat tersebut secara perlahan (boleh dalam hati) berulang-ulang minimal 50 kali (boleh sekaligus atau diulang terus dalam satu periode waktu).

2. Ketik kalimat tersebut pada Screen Saver komputer kamu atau hape atau print dalam format yang indah, berwarna-warni, kreasikan sesuka hatimu dan tempelkan kalimat ini di meja belajar kamu, di binder atau dimana saja yang memungkinkan kamu bisa melihatnya terus menerus.

3. Setelah kalimat ini kamu rasakan meresap ke dalam hati kamu, menjadi bagian dari kepribadian kamu, ganti lagi dengan kalimat-kalimat motivasi diri lainnya.

4. Bagikan kalimat motivasi yang sudah menjadi bagian dari karakter kamu ini ke orang lain, siapa saja. Bisa melalui email, facebook, friendster, print ke bentuk kartu atau apa saja.

Secara perlahan dan pasti, Kamu bakalan ngerasain ada perubahan sikap positip dalam diri kamu. Percayalah………..
Menurut UU No. 44 tentang rumah sakit tahun 2009, rumah sakit adalah institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan gawat darurat.

Rumah sakit oleh WHO ( 1957 ) diberikan batasan yaitu suatu bahagian menyeluruh, ( Integrasi ) dari organisasi dan medis, berfungsi memberikan pelayanan kesehatan lengkap kepada masyarakat baik kuratif maupun rehabilitatif, dimana output layanannya menjangkau pelayanan keluarga dan lingkungan, rumah sakit juga merupakan pusat pelatihan tenaga kesehatan serta untuk penelitian biososial.

Sedangkan Puskesmas merupakan “Suatu unit organisasi yang bergerak dalam bidang pelayanan kesehatan yang berada di garda terdepan dan mempunyai misi sebagai pusat pengembangan pelayanan kesehatan, yang melaksanakan pembinaan dan pelayanan kesehatan secara menyeluruh dan terpadu untuk masyarakat di suatu wilayah kerja tertentu yang telah ditentukan secara mandiri dalam menentukan kegiatan pelayanan namun tidak mencakup aspek pembiayaan”.

Puskesmas merupakan unit pelayanan kesehatan yang letaknya berada paling dekat ditengah-tengah masyarakat dan mudah dijangkau dibandingkan dengan unit pelayanan kesehatan lainya (Rumah Sakit Swasta maupun Negeri). Menurut saya, fungsi PUSKESMAS adalah mengembangkan pelayanan kesehatan yang menyeluruh seiring dengan misinya. Pelayanan kesehatan tersebut harus bersifat menyeluruh atau yang disebut dengan Comprehensive Health Care Service yang meliputi aspek promotive, preventif, curative, dan rehabilitatif. Prioritas yang harus dikembangkan oleh PUSKESMAS harus diarahkan ke bentuk pelayanan kesehatan dasar (basic health care services) yang lebih mengedepankan upaya promosi dan pencegahan (public health service).

Puskesmas dan RS sama-sama memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan namun berbeda dalam hal wilayah kerja. Puskesmas mempunyai wilayah kerja sedangkan rumah sakit tidak.

Perbedaan pelayanan diantara kedua bentuk pelayanan tersebut dapat dilihat dan berbagai aspek. yaitu tempat kegiatan. jenis pasien yang dilayani, ruang lingkup pelayanan perhatian utama, dan sasaran pelayanan digambarkan dalam Gambar benikut ini:




Bila dilihat dan perbedaan diatas, perawatan kesehatan masyarakat memiliki ruang lingkup kegiatan yang Iebih luas dari pada pelayanan yang ditakukan dirumah sakit, oleh karena itu perawat kesehatan masyarakat dituntut untuk memiliki pengetahuan yang luas dalam bidang kesehatan masyarakat.
Ahli-ahli pengobatan tradisionat, apakah mereka ¡tu disebut ‘dukun’, kasepuhan’, ‘kamisepuh’ atau sesepuh seperti di Jawa, atau ‘mariang’ seperti di Kalimantan, atau ‘dukuen’ seperti di beberapa daerah di Sumatera, atau apa saja nama lainnya seharusnya tidak dianggap penipu.

Di Indonesia, ahli-ahli ini biasanya berlatih lama dengan ahli yang lebih tua sebelum mereka mulai berpraktek dan mulai diterima oleh masyarakat di tempat tersebut. Ahli-ahli pengobatan tradisional biasanya merupakan warga yang sangat dihormati dalam masyarakat mereka. Sesungguhnya lah mereka mungkin adalah orang tua yang paling dihormati dalam suatu desa. Pengetahuan mereka berbeda dengan pengetahuan seorang dokter modern, tetapi hal ini sama sekali tidak berarti bahwa pengetahuannya kurang penting. Ahli-ahli pengobatan tradisional seharusnya dihormati sebagai ‘dukun-dukun’ tradisional.

Sebaiknya petugas medís dan kader sehat berusaha bekerja sama dengan ‘dukun-dukun’ tradisional ini. Bekerja sama sangat penting. Keadaan di Jawa bisa dilihat sebagai suatu pola timbal balik. Di Jawa khususnya, bukanlah suatu hal yang aneh bila orang yang memiliki pendidikan modern selama bertahun-tahun, bahkan juga dokter-dokter, pergi ke dukun untuk jenis-jenis penyakit tertentu. Juga biasa bila seorang “dukun” pergi ke dokter kalau ia sakit parah. Ahli-ahli pengobatan tradisional dan modern di Jawa saling menghormati; setiap ahli memiliki daerah kekuasaannya sendiri, dan kedua-duanya penting dan saling mengisi.

Namun Pengobatan Tradisional kadang-kadang tidak cocok untuk mengobati penyakit kritis atau ganas. Banyak penyakit yang parah dapat diobati atau dirawat lebih baik dengan pengobatan modern daripada dengan pengobatan tradisional. Hal ini benar terutama untuk penyakit-penyakit yang begitu ganas sehingga membahayakan jiwa penderita. untuk penyakit-penyakit ini, jangan membuang waktu dengan mencoba mengobatinya dengan pengobatan tradisional lebih dahulu. Sebaiknya langsung dibawa ke kader sehat, mantri, Puskesmas, dokter atau rumah sakit.

Golongan penyakit-penyakit berbahaya ini meliputi: TBC, tetanus, radang paru-paru (pneumonia), tifus, radang usus buntu, muntaber, radang selaput otak (meningitis), demam berdarah, penyakit anjing gila (rabies), malaria, penyakit-penyakit yang disebabkan karena hubungan kelamin, demam setelah kelahiran anak dan sebagainya.

Untuk penyakit penyakit semacam ¡ni, waktu sangatlah penting. Begitu pentingnya sehingga waktu bisa menentukan hidup atau matinya penderita. Kalau ada seseorang yang mungkin menderita salah satu dan penyakit-penyakit tersebut, Iebih baik menghubungi petugas kesehatan terdekat. Janganlah membuang waktu yang berharga dengan mencoba pengobatan tradisional dahulu dan janganlah ragu-ragu; kalau pengobatan tradisional tidak manjur, mungkin obat tradisional sudah terlambat untuk bisa menyembuhkannya.

Ada suatu kecenderungan untuk menyangka bahwa gejala-gejala aneh lubang-lubang pada tubuh atau benjolan-benjolan seperti tumor di perut, misalnya, disebabkan oleh yang disebut “guna-guna”. Kader sehat bisa menjelaskannya kepada masyarakat bahwa kita tidak bisa mengetahui dengan pasti bahwa penyebabnya adalah guna-guna atau kalau obat-obatan bukan modern belum dicoba. Pada umumnya masyarakat di daerah pedesaan pun bisa mengetahui bahwa penyakit yang bisa disembuhkan dengan obat-obatan modern bukan yang disebabkan “guna-guna”.

Cerita berikut ini menggambarkan apa yang mungkin terjadi. Di suatu desa di Jawa, seorang anak muda jatuh sakit dengan gejala-gejala aneh. Karena keluarga sipenderita ini sedang memperebutkan hak tanah dengan tetangga, mereka mulai curiga bahwa ia telah menjadi korban “guna-guna”, dan akhirnya mereka minta pertolongan seorang “dukun”. “Dukun” ini berusaha tetapi kurang berhasil. Akhirnya, dengan putus asa si pendenta itu dibawa ke rumah sakit. Di rumah sakit dilakukan usaha penyembuhan dan untung sekali berhasil. Orang-orang di desa itu kemudian mengatakan bahwa pemuda itu temyata tldak dipengaruhi “guna-guna” seperti dicuriigai dulu. Kalau ia diguna-gunai, dokter di rumah sakit pasti tidak akan bisa menyembuhkannya, demikian pendapat mereka. Dalam masalah-masalah di mana orang mencurigai adanya yang disebut “guna-guna’, sebaiknya penderita dibawa kepada petugas medis terlebih dahulu. Seandainya kurang berhasil disembuhkan dengan obat-obat modern masih sempat untuk minta pertolongan seorang dukun.
Sistem Kardiovaskuler yaitu sistem peredaran darah di dalam tubuh. Sistem Kardiovaskuler terdiri dari darah, jantung dan pembuluh darah. Jantung terletak di dalam mediastinum di rongga dada. 2/3 nya terletak di bagian kiri, 1/3 nya terletak di bagian kanan dari garis tengah tubuh. Mencegah Kardiovaskuler adalah tindakan yang sangat baik daripada mengobati. Pencegahan untuk penyakit kardiovaskuler adalah dengan mengendalikan faktor-faktor risikonya. Berikut ini beberapa faktor risiko penyakit kardiovaskuler.

a. Kadar Kolesterol Tinggi

Kadar lemak kolesterol dalam darah harus dikendalikan, terutama dengan pengaturan diet menurut pola makan sehat. Sangat dianjurkan tidak banyak makan makanan yang mengandung lemak dan kalori berlebihan. Disamping itu dianjurkan untuk memilih makanan yang mengandung banyak serat, seperti buah-buahan dan sayuran. Kadang-kadang perlu juga mengonsumsi obat penurun kadar lemak darah yang sesuai dengan anjuran.

b. Kebiasaan Merokok

Merokok merupakan faktor risiko paling signifikan bagi jantung. Kebiasaan merokok dapat mempercepat proses arterosclerosis, pengerasan pada permukaan bagian dalam pembuluh darah. Asap rokok mengandung nikotin yang dapat menyebabkan kenaikan frekuensi denyut jantung dan tekanan darah. Di samping itu, asap rokok mengandung karbon monoksida (CO) yang bisa menghambat pertukaran oksigen dalam darah dan menimbulkan kerusakan jaringan pembuluh darah. Yang menjadi awal dan proses arterosclerosis.

c. Tekanan Darah Tinggi

Tekanan darah tinggi yang berlangsung dalam jangka waktu lama. menyebabkan ketegangan meningkat dalam dinding pembuluh darah. Keadaan ini bisa mempermudah timbulnya arterosclerosis. Selain itu, tekanan darah tinggi memberi beban bagi jantung, yang mengakibatkan pembengkakan jantung. Hipertensi atau darah tinggi harus segera diketahui dan dikendalikan agar tidak terjadi komplikasi terhadap organ-organ lain.

d. Diabetes Mellitus atau Kencing Manis

Penyakit ini sering diikuti merapuhnya jaringan pembuluh darah, dan lebih cepat menimbulkan arrerosclerosis pada lapisan bagian dalam pembuluh darah arien. Penyakit ini harus segera dikendalikan agar tidak terjadi komplikasi. terutama dengan cara diet menurut aturan jumlah kalori. Di samping itu, dibutuhkan obat-obat anti-diabet. Perlu diingat, penderita kencing manis sering mengalami serangan jantung pada usia muda.

e. Kegemukan atau Obesitas

Kegemukan atau kelebihan berat badan berarti persentase kadar lemak tubuh lebih besar daripada berat badan normal. Bobot tubuh yang berlebihan bisa memberi beban kerja jantung, sehingga bagian faal jantung terganggu. Kegemukan merupakan faktor kelipatan risiko terkena serangan jantung koroner. Orang gemuk memiliki risiko 2—3 kali terserang penyakit jantung koroner (PJK) dibandingkan dengan mereka yang normal. Mereka yang memilki berat badan lebih dan 120% perlu diperiksa kadar insulinnya. Hal ini disebabkan insulin yang berlebihan dalam pembuluh darah dapat meningkatkan tekanan darah.

f. Hindari Stres. 
 
Stres memang sangat sulit dihindari jika hidup di kota besar seperti Jakarta yang dikenal karena kemacetan dan kesibukannya. Saat seseorang mengalami stres, tubuhnya akan mengeluarkan hormon cortisol yang menyebabkan pembuluh darah menjadi kaku. Hormon norepinephrine akan diproduksi tubuh saat menderita stres, yang akan mengakibatkan naiknya tekanan darah. Maka, sangat baik bila Anda menghindari stres baik di kantor atau di rumah.

g. Jangan Terlalu Lama Duduk
Penelitian menyarankan duduk selama 8 jam sehari meningkatkan risiko penyakit jantung, kanker, dan diabetes sebesar 40 persen. "Usahakan jangan duduk lebih dari 4 jam, cobalah sekali-kali berdiri,” kata John Buckley, profesor ilmu olahraga terapan di Chester University. “Maksimal duduk dua jam, selingi dengan berdiri 30 menit.”

Blogger Template -

Copyright 2017 Ayudadeblogger.com All Rights Reserved.