Author

http://www.ayudadeblogger.com/
Pendahuluan

Islam adalah sistem kehidupan yang dinamis dalam menanggapi segala bentuk perubahan dan perkembangan dunia, tidak seperti agama-agama lainnya ditinggalkan pengikutnya karena tidak mampu mengikuti perkembangan zaman. Kedinamisan Islam ini disebabkan karena ajarannya yang universal dan datang dari Allah SWT Yang Maha Mengetahui serta diturunkan sebagai panduan hidup manusia hingga keakhir zaman. Itulah sebabnya ajaran Islam senantiasa akan tetap relevan sepanjang zaman, tetap dinamik mengikuti perkembangan dunia yang semakin canggih dan kompleks ini.

Maka dengan demikian Islam akan selalu berkembang menjadi satu-satunya teori alternatif dunia masa depan tentang agama dan negara yang akan menyelesaikan segala bentuk krisis dan tragedi masyarakat modern. Hanya Islamlah yang akan mampu menjawab krisis dan problem masyarakat modern hari ini dan akan datang serta membimbing mereka menuju kehidupan masyarakat ideal, yaitu masyarakat yang menjiwai semangat masyarakat yang pernah dibina Rasulullah 15 abad silam namun mampu berintegrasi dengan dunia moden dengan segala kecanggihan sains-tehnologinya.

Islam adalah sistem hidup yang akan dapat menyelesaikan segala bentuk krisis dan tragedi yang diderita dunia masa ini dengan Agenda para pemikirnya yang akan mengembangkan teori  kedepannya dengan pendekatan yang khas. Islam akan menyelesaikan problematika masyarakat modern dengan menyelesaikannya dari inti permasalahannya yang dihadapi sehingga tidak akan timbul lagi permasalahan baru diatas permasalahan lama.

Mengembangkan Terori Kedepan Dengan Mencontoh Pribadi Teladan

Islam adalah sistem kehidupan yang memiliki contoh nyata ajarannya, yaitu masyarakat yang telah dibina oleh Rasulullah di Madinah yang diwahyukan Allah. Masyarakat yang susunannya sangat indah, dibawah pimpinan dan bimbingan Nabi Muhammad Rasulullah saww. Setiap aspek kehidupannya adalah contoh tauladan manusia sepanjang masa. Jika seorang pemimpin ingin melihat contoh, maka Rasulullah Saww, Ali as, Hasan as dan Husain as adalah contoh terbaik.  Jika wanita menghendaki contoh tauladan maka Sayyidah Fatimah as adalah contohnya. Dengan mengikuti contoh-contoh terbaik seperti diatas maka agenda pengembangan teori Agama dan negara kedepannya akan menghasilkan teori yang sangat sempurna.

Islam telah memiliki contoh masyarakat ideal yang akan diciptakannya, berbeda dengan lainnya yang tidak memiliki contoh baik secara pribadi, keluarga dan masyarakat. Islam dengan ajarannya telah terbukti keunggulannya. Islam telah menciptakan dunia baru yang berlandaskan pada ajarannya yang sempurna. Tidak ada satu sistem apun yang mampu menyamai keunggulan sistem Islam, sejarah telah dan akan membuktikannya. 

Alternatif Sistem Masa Depan 

Sejarah telah membuktikan, Islam dengan ajarannya yang sempurna telah berhasil membangun sebuah masyarakat dengan peradabannya yang menjulang tinggi pada masa lalu. Islam telah menjadikan bangsa Arab yang terbelakang, terpecah belah dan tertindas menjadi bangsa besar, sebagai super power yang telah menumbangkan dua super power masa itu, Romawi dan Parsi. Islam telah merubah manusia-manusia jahiliyah penyembah berhala menjadi manusia-manusia yang bertauhid dan berperadaban, menjadi pemimpin-pemimpin besar dunia yang dikagumi hingga hari ini. Islam telah berhasil melahirkan generasi terpilih sepanjang sejarah kemanusian. Generasi-generasi yang menegakan keadilan dan kedamaian sejati serta mengahancurkan segala bentuk kezaliman. 

Jika dahulu Islam dapat melahirkan generasi-generasi agung yang berperadaban serta menguasai dunia dengan penuh kegemilangan, maka tidak mustahil Islam sekali lagi akan melahirkan generasi agung berperadaban pada abad ini yang akan menjadi pemimpin dunia. Karena sumber rujukan dan pengambilan yang telah melahirkan generasi terdahulu, yaitu Al-Qur’an dan Sunnah Rasul, tetap tersimpan hingga kini. Sumber utama inilah yang akan mencetak generasi baru pemimpin dunia.

Apalagi secara konsepsional sistem Islam adalah sistem terunggul dari pada seluruh sistem dunia masa kini. Sistem lebih unggul dari pada Sekulerisme, lebih unggul dari pada Kapitalisme-Liberalisme, lebih unggul dari pada Sosialisme-Komonisme, lebih unggul dari pada Nazisme-Fasisme, lebih unggul dari pada Humanisme, lebih unggul dari pada Nasionalisme lebih unggul dari pada semua cabang pemikiran Modernisme ataupun Post-Modernisme, Islam lebih unggul dari pada seluruh sistem dan agama-agama dunia.

Dalam dunia modern ini, Teori konsep-konsep Islam tetap relevan kedepannya dan akan menjadi jalan keluar dari segala bentuk krisis dan problema yang dihadapi dunia. Islam sekali lagi akan membuktikan keunggulan konsepnya dari seluruh sistem hidup diabad modern ini. Konsepsi Islam tidak akan pernah lapuk dimakan waktu, karena ia diturunkan untuk seluruh ummat manusia hingga akhir zaman.

Agenda Pengembangan Konsep Siyasah Diniyah ( Negara Madinah )

Ada satu konsep yang pantas dijadikan wacana pengembangan teori dan di diskusikan idealitasnya kedepan, yaitu Negara Madinah. Negara Madinah ini merupakan alternatif dalam menghadapi keganasan kapitalisme di tingkat global. 

Untuk memulai wacana tentang Negara Madinah ini, yang berbeda hampir 180 derajat dengan Negara atau Masyarakat Madani, maka perlu ada penjelasan teoritis. Dalam bukunya Ibnu Khaldun menemukan suatu tipologi negara dengan tolok ukur kekuasaan. Ia membagi negara menjadi dua kelompok yaitu:  

(1). Negara dengan ciri kekuasaan alamiah atau negara tradisional.
(2).  Negara dengan ciri kekuasaan politik atau negara modern.

Tipe negara alamiah ditandai oleh kekuasaan yang sewenang-wenang dan otoriter (despotisme) dan cenderung kepada "hukum rimba". Di sini keunggulan dan kekuatan sangat berperan. Hukum hanya dipakai untuk menjerat leher rakyat yang tertindas, sementara elit penguasa bebas melakukan dosa dan maksiat sesukanya dan prinsip keadilan diabaikan. Baik keadilan ekonomi maupun keadilan sosial-politik. Ia menyebut negara alamiah seperti ini sebagai negara yang tidak berperadaban.  

Sementara itu, tipologi negara modern yang berdasarkan kekuasaan politik dibaginya menjadi tiga macam yaitu:  (1) negara hukum atau nomokrasi Islam (siyasah diniyah), (2) negara hukum sekuler (siyasah 'aqliyah), dan (3) negara "Republik" ala Plato (siyasah madaniyah). 

Negara hukum dalam tipe yang pertama adalah suatu negara yang menjadikan syari'ah (hukum Islam) sebagai fondasinya. Malcolm H. Kerr, sebagaimana dikutip oleh Thahir Azhary, menamakannya dengan istilah nomokrasi Islam (Islamic nomocracy). Karakteristik siyasah diniyah atau Negara Hukum berdasarkan Islam menurut Ibnu Khaldun adalah negara yang berdasarkan al- Qur'an dan Sunnah, serta akal manusia yang turut juga berperan dan berfungsi dalam kehidupan negara. Akal manusia yang dimaksudkan adalah ijma' ulama dan qiyas. Sehingga Negara Nomokrasi Islam atau Negara Islam adalah Negara Ulama.  

Waqar Ahmad Husaini mencatat, nomokrasi Islam bertujuan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat universal, baik di dunia maupundi akhirat. Ahmad Husaini bahkan menggunakan istilah "Negara Syari'ah" untuk siyasah diniyah atau nomokrasi Islam. Hal ini karena hukum di dalam Islam dikenal secara yurisprudensi sebagai syariah. 

Menurut Ibnu Khaldun tipe negara yang paling baik dan ideal di antara siyasah diniyah, siyasah 'aqliyah, dan siyasah madaniyah ialah siyasah diniyah atau nomokrasi Islam. Siyasah 'aqliyah hanya mendasarkan pada hukum sebagai hasil rasio manusia tanpa mengindahkan hukum yang bersumber dari wahyu. Negara semacam ini dapat kitalihat pada negara-negara demokrasi liberal di Eropa maupun Amerika pada umumnya. Pada siyasah madaniyah (Republik ala Plato) merupakan suatu negara yang diperintah oleh segelintir golongan elit atas sebagian besar golongan budak yang tidak mempunyaihak pilih.  Negara Madani ini bisa kita lihat pada masa Demokrasi Parlementer 1950-an di bawah Soekarno.

Sedangkan tipe Negara Madinah terbaik di masa modern adalah konsep siyasah diniyah, yang pernah didirikan dan diproklamasikan oleh Hassan Turabi di Sudan, Moh Ali Jinnah di Pakistan dan S.M. Kartosoewirjo diIndonesia. Mereka mencoba mengidealisasikan Negara Madinah, bukan Negara Madani yang notabene adalah Negara Sekuler. Negara Madinah yang dibayangkan Ibnu Khaldun itu, lebih menyukai bentuk nomokrasi Islam atau dalam istilahnya siyasah diniyah sebagai "satu-satunya bentuk tata politik dan kultural yang permanen". Dalam pandangan Muslim, demikian Olivier Roy, Negara Madinah seperti itulah yang menjadi cita-cita ideal mayoritas umat Islam.

Menurut penulis, berdasarkan teori nomokrasi Islam dari Ibnu Khaldun tentang siyasah diniyah yang merupakan tipe ideal dari mulk siyasi, maka perdebatan tentang Negara Madinah itu kini ditunggu publik politik. Namun, untuk membawa wacana Negara Madinah ini ke ruang publik guna diperdebatkan secara terbuka dan fair di era KH Abdurrahman Wahid dulu hingga kini, ternyata sulit dan tergantung pada situasi, sejarah dan realitas obyektif yang mengitarinya.  

Tentu saja uraian ringkas ini belum memberikan bekas yang mendalam bagi pergulatan pemikiran politik umat manusia. Sebagai sebuah sistem politik yang bersifat partisipatif, yang mengesahkan persamaan hak di antara sesama manusia, maka demokrasi mungkin merupakan struktur "terbaik" yang pernah ada. Dan tidaklah mengherankan jika pengalaman dan eksperimen demokrasi di zaman Yunani kuno itu menjadi model ideal bagi para pemikir dan teoritikus politik di zaman modern ini. Padahal ada satu konsep lagi yang pantas dibahas idealitasnya bagi Indonesia masadepan, yaitu Negara Madinah.

Teori Ibnu Khaldun diatas agak berbeda dengan Teori Dr.Yusuf Al-Qaradhawi, namun sama-sama menekankan keutamaan hukum Islam Diatas segalanya. karyanya Fiqhud Dawlah mengatakan bahwa Negara yang dikehendaki oleh Islam adalah Negara yang berlandaskan kepada mufakat dan musyawarah bukan Negara kerajaan. Negara yang dibangun berdasarkan berbagai prinsip demokrasi yang baik, tetapi berbeda dengan demokrasi Barat , persamaan antara keduanya adalah keharusan rakyat memilih kepala Negara, rakyat tidak boleh dipaksa untuk memilih pemimpin mereka, seorang kepala Negara bertanggung jawab di hadapan wakil-wakil rakyat. Bahkan para wakil rakyat tersebut, menurut Yusuf Qaradhawi berhak memecat bila sang pemimpin melakukan hal-halyang inskonstitusional.

Disini demokrasi yang disebutkan Yusuf Al-Qaradhawi yaitu Demokrasi Primer yang terikat oleh norma-norma tertentu berbeda dengan demokrasi Liberal barat. Dalam demokrasi Primer  Rakyat bebas menentukan pilihannya, tapi tidak boleh memilih sembarang orang. Harus orang-orang yang sesuai dengan aturan dan norma-norma yang berlaku. Demikian pula pada masalah perundang-undangan. Tidak semua ketetapan yang telah disahkan oleh Parlemen dapat dibenarkan, yaitu jika undang-undang itu tidak sesuai dengan norma-norma yang berlaku. Dengan demikian, baik pada pemilihan seorang penguasa maupun pada tingkat penetapan undang-undang harus sesuai dengan norma-norma yang ada.


Daftar Pustaka

Hussaein Nashr, Sayyed, Islam and The Plight of Modern Man, London : Longman, 1975.
Bakar Almascaty, Hilmy, Generasi Penyelamat Ummah, Kuala Lumpur : Berita Publ, 1995.
Muhammad Naquib, Syed, Islam and Secularism, KualaLumpur : ABIM, 1974.
Abdul Wahab Bukhory, Syed, Islam and Modern Challenges, Madras : Dar al-Tasneef, 1966. 
Paydar, Manoucher, Legitimasi Negara Islam Problem Otoritas Syariah dan Politik Penguasa (Aspect of the Islamic State: Religious Norm and Political Realities. Yogyakarta: Fajar Pustaka Baru, 2003.
SJ, Fadil, Pasang Surut Peradaban Islam dalam Lintasan Sejarah, Malang: Uin Malang Press, 2008. 
Sejarah Islam di Afrika Selatan
            
Pada awalnya wilayah Afrika telah dihuni oleh bangsa Barbar jauh-jauh abad sebelum datangnya Islam di Afrika. Di dalam sejarah Barbar diartikan sebagai nama bangsa yag bertebaran di dataran Eropa sejak abad ke-3 M. namun sebenrnya asal mula bangsa ini adalah berasal dari asia bagian tengah khususnya Kaukasus. Pada masa itu juga kekuasaan Byzantium di Afrika yaitu Kartago berhasil dikalahkan oleh orang-orang Vandal dengan pimpinan Geiserik.
            
Pada masa Nabi Muhammad S.A.W, kontak Islam dengan wilayah Afrika pertama kali adalah ketika para sahabat hijrah ke Abisinia. Di sana mereka mendapat perlakuan yang baik dan hangat dari penguasa Abisinia yaitu Raja Najasy (Negrus). Pada masa khalifah Umar bin Khattab, panglima Amr bin ‘Ash berhasil menguasai Mesir dan mengalahkan tentara Byzantium dan kota Fustat pun menjadi ibu kota Islam pertama di Afrika. Pada masa khalifah Usman bin Affan,  ia mengirimkan Abdullah bin Sa’ad bin Abi Sarah yang kemudian bisa mengalahkan tentara Byzantium dalam peperangan di Laut Tengah.
            
Akhirnya atas permintaan dari penguasa daerah Byzantium maka diadakanlah gencatan senjata. Hal ini dimaksudkan agar semua wilayah yang telah jatuh ke tangan kaum Muslim bisa direbut kembali. Kemudian pada masa Muawiyah bin Abu Sofyan pendiri dinasti Umayyah mengutus Uqbah bin Nafi’ untuk menjadi gubernur di Afrika pada tahun 666 M, dengan beribu kota di Fustat. Pasukandari Uqbah ini telah memulihkan keadaan di daerah itu menjadi aman dan terkendali sepenuhnya. Namun setelah semuanya berjalan lancar tanpa disangka Uqbah dipecat dan digantikan oleh Abdul Muhajir maka Uqbah pun menghadap kepada Muawiyah dan memprotes pemberhentian dirinya karena ia merasa bahwa ia telah memberikan kemajuan pada kaum Muslim saat itu.
            
Saat Abdul Muhajir berkuasa di Ifriqiyah ia malah menghancurkan Kairawan yang dibentuk oleh Uqbah berikut dengan masjid yang tersohornya pula sealah itu kemudian Ia membangunnya kembali. Dia melakukan hal ini adalah bertujuan agar sejarah mencatat namanya sebagai pendiri kota dan masjid Kairawan. Di Afrika sendiri ada beberapa dinasti kecil yang memiliki andil yang cukup besar dalam perkembangan Islam kala itu.

Awal perkembangan Islam di Afrika dapat dilacak sejak abad ke-7 M ketika Nabi Muhammad SAW menyarankan sejumlah sahabat untuk menghindari penindasan kaum kafir Mekkah dengan hijrah menyebrangi Laut Merah ke Kerajaan Kristen Abisinia (saat ini Ethiopia) yang diperintah oleh al-Najashi. Dalam tradisi Islam, peristiwa ini disebut hijrah pertama. Wilayah Afrika merupakan wilayah pertama yang digunakan oleh kaum Muslimin sebagai tempat berlindung dan wilayah Afrika juga merupakan wilayah pertama penyebaran Islam di luar semenanjung Arab.
 
Pesatnya perkembangan Islam di Afrika Selatan adalah lantaran kemiskinan. Islam memberikan jawaban atas kemiskinan lewat zakat, sedekah, wakaf dan sejenisnya. Bagi masyarakat Afrika, Islam memberikan jalan keluar untuk masalah sosial. Afrika adalah negeri dengan mayoritas Kristen lantaran lama dijajah Eropa dan lantas menjadi koloni Inggris. Namun klausul tentang zakat ternyata menarik penduduk asli untuk pindah agama. Sementara bagi intelektual muda, reformasi sosial dan gaya hidup yang dianggap lebih suci merupakan faktor penentu. Tahun 1976, hanya ada sekitar 10 orang warga berkulit hitam yang beragama Islam di Soweto. Mereka dekat satu  sama lain. Beberapa warga yang memeluk Islam lantas mengubah namanya menjadi nama Islam. Hanya nama belakang saja yang dibiarkan sebagai identitas pribadi. Mereka mengindentikkan diri dengan Bilal, seorang budak yang dimerdekakan dan lantas menjadi muadzin pada zaman Rasulullah SAW. 

Sejak itu pertumbuhan Islam di Afrika Selatan sangat pesat. Sebagian besar memang kalangan muda. Mereka tertarik karena kehidupan Islam bisa membuat mereka meninggalkan kehidupan ala preman dan obat-obatan. Islam menjadi agama yang pertumbuhannya tercepat di tanah hitam itu saat ini. Mereka percaya kembali ke Islam dapat memperbaiki dekadensi moral yang melanda negerinya. Gerakan kembali ke Islam fundamental bukan cuma terjadi di Negeria tapi menyusup ke belahan bumi Afrika lainnya. Tak terkecuali Afrika Selatan. Kemerosotan ekonomi adalah faktor utama yang mendukung meruyaknya gerakan Islam fundamental di Afrika. Dengan segera gerakan yang semula berkembang di Nigeria memiliki pengikut di Ghana, Kamerun, Benin. Para pemuda menjadi pelopor kebangkitan Islam di tanah hitam. Ini sepintas mengingatkan kita pada kebangkitan Islam di Mesir saat negeri itu dipimpin Anwar Sadat dengan munculnya gerakan Ikhwanul Muslimun.

Seperti di Indonesia, gerakan konservatif atau radikal fundamental ini tentu saja berseberangan dengan kubu liberal. Afrika Selatan saat ini, setelah post-apartheid, tengah berjalan menuju demokrasi liberal. Dengan sendirinya, gerakan fundamental tidak saja berhadapan dengan pihak yang ingin meninggalkan kehidupan agama tapi juga pihak Muslim yang menempuh jalur liberal. Bagi kalangan Islam liberal, perubahan sosial harus dipertimbangkan. Pluralisme, demokrasi, keadilan sosial, dan egalitarian adalah nilai inti dari Islam. Karena itu mereka menolak gagasan kembali ke fundamentalisme. Sementara bagi kalangan konservatif tradisional, gerakan yang dilakukan kubu modernis liberal adalah sebuah konspirasi menghancurkan identitas Islam Afrika. Mereka menolak setiap gagasan berbau Barat. Demokrasi yang digaungkan adalah suara dan kepentingan Barat. Dan Afrika bukan Barat. Mereka pernah hancur karena dijajah Barat. 

Dua perkembangan Islam yang berbeda, radikal dan liberal, adalah fenomena yang terjadi  tidak saja di Afrika tapi juga Asia. Namun pertumbuhan di Afrika adalah pengulangan atas sejarah Ikhwanul Muslimun. Historia repitie. Sejarah selalu berulang. Entah apakah Islam radikal bisa mencapai posisi seperti Ikhwanul Muslimun di Mesir karena  hambatan yang mereka hadapi sangat ketat. Seperti Indonesia, Afrika Selatan adalah negeri yang sedang tumbuh. Hanya saja Indonesia lama terpuruk pada krisis ekonomi yang berkepanjangan akibat korupsi puluhan tahun. Karena itu keinginan yang tumbuh di Afrika Selatan, mengedepankan nilai Islam juga ada di Indonesia. Hanya saja pemerintah seolah keburu meredam gejolak tersebut.

Di Afrika Selatan, gerakan radikal Islam menolak disebut sebagai fundamental. Mereka lebih senang disebut Islam kaffah karena yang mereka tempuh adalah mengedepankan nilai Islam keseluruhan. Afrika adalah bangsa yang pernah dekat dengan Islam. Karena itu kembali kepada nilai-nilai spiritual yang lama hilang adalah keniscayaan. Maka mereka mengoptimalkan masjid, imam, anak muda dan seluruh komponen pendukung. Secara kuantitas, tak dapat dipastikan berapa persen pertumbuhan umat Islam di negeri Nelson Mandela itu. Itu karena peng-Islaman biasanya dilakukan secara informal. Bahkan juga tidak ada angka statistik yang jelas tentang jumlah Muslim Afrika Selatan. Hanya ada angka perkiraan kasar yang menyatakan jumlah Muslim di Soweto mencapai 10 ribu orang. Jumlah yang sama juga tumbuh di kota-kota besar lain.
Hampir 72 persen warga kulit hitam beragama Kristen. Sisanya masih menganut kepercayaan lokal. Hanya jumlah kecil yang beragama Islam, Hindu, dan Yahudi. Islam datang ke Afrika lewat pedagang Arab. Hanya saja kemudian terpinggirkan oleh gerakan misionaris. Kemudian politik apartheid juga membatasi gerak Islam untuk tumbuh. Dana dari Muslim India dan warga kulit hitam  sebetulnya sangat membantu mengurangi penduduk miskin. Hanya kemudian ada benturan di antara mereka. Warga kulit hitam menilai India rasis. Indian juga sangat radikal yang karenanya dilekatkan dengan gerakan teroris. Yang belakangan itu merujuk pada adanya warga Indian yang terlibat pemboman restoran di Cape Town.

Muslim kulit hitam menganggap dirinya lebih moderat kendati masih bersimpati dengan warga Palestina dan Afghanistan. Sedangkan kelompok Indian Muslim dianggap lebih memperhatikan politik praktis dan perkembangan dunia luar ketimbang warganya sendiri. Muslim kulit hitam pada akhirnya harus berjuang sendiri mengumpulkan dana untuk pendidikan dan kesejahteraan umat Islam. Terbukti, gerakan ini lebih menarik penduduk miskin untuk masuk Islam. Sementara warga Indian terlibat dalam aktivitas radikal yang menurut mereka bisa mengeluarkan mereka dari penghancuran Islam dengan alasan kebudayaan.

Tokoh Islam Nusantara dan Tokoh Islam Lainnya di Afrika Selatan

Lintasan sejarah tokoh yang paling terkenal di antara mereka adalah Syekh Yusuf al-Makassari, dipaparkan oleh editor buku ini. Syekh Yusuf al-Makassari, tokoh bangsawan Sulawesi Selatan ini, lahir pada tanggal 3 Juli 1626. Ibunya seorang wanita Makassar, sedangkan ayahnya seorang pedagang Arab yang bernama Abdul Khaidir. Asal usul Syekh Yusuf masih agak gelap dan perlu diteliti kembali secara lebih terperinci. Pentingnya, Syekh Yusuf berkelana di seantero dunia Islam pada zamannya, khususnya ke Mekkah untuk memperdalam pengetahuannya tentang Islam. Ia pulang ke Nusantara tahun 1672, tetapi tidak ke Sulawesi Selatan, melainkan ke Banten di mana ia menjadi mufti di bawah sultan Banten, Sultan Ageng Tirtayasa. Waktu Banten mengalami konflik dengan VOC (Belanda). Syekh Yusuf sangat giat berperang melawan VOC sehingga tahun 1683 ia dibuang ke Seilon (Sri Lanka) yang waktu itu masih dikuasai orang Belanda juga. Belanda kurang puas dengan pembuangannya ke sana karena banyak orang Nusantara singgah di Seilon waktu pergi atau pulang dari Mekkah. Ia kemudian dibuang ke Afrika Selatan dan berpulang di sana, dan dikuburkan di Zandvliet, distrik Stellenbosch yang sekarang diketahui dengan nama Macassar Duinen (Bukit Makassar).

Muslim menonjol ditemukan di banyak bidang kehidupan Afrika Selatan, terutama dalam politik di mana mereka diwakili pada semua tingkat pemerintahan. Anggota Kabinet telah memasukkan Naledi Pandor , mantan Menteri Pendidikan, dan Menteri saat ini Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, serta Surty Enver . Essop Pahad dan saudaranya Aziz Pahad . Menteri lainnya termasuk mantan Kader Asmal (Pendidikan) dan Dullah Omar [Kehakiman, Transportasi].

Selain menteri kabinet, ada sejumlah Anggota Parlemen serta anggota dewan di berbagai provinsi  Yang pertama di Cape Barat terkemuka, Ebrahim Rasool , adalah Muslim (Rasool saat ini menjabat sebagai Duta Besar Afrika Selatan untuk Amerika Serikat). Imam Hassan Salomo (Raham) adalah seorang Anggota Parlemen dari 1994 sampai kematiannya pada 2009. Selama perjuangan untuk pembebasan, Imam menemukan dirinya diminta oleh masyarakat banyak untuk berkhotbah, bahkan di gereja-gereja! Ia bergabung dengan Front Persatuan Demokrat, dilihat oleh banyak orang sebagai kedok untuk Nasional Afrika dilarang Congress (ANC). Selama tahun di pengasingan di Arab Saudi, Imam Salomo furthered pendidikan Islam, tetapi selalu tersedia untuk mencerahkan orang tentang situasi di Afrika Selatan. Imam Salomo kembali ke Afrika Selatan pada tahun 1992, dan mengambil kursi di Majelis Nasional di DPR setelah pemilihan umum demokratis pertama pada tahun 1994. Ia menjabat Parlemen sampai kematiannya pada 2009. Ismail Mahomed adalah pasca-apartheid pertama Hakim Agung Afrika Selatan.

Dalam olahraga, South Afrika paling menonjol Muslim adalah Uji kriket Hashim Amla. Dalam rugby, bakat baru Ismaeel Dollie telah datang untuk kedepan. Hazrat Sheikh Ahmed Badsha rekan adalah seorang sufi yang sangat dihormati. Ia tiba di Afrika Selatan pada tahun 1860 sebagai buruh diwajibkan dan diberikan debit terhormat oleh penguasa kolonial Inggris ketika ia ditemukan menjadi mistik. . Makamnya berada di Badsha rekan Square / Brook Street Cemetery di Durban.

Abu Bakar Effendi adalah Osmanli kadi yang dikirim pada tahun 1862 oleh Ottoman Sultan Abdülmecid saya atas permintaan dari Inggris Queen Victoria ke Tanjung Harapan , untuk mengajar dan membantu Muslim dari masyarakat Melayu Cape . Selama tinggal di Cape ia dihasilkan pada karya-karya pertama dalam sastra Afrikaans dengan karyanya dalam bahasa Arab Afrikaans , Uiteensetting van die godsdiens (bahasa Inggris: Eksposisi Agama).   

Partai Politik

Ketika pemilu demokratis pertama terjadi pada bulan April 1994 kedua pihak Muslim muncul, Partai Muslim Afrika dan Partai Islam. AMP diperebutkan Majelis Nasional maupun legislatif provinsi dan IP diperebutkan hanya legislatif Western Cape provinsi. Tidak satu pihak pun mampu mengamankan kursi di legislatif baik. Tidak ada partai Islam perwakilan diperebutkan pemilu 1999. Para Pemilu 2004 yang diperebutkan oleh AMP dan Perdamaian dan Keadilan Kongres, sekali lagi tidak berhasil.

Selain partai politik, sejumlah organisasi Islam beroperasi di Afrika Selatan, merawat berbagai aspek kehidupan Muslim. Organisasi besar termasuk Dewan Pengadilan Islam , yang kegiatannya meliputi penyediaan halal sertifikasi makanan. Para Afrika Selatan Haji dan Umrah Dewan (SAHUC) terlihat setelah kebutuhan jamaah haji Afrika Selatan dan bertanggung jawab untuk menerbitkan Haji izin. Ada ada banyak organisasi lokal lainnya yang mengurus kepentingan masyarakatnya.

Organisasi-organisasi seperti Pagad telah menerima perhatian untuk perjuangan mereka melawan momok dari premanisme dan narkoba. Pagad terdiri dari orang terutama Muslim, tetapi bergabung dengan orang-orang dari berbagai agama. Pagad, seperti namanya, itu seolah-olah dibentuk untuk memerangi tren meningkatnya premanisme dan penggunaan narkoba. Ini menjadi dikenal lebih menonjol, namun, sebagai pendukung teror perkotaan. Mereka terlibat dalam lebih dari 300 tindak kekerasan, sebagian besar yang melibatkan bahan peledak. Operasi Pagad yang banyak dihentikan setelah penangkapan dan penuntutan para pemimpinnya pada tahun 2000. Komunitas Muslim Ahmadiyah juga hadir.
Makna Sosialisasi politik  


Sosialisasi politik, merupakan proses pembentukan sikap dan orientasi politik pada anggota masyarakat. Keterlaksanaan sosialisasi politik, sangat ditentukan oleh lingkungan sosial, ekonomi, dan kebudayaan di mana seseorang/individu berada. Selain itu, juga ditentukan oleh interaksi pengalaman¬-pengalaman serta kepribadian seseorang. Sosialsiasi politik, merupakan proses yang ber¬langsung lama dan rumit yang dihasilkan dari usaha saling mempengaruhi di antara kepribadian individu dengan pengalaman-pengalaman politik yang relevan yang memberi bentuk terhadap tingkah laku politiknya. Pengetahuan, nilai-nilai, dan sikap¬-sikap yang diperoleh seseorang itu membentuk satu persepsi, melalui mana individu menerima rangsangan-rangsangan politik. Tingkah laku politik seseorang berkembang secara berangsur-angsur. Jadi, sosialisasi politik adalah proses dengan mana individu-individu dapat memperoleh pengetahuan, nilai-nilai, dan sikap-sikap terhadap sistem politik masyarakatnya.

Sedangkan menurut Rush & Althoff menjelaskan bahwa sosialisasi politik merupakan suatu proses bagaimana memperkenalkan sistem politik pada seseorang, dan bagaimana orang tersebut menentukan tanggapan dan reaksi-reaksinya terhadap gejala-gejala politik. Sosialisasi politik ditentukan oleh lingkungan sosial, ekonomi, dan kebudayaan di mana individu berada; selain itu juga ditentukan oleh interaksi pengalaman-pengalaman serta kepribadiannya.  

Studi tentang sosialisasi politik menjadi kajian yang sangat menarik akhir-akhir ini. Ada dua alasan yang melatar belakangi sehingga sosialisasi politik menjadi kajian tersendiri dalam politik kenegaraan. Pertama, sosialisasi politik dapat berfungsi untuk memelihara agar suatu sistem berjalan dengan baik dan positif. Dengan demikian, sosialisasi merupakan alat agar individu sadar dan merasa cocok dengan sistem serta kultur (budaya) politik yang ada. Kedua, sosialisasi politik  ingin menunjukkan relevansinya dengan sistem politik dan pelaksanaannya di masa mendatang mengenai sistem politik.

Proses dan Metode Sosialisasi Politik

Perkembangan sosiologi politik diawali pada masa kanak-kanak atau remaja. Hasil riset David Easton dan Robert Hess mengemukakan bahwa di Amerika Serikat, belajar politik dimulai pada usia tiga tahun dan menjadi mantap pada usia tujuh tahun. Tahap lebih awal dari belajar politik mencakup perkembangan dari ikatan-ikatan lingkungan,, seperti "keterikatan kepada sekolah-sekolah mereka", bahwa mereka berdiam di suatu daerah tertentu. Anak muda itu mempunyai kepercayaan pada keindahan negerinva, kebaikan serta kebersihan rakyatnya. Manifestasi ini diikuti oleh simbol-simbol otoritas umum, seperti agen polisi, presiden, dan bendera nasional. Pada usia sembilan dan sepuluh tahun timbul kesadaran akan konsep yang lebih abstrak, seperti pemberian suara, demokrasi, kebebasan sipil, dan peranan warga negara dalam sistem politik.  

Peranan keluarga dalam sosialisasi politik sangat penting. Menurut Easton dan Hess, anak-anak mempunyai gambaran yang sama mengenai ayahnya dan presiden selama bertahun-tahun di sekolah awal. Keduanya dianggap sebagai tokoh kekuasaan. Easton dan Dennis mengutarakan ada 4 (empat) tahap dalam proses sosialisasi politik dari anak,  yaitu sebagai berikut.

1. Pengenalan otoritas melalui individu tertentu, seperti orang tua anak, presiden dan polisi. 
2. Perkembangan pembedaan antara otoritas internal dan yang ekternal, yaitu antara pejabat swasta dan pejabat pemerintah.  
3. Pengenalan mengenai institusi-institusi politik yang impersonal, seperti kongres (parlemen), mahkamah agung, dan pemungutan suara (pemilu).  
4. Perkembangan pembedaan antara institusi-institusi politik dan mereka yang terlibat dalam aktivitas yang diasosiasikan dengan institusi-institusi ini.

Menurut Rush dan Althoff Metode Sosialisasi Politik ada tiga yaitu: 

1. Imitasi
Imitasi merupakan Peniruan terhadap tingkah laku individu-individu lain. Imitasi penting dalam sosialisasi masa kanak-kanak. Pada remaja dan dewasa, imitasi lebih banyakbercampur dengan kedua mekanisme lainnya, sehingga satu derajat peniruannya terdapat pula pada instruksi mupun motivasi. 

2. Instruksi
Instruksi merupakan peristiwa penjelasan diri seseornag dengan sengaja dapat ditempatkan dalam suatu situasi yang intruktif sifatnya. 

3. Motivasi
Motivasi merupakan proses sosialisasi yang berkaitan dengan pengalaman individu.   

Jika imitasi dan instruksi merupakan tipe khusus dari pengalaman, sementara motivasi lebih banyak diidentifikasikan dengan pengalaman pada umumnya. Sosialisasi politik yang selanjutnya akan mempengaruhi pembentukan jati diri politik pada seseorang dapat terjadi melalui cara langsung dan tidak langsung. Proses tidak langsung meliputi berbagai bentuk proses sosialisasi yang pada dasarnya tidak bersifat politik tetapi dikemudian hari berpengatuh terhadap pembentukan jati diri atau kepribadian politik. Sosialisasi politik langsung menunjuk pada proses-proses pengoperan atau pembnetukan orientasi-orientasi yang di dalam bentuk dan isinya bersifat politik.

Proses sosialisasi politik tidak langsung meliputi metode berikut:

1. Pengoperasian Interpersonal
Mengasumsikan bahwa anak mengalami proses sosialisasi politik secara eksplisitdalam keadaan sudah memiliki sejumlah pengalaman dalam hubungna-hubungan dan pemuasan-pemuasan interpersonal.

2. Magang
Metode belajat magang ini terjadi katrna perilau dan pengalaman-pengalaman yang diperoleh di dalam situasi-situasi non politik memberikan keahlian-keahlian dan nilai-nilai yang pada saatnya dipergunakan secara khusus di dalam konteks yang lebih bersifat politik.

3. Generalisasi
Terjadi karena nilai-nilai social diperlakukan bagi bjek-objek politik yang lebih spesifik dan dengan demikian membentuk sikap-sikap politik terentu.

Proses sosialisasi langsung terjadi melalui:

1. Imitasi
Merupakan mode sosiaisasi yang paling ekstensif dan banyak dialami anak sepanjang perjalanan hidup mereka. Imitasi dapat dilakukan secara sadar dan secara tidak sadar.

2. Sosialisasi Politik Antisipatoris
Dilakukan untuk mengantisipasi peranan-peranan politik yang diinginkan atau akan diemban oleh actor. Orang yang berharap suatu ketika menjalani pekerjaan-pekerjaan professional atau posisi social yang tinggi biasanya sejak dini sudah mulai mengoper nilai-nilai dan pola-pola perilaku yang berkaitan dengan peranan-peranan tersebut.

3. Pendidikan Politik
Inisiatif mengoper orientasi-orientasi politik dilakukan oleh “socialiers” daripada oleh individu yang disosialisasi. Pendidikan politik dapat dilakukan di keluarga, sekolah, lembaga-lembaga politik atau pemerintah dan berbagai kelompok dan organisasi yang tidak terhitung jumlahnya. Pendidikan politik sangat penting bagi kelestarian suatu system politik. Di satu pihak, warga Negara memerukan informasi minimaltentang hak-hak dan kewajiban yang mereka mliki untuk dapat memasuki arena kehidupan politik. Di lain pihak, warga Negara juga harus memperoleh pengetahuan mengenai seberapa jauh hak-hak mereka telah dipenuhi oleh pemerintah dan jika hal ini terjadi, stabilitas politik pemerintahan dapat terpelihara.

4. Pengalaman Politik
Kebanyakan dari apa yang oleh seseorang diketahui dan diyakini sebagai politik pada kenyataannya berasal dari pengamatan-pengamatan dan pengalamn-pengalamannya didalam proses politik.

Agen-Agen sosialisasi politik

Adapun sarana alat yang dapat dijadikan sebagai perantara/sarana dalam sosialisasi politik, antara lain :

1. Keluarga
Wadah penanaman (sosialisasi) nilai-nilai politik yang paling efisien dan efektif adalah keluarga, orang tua dan anak sering melakukan obrolan ringan tentang segala hal yang menyangkut politik sehingga tanpa disadari terjadi transfer pengetahuan dan nilai-nilai politik tertentu yang diserap oleh si anak.

2. Sekolah
Di sekolah melalui pelajaran civis education (pendidikan kewarganegaraan), siswa dan gurunya saling bertukar informasi dan berinteraksi dalam membahas topik-topik tertentu yang mengandung nilai-nilai politik, teoritis dan praktis. Dengan demikian siswa telah memperoleh pengetahuan awal tentang kehidupan berpolitik secara dini dan nilai-nilai politik yang benar dari sudut pandang akademis.

3. Partai politik
Sosialisasi politik disini dimaksudkan sebagai proses pembentukan sikap dan orientasi politik para anggota masyarakat. Melalui proses sosialisasi politik para anggota masyarakat memperoleh sikap dan orientasi terhadap kehidupan politik yang berlangsung dalam masyarakat dan berlangsung seumur hidup yang diperoleh secara sengaja melalui pendidikan formal maupun secara tidak sengaja melalui kontak dan pengalaman sehari-hari. Partai politik melakukan pendidikan politik melalui kegiatan kursus, latihan kepemimpinan, diskusi dan keikutsertaan dalam berbagai forum pertemuan untuk menyebarkan nilai dan simbol yang dianggap ideal dan baik.

Selain melalui keluarga, sekolah dan partai politik, sosialisasi politik juga dapat dilakukan melalui peristiwa sejarah yang telah berlangsung (pengalaman toko-toko politik yang telah tiada). Melalui seminar, dialog, debat dan sebagainya yang disiarkan ke masyarakat toko-toko politik juga secara tidak langsung melakukan sosialisasi politik.  

Apabila sosialisasi politik bisa dilaksanakan dengan baik melalui berbagai sarana yang ada, maka masyarakat dalam kehidupan politik kenegaraan sebagai satu sistem akan melahirkan budaya politik yang bertanggung jawab. Masyarakat sesuai dengan hak dan kewajibannya, dasar kesadaran politik yang baik dan tinggi. Tolok ukur keberhasilan sosialisasi politik terletak pada sejauh mana pendidikan politik yang telah dilakukan (melalui berbagai sarana), sehingga menghasilkan masyarakat yang mempunyai kesadaran dan budaya politik etis dan normatif dalam mewujudkan partisipasi politiknya.

Sosialisasi Politik dan Perubahan


Sifat sosialisasi politik yang bervariasi menurut waktu serta yang selalu menyesuaikan dengan lingkungan yang memberinya kontribusi, berkaitan dengan sifat dari pemerintahan dan derajat serta sifat dari perubahan. Semakin stabil pemerintahan, semakin terperinci agensi-agensi utama dari sosialisasi politik Sebaliknya, semakin besar derajat perubahan dalam satu pemerintahan non totaliter, akan semakin tersebarlah agensi-agensi utama dari sosialisasi politik. Semakin totaliter sifat perubahan politik, semakin kecil jumlah agensi-agensi utama dari sosialisasi politik itu.

Dalam The Civic Culture, Almond dan Verba mengemukakan hasil survei silang mengenai kebudayaan politik. Penelitian mereka menyimpul¬kan bahwa masing-masing kelima negara yang ditelitinya, Amerika Serikat, Inggris, Jerman, Italia, dan Meksiko, mempunyai kebudayaan politik tersendiri. Amerika dan Inggris dicirikan oleh penerimaan secara umum terhadap sistem politik, oleh suatu tingkatan partisipasi politik yang cukup tinggi dan oleh satu perasaan yang meluas di kalangan para responden bahwa mereka dapat mempengaruhi peristiwa-peristiwa sampai pada satu taraf tertentu.  

Tekanan lebih besar diletakkan orang-orang Amerika pada masalah partisipasi, sedangkan orang Inggris memperlihatkan rasa hormat yang lebih besar terhadap pemerintahan mereka. Kebudayaan politik dari Jerman ditandai oleh satu derajat sikap yang tidak terpengaruh oleh sistem dan sikap yang lebih pasif terhadap partisipasinya. Meskipun demikian, para respondennya merasa mampu untuk mempengaruhi peristiwa-peristiwa tersebut. Sedangkan di Meksiko merupakan bentuk campuran antara penerimaan terhadap teori politik dan keterasingan dari substansinya.

Suatu faktor kunci di dalam konsep kebudayaan politik adalah legitimasi, sejauh mana suatu sistem politik dapat diterima oleh masyarakat. Legitimasi itu dapat meluas sampai pada banyak aspek dari sistem politik atau dapat dibatasi dalam beberapa aspek. Seperti di Amerika Serikat, kebanyakan orang Amerika menerima lembaga presiden, kongres, dan MA, tetapi penggunaan hak-hak dari lembaga tersebut selalu mendapat kritik dari masyarakat.

Sosialisasi Politik dan Komunikasi Politik

Sosialisasi politik, menurut Hyman merupakan suatu proses belajar yang kontinyu yang melibatkan baik belajar secara emosional maupun indoktrinasi politik yang nyata dan dimediai (sarana komunikasi) oleh segala partisipasi dan pengalaman si individu yang menjalaninya. Rumusan ini menunjukkan betapa besar peranan komunikasi politik dalam proses sosialisasi politik di tengah warga suatu masyarakat. Tidak salah jika dikemukakan bahwa segala aktivitas komunikasi politik berfungsi pula sebagai suatu proses sosialisasi bagi anggota masyarakat yang terlibat baik secara langsung maupun tidak langsung dalam aktivitas komunikasi politik tersebut.

Dalam proses sosialisasi politik kaitannya dengan fungsi komunikasi politik, berhubungan dengan struktur-struktur yang terlibat dalam sosialisasi serta gaya sosialisasi itu sendiri. Pada sistem politik masyarakat modern, institusi seperti kelompok sebaya, komuniti, sekolah, kelompok kerja, perkumpulan-perkumpulan sukarela, media komunikasi, partai-partai politik dan institusi pemerintah semuanya dapat berperan dalam sosialisasi politik. Kemudian perkumpulan-perkumpulan, relasi-relasi dan partisipasi dalam kehidupan kaum dewasa melanjutkan proses tersebut untuk seterusnya.

Dalam suatu bangsa yang majemuk dan besar seperti Indonesia, India, Cina dan sebagainya, informasi yang diterima oleh aneka unsur masyarakat akan berlainan karena faktor geografis baik yang di kota maupun di desa. Pada sebagian besar negara berkembang, pengaruh media masa (radio, surat kabar dan televisi) di pedesaan sangat terbatas. Oleh karena itu, pengaruh struktur-struktur sosial tradisional dalam menterjemahkan informasi yang menjangkau wilayah tersebut amatlah besar. Heterogenitas informasi ini memperkuat perbedaan orientasi dan sikap (attitude) diantara kelompok-kelompok yang mengalami sosialisasi primer yang amat berbeda dari kelompok ataupun teman sebaya.

Berbeda dengan negara yang sudah maju seperti Amerika, Inggris, Jerman dan sebagainya arus informasi relatif homogen. Para elite politik pemerintahan mungkin mempunyai sumber-sumber informasi khusus melalui badan-badan birokrasi tertentu, surat kabar tertentu yang ditujukan pada kelompok kelas atau politik tertentu. Dengan demikian, semua kelompok masyarakat mempunyai akses ke suatu arus informasi dan media massa yang relatif homogen dan otonom sehingga hambatan-hambatan bahasa atau orientasi kultural sangat minim. Masyarakat dapat melakukan kontrol terhadap para elite politik dan sebaliknya kaum elite-pun dapat segera mengetahui tuntutan masyarakat dan konsekuensi dari segala macam tindakan pemerintah.

Sosialisasi Politik di berbagai Negara

1. Di Negara Liberal
Sosialisasi politik di negara liberal merupakan salah satu sebagai pendidikan politik. Pendidikan politik adalah proses dialogik diantara pemberi dan penerima pesan. Melalui proses ini, para anggota masyarakat mengenal dan mempelajari nilai-nilai, norma-norma, dan simbol-simbol politik negaranya dari berbagai pihak seperti sekolah, pemerintah, dan partai politik. Pendidikan politik dipandang sebagai proses dialog antara pendidik, seperti sekolah, pemerintah, partai politik dan peserta didik dalam rangka pemahaman, penghayatan, dan pengamalan nilai, norma dan simbol politik yang dianggap ideal dan baik.

2. Di Negara Totaliter
Sosialisasi politik di negara totaliter merupakan indoktrinasi politik. Indoktrinasi politik ialah proses sepihak ketika penguasa memobilisasi dan memanipulasi warga masyarakat untuk menerima nilai, norma, dan simbol yang dianggap pihak yang berkuasa sebagai ideal dan baik. Melalui berbagai forum pengarahan yang penuh paksaaan psikologis, dan latihan penuh disiplin, partai politik dalam sistem politik totaliter melaksanakan fungsi indoktinasi politik.

3. Di Negara Berkembang
Menurut Robert Le Vine dalam handout perkuliahan Rusnaini ( 2008:17) berpendapat bahwa “sosialisasi politik pada negara berkembang cenderung mempunyai relasi lebih dekat pada sistem-sistem lokal, kesukuan, etnis, dan regional daripada dengan sistem-sistem politik nasional”. Ada 3 faktor penting dalm sosialisasi politik pada masyarakat berkembang, yaitu :

1. Pertumbuhan pendidikan di negara-negara berkembang dapat melampui kapasitas mereka untuk memodernisasi kelompok tradisional lewat industrinalisasi dan pendidikan. 
2. Sering terdapat perbedaan yang besar dalam pendidikan dan nilai-nilai tradisional antara jenis kelamin, sehingga kaum wanita lebih erat terikat pada nilai tradisional. 
3. Mungkin pengaruh urbanisasi yang selalu dianggap sebgai saru kekuatan perkasa untuk mengembangkan nilai-nilai tradisional. 
4. Di Masyarakat Primitif
Proses sosialisasi politik pada masyarakat primitif sangat bergantung pada kebiasaan dan tradisi masyarakatnya, dan berbeda pada tiap suku. Sosialisasi politik pada masyarakat primitif sangat tergantung pada kebiasaan dan tradisi masyarakatnya, dan berbeda pada tiap suku. 

Daftar Pustaka



  • Juhana, Wijaya , 2004,  Pendidikan Kewarganegaraan dan Sejarah : jakarta.
  • SY, Pahmi, 2010, Politik Pencitraan, Gaung Persada Press: Jakarta. 
  • Rush, Michael dan Althoff, Phillip, 2005, Pengantar Sosiologi Politik, Rajawali Press : Jakarta. 
  • Marijan, Kacung, 2006, Demokratisasi di Daerah, Pustaka Eureka: Surabaya.  
  • Resume Budaya politik,  Zaki Mubarak Dosen UIN jkt, Semester 5. 
  • Duverger, Maurice, Sosiologi Politik, Rajawali Press: Jakarta, 1982. 
  • http://miftachr.blog.uns.ac.id/2010/01/sosialisasi-politik/ 


Manusia sebagai makhluk sosial, terkadang dalam memandang hubungannya dengan manusia lainserasa dibatasi oleh sekat-sekat perbedaan secara fisik. Hal ini wajar karena manusia dilahirkandengan membawa gen bawaannya masing-masing. Namun apabila dari perbedaan ini sampai memunculkan prasangka, walhasil bisa mengakibatkan fungsi bermasyarakat kita menjadi terganggu. Apapun nama dan bentuk dari prasangka ini, kesemuanya bermuara pada apa yang disebut rasisme. 
Istilah “rasisme” sering kali kita gunakan untuk melukiskan permusuhan dan perasaan negatif suatu kelompok etnis terhadap kelompok etnis lain. Kenyataannya, dalam kehidupan kita sehari-hari,rasisme justru berkembang luas berikut implikasinya. Sikap antipati (dislike) terhadap suatukelompok, tidak lagi sekedar wacana, tetapi sudah menjurus pada sikap dan pola perilaku destruktif,melebihi prasangka awalnya. Yang terakhir ini, bagaimanapun bentuk dan polanya, boleh dikatakanmerupakan cacat kemanusiaan paling universal. Hitler tanpa merasa bersalah, telah menggunakan teori-teori rasis untuk membenarkan pembantaian massal yang ia lakukan terhadap orang-orang Yahudi Eropa, demi alasan menjaga kesucian bangsa, tepatnya perempuan-perempuan Jerman dari pengaruh kooptasi dan pencampuran Yahudi.   

Hal ini juga dilakukan para penguasa di Amerika Selatan dengan menerapkan hukum Jim Crow yang membatasi pergerakan kulit hitam demi menjaga kemurnians upremasi kulit putih. Dan belakangan politik Apartheid di Afrika Selatan adalah contoh sejenis bagaimana rasisme berkembang hingga sekarang dan bisa terjadi dimanapun. Konsep modern tentang rasisme sebagai pembedaan manusia berdasar klasifikasi ciri-ciri fisik (terutama warna kulit) tidaklah ditemukan sampai abad kedelapan belas. Istilah untuk ”ras” dalam bahasa-bahasa Eropa Barat berkaitan dengan peternakan hewan dan hubungan-hubungan aristokratis. Pada tahun 1611, sebuah kamus Spanyol menyertakan definisi-definisi atas raza, suatu penggunaan sebutan yang bersifat menghormati “suatu kasta atau kualitas kuda-kuda asli” da n penggunaan yang bersifat merendahkan, yang mengacu pada silsilah yang meliputi nenek moyang bangsa Yahudi atau Moor. Rasisme secara harfiah untuk pertama kalinya digunakan secara umum pada tahun 1930-an, ketika doktrinasi ilmiah adalah penting untuk menggambarkan teori-teori yang digunakan Nazi sebagai dasar holocaust-nya terhadap orang Yahudi. 
Sejak saat itu istilah rasisme begitu populer untukmewakili sikap tidak menyukai terhadap kelompok lain. Namun, fenomena rasis sebenarnya sudah ada jauh jauh hari sebelum istilah rasisme digunakan. Dan pengertian yang ada, tidak melebihi dari pada sejenis prasangka kelompok yang didasarkan pada kebudayaan, agama, atau ranah kekerabatan dan kekeluargaan semata. 

Dalam buku Racism: A Short History, George M. Fredrickson, sang penulis, menyadari betul bahwa rasisme bukan sekadar suatu sikap atau sekumpulan kepercayaan yang terpatri dalam masyarakat. Rasisme mengungkapkan diri pada praktik-praktik, lembaga, dan struktur yang dibenarkan dan diakui oleh suatu perasaan berbeda yang mendalam. Lebih jauh rasisme bisa membentuk suatu tatanan rasial, tidak sekadar berkubang dalam teori tentang perbedaan manusia. Inilah yang menjadi alasan mendasar mengapa rasisme selalu beriringan dengan apa yang disebut kekuasaan. 

Dengan merunut perspektif historis, Fredrickson berusaha menggambarkan secara ringkas kisah pasang surut rasisme, sejak Abad Pertengahan hingga sekarang. Dalam uraian ilmiahnya ini, Ia meletakkan posisi rasisme  melebihi konsepsi awalnya, dan begitu jelas perbedaanya dengan bahasan kulturalisme. Menurutnya mengkonstruksi kebudayaan secara historis, yang bisa berubah seiring ruang dan waktu, sama saja menciptakan antitesis konsepras itu sendiri. Kekuasaan sebagai legitimasi legal para penguasa, acapkali dijadikan ”pembenar” penyusupan ideologi dan penanaman hegemoni rasis dalam struktur masyarakat. Tidak sekadar pembedaan pada unsur dominan yang ada, seperti ras, agama, dan budaya, tetapi sudah menjangkau pada ranah yang sebenarnya tidak bisa diutak-atik lagi karena merupakan kodrati dari Tuhan, seperti gender. Pembedaan gender hingga sekarang masih bisa kita temukan di dalam masyarakat kita. Perempuan lebih dipandang sebelah mata sebagai makhluk yang secara fisik dan sosial lebih tidak dominan dibanding kaum laki-laki. Ketika perlakuan yang timpang terhadap rakyat yang didasarkan pada ras dibirokratisasikan dan “dirasionalisasikan” dalam pengertian Weberian, orang dapat mengatakan bahwa rasisme telah dimodernisasikan. 

Hasil rezim rasis yang paling mematikan, Holocaust, memerlukan lebih dari sekedar ideologi dan sentimen antisemit. Holocaust tergantung sepenuhnya pada metode-metode birokrasi modern dan teknologi maju. Dan setidaknya rasisme modern dengan kekuasaan sebagai tangannya selalu ditunjang adanya ideologi resmi yang  jelas-jelas rasis yang dipraktikkan melalui hukum-hukum yang melarang perkawinan antar-ras. Kemudian segregasi sosial telah dilegalkan dan jika pemerintahan itu secara formal bersifat demokratis, anggota-anggota kelompok luar disingkirkan dari pemangkuan jabatan publik atau pelaksanaan hak suara. Pada akhirnya, akses yang dimiliki terhadap berbagai sumberdaya dan peluang ekonomi begitu terbatas sehingga sebagian besar tetap berada dalam kemiskinan atau sengaja dimiskinkan. Pada bulan September 2001, Perserikatan Bangsa-Bangsa mensponsori suatu Konferensi Dunia mengenai Rasisme, Diskriminasi Rasial, Xenofobia, dan Intoleransi yang  terkait di Durban, Afrika Selatan. Penggunaan istilah yang begitu banyak ini apakah petanda adanya semacam keraguan untuk memaknai atau mewakili semua permusuhan dan penindasan yang memprihatinkan yang sering terjadi. Menyadari bahwa rasisme yang telah mundur pada paruh abad silam sebagai akibat dari Holocaust dan penumbangan Jim Crow di Amerika Serikat dan Apartheid di Afrika Selatan, apakah ini berarti konferensi PBB tersebut dapat dipandang sebagai sejenis pidato perpisahan kepada suatu “zaman rasisme”. 

Konteks Malaysia

Malaysia adalah negara di Asia Tenggara dengan luas wilayah 329.758 km2 dan jumlah penduduk pada tahun 2007 sebesar 27,17 juta jiwa. Dari seluruh jumlah penduduk di tahun 2007, 60 % adalah etnis Melayu Bumiputera, 26 % etnis China, 8 % etnis India, 5 % etnis bumiputera lainnya, dan 1 % etnis-etnis lain seperti Arab, Sinhalese, Eurasian serta Eropa .

Dalam konstitusi Malaysia, orang Melayu merupakan warganegara Malaysia yang mempraktikkan adat Melayu, menggunakan Bahasa Malaysia, dan beragama Islam. Kira-kira 25% penduduk Malaysia merupakan Tionghoa, dan 7% lagi terdiri atas India. Hampir 85% ras India di Malaysia merupakan masyarakat Tamil. Lebih dari setengah populasi Sarawak dan 66% populasi Sabah terdiri atas kaum pribumi non-Melayu. Masuknya ras lain sedikit banyak mengurangi persentase penduduk pribumi di kedua negara bagian itu. Selain itu, Malaysia juga mempunyai penduduk yang berasal daripada Eropa dan Timur Tengah. Kepadatan penduduk Malaysia tidak terdistribusi merata, dengan 17 juta dari 25 juta rakyat Malaysia menetap di Semenanjung Malaysia .

Malaysia adalah sebuah negara monarki konstitusional yang menganut sistem demokrasi parlementer, dan perdana menteri serta para menteri utama dipilih oleh rakyat melalui pemilu yang berlangsung secara reguler setiap lima tahun. YDPA saat ini merupakan yang ke-12 sejak kemerdekaan Malaysia pada tanggal 31 Agustus 1957 .  

Ketika baru merdeka, Malaysia terdiri atas 11 negara bagian1 dan disebut Persekutuan Tanah Melayu (Federasi Malaya). Kemudian pada tahun 1963 negara Sarawak dan Sabah bergabung ke dalam Federasi Malaysia. Malaysia yang dikenal sebagai negara multi-etnis dan kaya khazanah budaya itu memiliki kurang lebih 30 kelompok etnis.2 Kurang dari 8 persen penduduknya berada di bawah garis kemiskinan sebelum krisi ekonomi tahun 1997; tingkat kemampuan baca tulis di atas 85 persen dan harapan hidup warga masyarakatnya setara dengan negara-negara maju. Malaysia memiliki sistem parlemen bikameral, yakni Dewan Rakyat dan Dewan Negara. Anggota Dewan Rakyat dipilih melalui pemilu, sedangkan para anggota Dewan Negara diangkat oleh negara-negara bagian atau langsung ditunjuk oleh YDPA berdasarkan masukan dari perdana menteri .

Malayan Union 1946

Malayan Union telah diperkenalkan oleh Partai Buruh Inggris beberapa bulan setelah Inggris menduduki kembali Tanah Melayu. Dikatakan pelaksanaan Malayan Union pada April 1946 di Tanah Melayu telah membangkitkan semangat nasionalisme penduduk lokal khususnya orang-orang Melayu .

Mereka merasakan adat dan tradisi yang dibawa malayan union sangat bertentangan dengan bangsa malaysia, Malayan Union secara drastis mengubah taraf negeri-negeri Melayu dari negeri-negeri protektorat Inggris ke jajahan langsung Inggris, menghapus hak istimewa orang Melayu sebagai peribumi dengan memperkenalkan konsep kerakyatan 'jus soli' yaitu kewarganegaraan diberikan kepada semua orang asing yang dilahirkan di tanah Melayu dan mereka yang berumur 18 tahun ke atas dan telah tinggal selama 10 dari 15 tahun sebelum 15 februari 1942, serta menghapus kedaulatan raja-raja Melayu. Orang-orang Melayu terasa diancam oleh mereka para pendatang . Cina dan India menjadi rakyat di negara melayu dengan sangat mudah. Keadaan ini menimbulkan kekacauan yang paling penting orang Melayu kehilangan kuasa politiknya.

Hal ini telah menimbulkan pertentangan  dikalangan para pejabat-pejabat dan kaum bangsawan Melayu seperti Dato Onn Jaafar, Dr Burhanudin Helmi dan beberapa lagi orang Melayu yang berpendidikan. Mereka merasa terhina dengan sikap Inggris yang angkuh dan bertindak sesuka hati dalam meengemukakan reformasi. Pertentangan bertambah hebat setelah peran koran Melayu seperti Utusan Melayu, Majelis dan Warta Negara mengkritik dan menjelaskan keburukan Malayan Union . 

Kondisi ini diperparah lagi oleh pengakuan dari pejabat Inggris yang telah pensiun seperti Frank Swettanham, George Maxwell, dan Winstedt melalui tulisan mereka di koran-koran Inggris yang menyatakan kekesalan mereka terhadap cara ketidakadilan Inggris membuat pembaharuan konstitusi. Namun orang Melayu melawan dengan cara yang lebih teratur dan bersifat kolektif, diantaranya berbentuk demonstrasi protes  di Kelantan oleh Asosiasi Persetiaan Melayu 1945 dan 1946 di Kedah dan Johor. Selain itu diadakan pertemuan pada 11 maret 1946 yaitu Kongres Melayu yang pertama menggabungkan 41 organisasi Melayu termasuklah PKMM dan setuju membentuk Kongres Melayu Seluruh Tanah Melayu. Ia bertujuan untuk melawan Malayan Union dan menyatukan orang Melayu dalam satu badan  yang kuat .

Pada saat itu Kongres belum memiliki rencana kemasyarakatan dan ekonomi yang matang, sebaliknya hanya mau memulihkan kembali kedaulatan Raja-Raja Melayu dan hak-hak orang Melayu sebagai pribumi. Ia juga telah menyatakan bahwa perjanjian Michael tidak sah dikarenakan tidak diikutsertakan para pembesar melayu dan masyarakat. Melalui Kongres ini, telah melahirkan Organisasi Kebangsaan Melayu Bersatu (UMNO) pada 11 mei 1946 untuk memelihara kepentingan orang Melayu. Di mana Dato Onn Jaafar sebagai Pemimpin utama dan pertama. Mei 1946 merupakan protes terbesar orang Melayu terhadap Inggris. Akhirnya dilakukan perubahan konstitusi yang kemudian melahirkan Federasi Tanah Melayu pada tahun 1948 .

Kelahiran Partai Politik Antara Tahun 1946-1965

Partai Melayu Bersatu (UMNO) Tahun 1946 

Lahirnya UMNO adalah hasil dari penggabungan organisasi Melayu dengan berbagai aliran filsafat dan pendapat tetapi setuju mengambil tindakan bersama untuk memajukan dan melawan penjajah bangsa Melayu. Orang-orang melayu bersatu padu untuk membentuk UMNO sebagai sebuah benteng pertahanan terhadap ancaman hah-hak orang Melayu Oleh Malayan Union pada tahun 1946. Pendirian UMNO pada 11 Mei 1946, dengan Dato 'Onn bin Ja'far sebagai pemimpinnya yang pertama dapat dikatakan sebagai gerakan  orang-orang Melayu di Malaya untuk mencegah mereka dari tenggelamnya di bawah satu perkembangan politik dan ekonomi yang begitu deras dan menguntungkan kaum-kaum lain yang lebih maju.
Perjuangan UMNO yang pertama adalah melawan Malayan Union. Melalui koran-koran dan karena diharapkan suara orang melayu dapat diketahui oleh Malayan Union. Pemimpin UMNO berhasil membujuk para  Sultan melayu agar tidak menghadiri upacara pengangkatan Gubernur Malayan Union yaitu  Edward Gent,  disini secara jelas menunjukkan ketidak sukaan orang-orang pribumi terhadap Malayan Union .

Partai Islam Semalaysia (PAS) tahun 1951

Kemunculan PAS dalam sejarah politik tanah malaysia dimulai sejak 23 Agustus 1951 saat para ulama yang bersidang di Kuala Lumpur setuju mendirikan sebuah persatuan yang dinamakan Persatuan Ulamak Se-Malaya. Nama persatuan ini kemudian diubah menjadi Persatuan Islam Se-Malaya (PAS) 24 November 1951, dalam satu konferensi ulama Malaya. Itulah sekelumit awal sejarah PAS yang didirikan oleh para ulama yang kemudian berkembang menjadi sebuah organisasi politik-dakwah yang penting di negara malaya .
Kemunculan PAS ini dikaitkan dari pengaruh-pengaruh yang terjadi di beberapa gerakan Islam yang lebih awal seperti Ikhwanul Muslimun di Mesir, Masyumi di Indonesia dan Jamaat Islami di Pakistan. Ketiga pengaruh ini telah masuk ke Tanah Melayu melalui para ulama yang belajar di Mesir, Mekah, India dan Indonesia. Kesadaran yang awal muncul adalah para ulama atau umat Islam membutuhkan sebuah organisasi atau badan yang dapat mewakili mereka dalam semua aspek kehidupan terutama dalam kondisi Tanah Melayu yang sedang dijajah oleh Inggris. Adanya ksedaran ini kemudian menghasilkan Majlis Tertinggi Agama Malaya (MATA) pada 1947 diikuti oleh Hizbul Muslimin pada 1948 . 

PAS menjadi sebuah organisasi politik Islam yang memperjuangkan kemerdekaan melalui landasan demokrasi. Para ulama menolak bentuk-bentuk perjuangan yang didirikan berdasarkan ideologi ciptaan manusia yang dibawa masuk oleh penjajah. Sejak itulah, PAS muncul sebagai sebuah organisasi politik Islam yang memperjuangkan kemerdekaan negara, kemudian bergabung mengikuti pemilu. PAS juga menggunakan berbagai saluran untuk menyampaikan pesan dakwahnya termasuk membentuk beberapa kerjasama politik dengan orang bukan Islam sejak 1953. Di bawah kepemimpin Tuan Guru Haji Ahmad Fuad Hassan dan Dr Haji Abbas Alias, PAS berbicara soal kemerdekaan yang bisa ditegakkan hukum Islam. PAS menolak kewarganegaraan jus soli yang merugikan pribumi dan PAS mendesak agar Islam dijadikan dasar negara yang merdeka .

Partai Tindakan Demokratik (DAP) Tahun 1965

Partai ini terdaftar secara resmi enam bulan kemudian pada 18 Maret 1966 sebagai sebuah partai demokratis sosial. DAP lebih disenangi oleh kaum Cina dan diterima sebagian kecil kaum India. DAP lebih dikuasai oleh kaum Cina dan diterima dengan baik oleh kaum Cina di kota-kota . DAP terkenal dengan konsep "Malaysian Malaysia" (Malaysia untuk semua rakyat Malaysia). Partai ini berkomitmen pada perjuangan untuk sebuah Malaysian Malaysia yang bebas, bersifat sosialisme demokratis, berdasarkan prinsip-prinsip HAM, kesetaraan, keadilan sosial dan ekonomi, dan berbasis institusi demokrasi parlimen. Dap tidak memihak kepada salah satu pengaruh kekuatan besar dunia apakah blok Barat atau blok Timur .

Federasi Tanah Melayu  1948

Hasil dari konsultasi komite kerja yang terdiri wakil-wakil pemerintah, Sultan-Sultan dan UMNO, berhasil membentuk konstitusi baru yaitu Federasi Tanah Melayu 1948. ketentuan untuk menjadi kewarganegaraaan melayu diperketat dan hak-hak istemewa orang-orang Melayu sebagai kaum pribumi diakui. Secara umum federal ini memberi peluang kepada anak-anak lokal untuk menguasai negara melalui jabatan seperti Menteri, Sekretaris Pemerintah Daerah dan lain-lain , untuk memastikan mereka dapat memimpin negara merdeka. Dari aspek geopolitik untuk pertama kali semua negeri Tanah Melayu ditempatkan dalam satu administrasi. Namun secara halusnya pula Inggris telah berhasil membuka kerakyatan pada kaum-kaum lain .
Bagian dari Tanah Melayu adalah Sabah, Sarawak, Singapura dan Brunei. Walau bagaiamanapun Brunei kemudian telah menarik diri dengan alasan-alasan tersendiri.  pada 9 Juli 1963 perjanjian penting telah ditandatangani di Malborough House, London yaitu Kantor Perhubungan Persemakmuran. Perjanjian Pendirian Federasi Malaysia ini telah ditandatangani oleh Pemerintah Inggris, Federasi Tanah Melayu, Sabah, Sarawak dan Singapura .

Perjanjian ini, adalah lanjutan dari Perjanjian-Perjanjian yang telah diadakan sebelumnya, dan merupakan Perjanjian yang paling rumityang hampir menemui jalan buntu dan akhirnya dapat diselesaikan. 

Upacara yang mengakhiri sejarah penjajahan Inggris selama ratusan tahun di Singapura, Sabah dan Sarawak telah ditandatangani dalam lima salinan oleh wakil-wakil pemerintah-pemerintah yang terlibat.   Pemerintah Inggris telah diwakili oleh Perdana Menteri Harold Macmillan, Encik Ducan Sandys dan Lord Landsdowne. Pemerintah Federasi Tanah Melayu pula telah diwakili oleh Perdana Menteri Tunku Abdul Rahman, Tun Abdul Razak, Bapak Tan Siew Sin, Datuk VT Sambanthan, Datuk Ong Yoke Lin dan Dr. Lim Swee Aun. Sabah diwakili oleh Datuk Mustapha bin Datuk Harun, Bapak Donald A. Stephen, Encik W.K.H. Jones, Encik Khoo Siak Chiew, Encik W.S. Holley dan Encik G.D. Sundang. Wakil-wakil dari negeri Sarawak pula terdiri daripada Encik P.E.H. Pike, Temenggung Jugah, Datuk Bandar Abang Haji Mustapha, Encik Ling Beng Siew dan Datuk Abang Haji Openg. Sementara Singapura telah diwakili oleh Encik Lee Kuan Yew dan Encik Goh Keng Swee. 

Singapura Berpisah Dari Malaysia 

Pada tahun 1965, Singapura berpisah dari Federasi Malaysia. Deklarasi tentang pemisahan ini dibuat oleh YTM Tunku Abdul Rahman Putra, Perdana Menteri Malaysia di Dewan Rakyat. Tindakan pemisahan Singapura dari Malaysia dianggap paling baik karena ini merupakan satu-satunya jalan keluar demi persatuan dan menghindari bentrok antara warga malaysia dan singapur, dan akan terjadinya stabilitas ekonomi serta menghindarkan konflik politik di antara Pemerintah Malaysia yang dikuasai oleh Partai Aliansi dengan Partai Aksi Rakyat yang berkuasa di Singapura. Tindakan pemisahan ini dilakukan setelah dicapai  persetujuan antara kedua belah pihak .

YTM Tunku Abdul Rahman juga mengatakan sebab-sebab lain pemisahan ini karena sikap setengah pemimpin-pemimpin politik Singapura yang memperjuangkan konsep ' Malaysian Malaysia', serta menafikan keberadaan institusi Kesultanan Melayu, melawan hak-hak keistimewaan orang-orang Melayu dan pribumi serta tidak adanya persamaan pendapat dalam meningkat dan memajukan dasar-dasar perdagangan, pembagian pajak dan industri. Namun pemisahan Singapura dari Malaysia ini dibuat dengan pengertian bahwa Malaysia dan Singapura akan terus bekerjasama dalam bidang-bidang pertahanan, bisnis dan perdagangan. 

Satu perjanjian telah dibuat dan ditandatangani oleh kedua pihak. Dalam perjanjian pemisahan kedua negara tersebut Malaysia diwakili oleh YTM Tunku Abdul Rahman Putra, Tun Abdul Razak, Dato 'Dr. Ismail b. Abdurrahman, Tan Siew Sin dan Dato 'V.T. Sambanthan. Sementara Singapura diwakili oleh Eneik Lee Kuan Yew, Dr. Toh Chin Chye, Dr. Goh Keng Swee, Encik Sa Rajaratnam dan Eneik Othman Wok .

Pemisahan Singapura dari Malaysia secara otomatis membuat warga  Singapura tidak lagi menjadi warga negara Malaysia. akibatnya 2 orang Senator dan 15 orang anggota Parlemen dari Singapura tidak lagi menjadi anggota Parlemen Malaysia. Selain itu, semua orang termasuk anggota-anggota angkatan bersenjata, polisi, pengadilan dan lain-lain yang dulu menjadi staf  Pemerintah Malaysia, mulai hari ini mereka kembali menjadi staf Pemerintah Singapura. Namun Pemerintah Malaysia akan terus mematuhi perjanjian-perjanjian tentang pasokan air yang telah dibuat di antara Pemerintah Singapura dengan Kerajaan Johor. Meskipun telah berpisah, Pemerintah Malaysia tetap mengakui Singapura sebagai sebuah negara yang merdeka dan berdaulat dan selalu akan bekerja dan bersahabat dengannya .

Hegemoni Politik Malaysia

Sudah menjadi kebiasaan untuk kaum raja atau pemerintah lokal meminta masyarakat untuk setia kepada mereka. Ini berarti raja tidak bisa ditentang atau dilawan karena perbuatan itu dianggap sebagai perbuatan yang melawan tradisi. Akibatnya muncul suatu doktrin agar masyarakat takut dan dan selalu merendah diri di hadapan para raja. Dengan kekuasaan seperti ini raja semakin mudah meluaskan kekuasaannya dalam berbagai bidang seperti sektor bisnis, dll. Kekuatan politik lah yang  memberi mereka kesempatan yang sangat luas untuk terlibat ke dalam sektor ekonomi dan penguasaan dalam sektor ekonomi memperkokoh pula posisi politik mereka.

Para raja bukan saja menuntut diberi penghormatan tetapi mereka telah menggunakan posisi mereka untuk meraup berbagai peluang kekayaan dalam sektor ekonomi dan sektor-sektor lain. Unsur unsur tradisional dicoba diaplikasikan dalam praktek demokrasi di Malaysia. Namun tidak dipungkiri bahwa demokrasi yang diterapkan bercampur aduk dengan latar tradisional masyarakat tersebut seperti adat dan istiadat serta pegangan agama yang menjadi inti utama. 

Tanpa disadari pemerintah telah berupaya mengumpulkan kekuatan dan berada pada posisi yang aman dan berhasil mengarahkan pandangan masyarakat untuk menerima posisi dominan mereka tanpa persoalan. Hegemoni politik sangat jelas dalam sistem politik pemerintahan Malaysia melalui Barisan Nasional (BN) yang di sokong oleh UMNO sebagai kekuatan utamanya menguasai pemerintahan elit Malaysia. BN yang berisikan para elit melayu tidak lagi memperhatikan NGO, barisan oposisi, media, dan lembaga peradilan yang lebih memperjuangkan suara-suara demokrasi modern. 

Sehubungan dengan itu, segala bentuk organisasi-organisasi, polisi, tentara, pengadilan, dll yang ada di pemerintah digunakan sepenuhnya oleh BN sebelum dan setelah pemilu  untuk memperkokoh dan memelihara kepentingan kelas atas. Selain itu juga, undang-undang seperti UU Rahasia Resmi (OSA), UU Keamanan dalam Negeri (ISA), UU Percetakan digunakan oleh pemerintah untuk mengontrol politik Malaysia dan menghukum penentang-penentang pemerintah.  Partai politik utama Malaysia, Pertubuhan Kebangsaan Melayu Bersatu (UMNO), telah memegang kekuasaan bersama partai - partai yang lain sejak kemerdekaan Malaysia pada 1957. UMNO  semakin besar ketika menjadi Barisan Nasiona BN. Barisan Nasional memiliki tiga komponen penting - UMNO, MCA (Pertubuhan Cina Malaysia) dan MIC (Kongres India Malaysia). 

Ternyata elit BN terutama elit Melayu telah berhasil mendominasi sistem pemerintahan di Malaysia sehingga dalam sistem pemilu Malaysia, kemenangan mereka dalam pilihan umum sudah dijamin. Misalnya, UMNO merupakan partai dominan yang diwakili dan didukung oleh elit-elit Melayu yang ditunjuk untuk mendominasi lembaga-lembaga penting negara seperti polisi, tentara, pengadilan, badan legislatif dan sebagainya. Dengan dominasi elit-elit Melayu ini, memudahkan mereka mengontrol pergerakan sistem pemerintahan yang ada untuk memastikan sistem yang dibentuk adalah sesuai tren budaya politik mereka. 

Pada 27 Juli 1955, menjalankan pemilihan umum yang pertama dalam sejarah setelah puluhan tahun dijajah. Partai-Partai utama yang bertanding ialah Partai Perikatan, Parti Islam Setanah Melayu (PAS), Parti Negara, Parti Buruh dan Parti Progresif Rakyat. Pemilu tersebut telah berlangsung  dengan kerjasama dari pihak kolonial Inggris. Partai perikatan telah menempatkan calon-calon untuk keseluruhan 52 kursi. Dalam pemilu tersebut Partai perikatan berhasil memenangkan 51 dari 52 kursi yang dipertandingkan. 

Kemenangan Partai Perikatan UMNO-MCA telah membuktikan kepemimpinan dan kerjasama antara berbagai kaum yang turut memperjuangkan manifesto yang menyeluruh kepada penduduk Tanah Melayu. Dasar-dasar yang ditetapkan oleh Perikatan ini merupakan satu langkah bijak di mana hegemoni Barat telah diteruskan tanpa disadari oleh masyarakat lokal. Dasar-dasar yang diperjuangkan Perikatan UMNO dianggap sangat 'murah hati' untuk membantu masyarakat lokal. Di balik sifat 'murah hati' itu, mereka mengharapkan dukungan dan kesetiaan dari rakyat untuk menjamin keberhasilan kebijakan yang dibuat.  

Pada saat pemilu yang lalu, pemilu yang dilangsungkan pada tahun 1964,1974,1978,1982,1986,1995 dan 2004 merupakan era kegemilangan Barisan Nasional yang disokong penuh oleh UMNO. Pada pemilu tahun 1964 (pemilihan umum yang ke-3) barisan Nasional menang 74 dari 104 kursi Parlemen atau 85 persen pada tahun 1964. Pada pemilu tahun 1974, BN mendapat 87 persen ini merupakan kemenangan besar. Diikuti pula, pemilu tahun 1978 dengan kemenangan BN sebanyak 130 kursi dari 154 kursi dalam Dewan Rakyat yaitu kurang lima kursi dibandingkan pencapaian dalam pemilu 1974. Dalam dalam pemilihan umum yang ke-6 (1982), BN mendapat kemenangan sebanyak 132 kursi dari 154 kursi dalam Dewan Rakyat dan ini merupakan 85.7 persen dari jumlah kursi, dan merupakan pencapaian kedua tertinggi sejak kemerdekaan ketika.   

Sedangkan dalam sedangkan dalam pemilihan umum yang ke-7 (1986) BN mendapat kemenangan 148 kursi dari 177 kursi dalam Dewan Rakyat (83.6%) terdapat sedikit penurunan sebesar 2.4 persen dibandingkan pilihan umuma yang terakhir. Namun BN berhasil mempertahankan mayoritasnya dalam parlemen dan berupaya memelihara genggamannya terhadap jabatan Perdana Menteri dan membentuk pemerintah. Pada pemilu yang ke-9 tahun 1995, BN mempertahankan mayoritas dalam parlemen dengan kemenangan 162 kursi dari 192 kursi dalam Dewan Rakyat, yang merupakan 84.4 persen dan mengalami kenaikan sebesar 19.6 persen dibandingkan pemilu yang terakhir. Pemilu tahun 2004 merupakan pemilihan umum yang ke-11, BN mencapai kenaikan suara sebanyak 63.9. BN memenangkan 198 kursi dari 219 kursi dalam dewan rakyat.  Ini merupakan kemenagan besar sejak pemilu 1978. 

UMNO dilihat oleh orang Melayu sebagai wahana dan wadah perjuangan nasib orang Melayu. Selain itu, UMNO sebagai tonggak BN dan pemerintah memiliki kekuasaan politik dalam mengatur negara. Orang Melayu terlalu tergantung kepada UMNO untuk membela nasib mereka. Mereka berangggapan Jika partai-partai politik Melayu yang tidak terlibat dalam pemerintahan tidak memiliki dominasi kekuasaan politik. Kekuasaan politik inilah yang merupakan faktor dasar bagi kekuatan UMNO. Banyak orang Melayu enggan meninggalkan UMNO bukan disebabkan partai itu benar-benar memperjuangkan nasib orang Melayu, tetapi mereka melihat seperti “tambang emas” yang menjanjikan kemewahan dan kekuasaan kepada mereka dan berjuang melalui partai BN tanpa mengenal arti kekalahan.

Kedudukan hegemoni BN saat menang besar dalam pemilihan (tahun 1964,1974,1978, 1982, 1986, 1995 dan 2004) telah memastikan BN memperoleh kesetiaan dan dukungan yang tidak ada duanya dari masyarakat yang berada di bawah pemerintahan mereka. Pemerintah tidak lupa memberikan jabatan kepada pendukung setia mereka dengan berbagai bentuk keuntungan seperti jabatan dalam pemerintah, nama, dan  pangkat. Sebalik siapa yang menentang Perdana Menteri atau pemimpin-pemimpin pemerintah akan dilabel sebagai pendurhaka, pembelot, oposisi, anti-pemerintah, pengkhianat dan berbagai gelar negatif lainnya. 

Partai Nasionalis Dan Islam Malaysia

Dalam konteks Malaysia, Melayu dan Islam sering dilihat sebagai satu komponen yang sangat sulit untuk dipisahkan. Bila individu tertentu berasal dari etnis Melayu maka secara langsung akan diidentifikasikan beragama Islam.  Dalam kondisi yang lebih ekstrim, etnis selain Melayu yang memeluk Islam akan dikatakan "Masuk Melayu" dan akan meninggalkan identitas asal etnis

mereka. Pandangan ini diperkuat dengan Konstitusi Federasi yang mengatakan, "Melayu artinya seseorang yang menganut agama Islam, Fasih berbicara bahasa Melayu, menurut adat istiadat Melayu ".

Dalam politik Malaysia, Melayu dan Islam ini, sering disandingkan secara bersama. Ia dijadikan sebagai ideologi partai. Tidak jarang  sebagian orang menilai bahwa ini keliru karena Secara umum terdapat perbedaan yang jelas antara Melayu dan Islam. Melayu adalah etnis dan perjuangan yang berbasis etnis dicap sebagai nasionalisme.

Dalam konteks perpolitikan Malaysia, UMNO dan PAS dilihat sebagai dua partai terbesar yang mendukung ideologi Melayu-Islam dalam perjuangan politik mereka. Kedua partai sering bersaing dalam pemilihan umum demi mempertahankan ideologi masing-masing. UMNO lebih dilihat memperjuangkan nasionalisme Melayu. Untuk PAS pula, ideologi yang diperjuangkan adalah Islam. Namun dalam kondisi tertentu, PAS juga seolah-olah dilihat lebih mementingkan Melayu dalam tindakan politik mereka. Ini membawa pada persepsi PAS hampir sama dengan UMNO yang memperjuangkan kepentingan Melayu dan pada waktu yang sama membantah kepentingan etnis lain . 

Atas persepsi ini maka muncul saran agar PAS dan UMNO membentuk gagasan ‘untuk mempersatukan mereka' demi kesejahteraan rakyat. Gagasan ini mendapat tidak disutujui oleh kelompok internal PAS sendiri, tetapi disambut dengan tangan terbuka oleh pihak UMNO. Sehingga hari ini, ide mempersatukan mereka masih tidak menentu, tetapi tidak pernah dilupakan kedua pihak ini.

Kebijakan Ekonomi Malaysia

Setelah kerusuhan etnis pada 13 Mei 1969, kontroversi Kebijakan Ekonomi Baru dikeluarkan oleh Perdana Menteri Tun Abdul Razak. Dari kebijakan ekonomi baru Malaysia menjaga keseimbangan politik-etnis yang lunak, dan mengembangkan peraturan yang unik menggabungkan pertumbuhan ekonomi dan aturan politik yang menguntungkan bumiputera (sebuah grup yang terdiri dari etnis Melayu dan kaum pribumi) dan warganegara Malaysia yang menganut agama Islam.

Antara 1980-an hingga awal 1990-an, Malaysia mengalami pertumbuhan ekonomi yang pesat di bawah pimpinan Dr. Mahathir bin Mohammad, perdana menteri keempat Malaysia. Dalam periode ini terjadi peralihan dari ekonomi berdasarkan agrikultur menjadi produksi dan industri dalam bidang komputer dan barang elektronika rumahan . 

Pada akhir 1990-an, Malaysia diguncang krisis finansial Asia. Oposisi ke beberapa aspek dalam sistem yang ada membawa jatuh pemerintah. Oposisi dari sosialis dan reformis sampai partai yang mengadvokasikan pembentukan negara Islam. Pada 2003, Dr. Mahathir, perdana menteri yang menjabat terlama di Malaysia, mengundurkan diri dan menyerahkan jabatan kepada Abdullah Ahmad Badawi. Pemerintahan baru mengadvokasikan pandangan moderat negara Islam yang didefinisikan oleh Islam Hadhari. 

Malaysia merupakan sebuah negara berpendapatan sederhana, berubah dari sebuah negara penghasil bahan mentah seperti getah, bijih timah dan sebagainya. Pada tahun 1971, menjadi negara multisektor melalui Kebijakan Ekonomi Baru. Pada dasarnya, pertumbuhan Malaysia bergantung pada ekspor bahan elektronik seperti chip komputer dan sebagainya. Akibatnya, Malaysia merasakan tekanan hebat semasa krisis ekonomi pada tahun 1998 dan kemerosotan dalam sektor teknologi informasi pada tahun 2001. KDNK pada tahun 2001 hanya meningkat sebanyak 0,3% disebabkan pengurangan 11% dalam bilangan ekspor tetapi paket perangsang fiskal yang besar telah mengurangi dampak tersebut.  

Malaysia mempunyai sejumlah elemen makroekonomi yang stabil (di mana tingkat inflasi dan tingkat pengangguran tetap di bawah 3%), simpanan pertukaran uang asing yang sehat, dan utang luar negeri yang rendah. Ini memungkinkan Malaysia untuk tidak mengalami krisis yang sama seperti Krisis finansial Asia pada tahun 1997. Walau bagaimanapun, prospek jangka panjang kelihatan kurang baik disebabkan kurangnya perubahan dalam sektor badan hukum terutama sektor yang berurusan dengan utang korporat yang tinggi dan kompetitif. Selain getah dan kelapa sawit yang banyak di Semenanjung Malaysia, Sabah dan Sarawak juga kaya akan sumber alam seperti kayu balak, minyak bumi dan gas alam .

Perempuan Dalam Dunia Politik Malaysia 

Pada tahun 2002, negara Malaysia memiliki tiga tokoh perempuan yang memegang jabatan menteri: Menteri Urusan Perempuan dan Pembangunan Keluarga, Menteri Perdagangan Internasional dan Perindustrian, dan Menteri Kesejahteraan dan Persatuan Nasional. Di samping itu, banyak pula perempuan yang memegang jabatan penting di pemerintahan, termasuk diantaranya para wakil menteri, sekretaris politik, diplomat, pejabat negara senior, anggotaanggota majelis negara-negara bagian, dan para senator di Dewan Negara. 

Akan tetapi, kehadiran kaum perempuan dalam proses pengambilan keputusan di Malaysia masih jauh dari cukup. Banyak pemuka perempuan yang membicarakan kesetaraan gender dalam konteks ini. Pada saat ini, kaum perempuan masih sangat kurang keterwakilannya di dalam institusi-institusi politik di Malaysia.

Menurut Rashila dan Saliha  paling tidak ada lima faktor umum yang menjadi kendala bagi peran serta aktif perempuan Malaysia dalam perpolitikan. Mereka mengklasifikasikan faktor-faktor tersebut sebagai diskriminasi sosial terhadap peranan perempuan dalam kehidupan publik, kendala waktu yang disebabkan oleh tuntutan karir dan rumah tangga, argumen-argumen kultural dan religius yang menyatakan bahwa tempat bagi perempuan adalah di rumah, kendala struktural di dalam setiap partai politik yang tidak memungkinkan kaum perempuan melampaui level karir politik tertentu, serta kurangnya dukungan sumber daya, baik yang berupa dukungan organisasi, pengaruh, dan dana. Bertolakbelakang dengan miskonsepsi umum, sesungguhnya ada sebuah pemahaman konsep Islam yang memungkinkan orang menghargai kemungkinan-kemungkinan ke arah “pembebasan kaum perempuan” berdasarkan isi ajaran agama tersebut. Dalam banyak kasus, agama telah memberdaya dan memungkinkan kaum perempuan mencapai serta mewujudkan potensi dan kemampuan mereka sama dengan kaum laki-laki. Pengalaman kaum perempuan di Malaysia di penghujung pergantian abad yang lalu membuktikan hal ini. 

Kendala / Masalah Yang Dihadapi Perempuan Malaysia di Parlemen 

Banyaknya masalah yang dihadapi oleh perempuan yang memasuki politik di Malaysia dan membuat banyak di antara mereka takut melibatkan diri ke dalam politik.

Beban Ganda

Kaum perempuan sendiri memang banyak yang kurang tegas dan sering terpaksa memikul beban ganda, yakni harus pandai-pandai menyeimbangkan antara tugas rumah tangga dengan persoalan-persoalan karir, sehingga banyak di antaranya yang terbelit kesulitan besar, kecuali mereka yang benar-benar kuat dan tegar mencapai ambisinya 

Partai Politik

Karakter dan ciri partai-partai politik yang banyak menimbulkan kendala bagi keterlibatan perempuan di dalam politik. Secara umum biasanya partai-partai yang berkuasa dan mapan akan mempertahankan sikap konservatif dan tidak mau melihat serta menyesuaikan diri dengan arus perubahan radikal yang menggejolak di dalam masyarakat. Hanya partai-partai politik alternatif atau partai oposisi yang dinamis yang mau memberikan peluang dan kesempatan lebih besar kepada perempuan. Juga, banyak partai politik yang kekurangan sumberdaya untuk mengadakan pelatihan dan pendidikan, bahkan bagi para anggota perempuannya, dikarenakan adanya berbagai tekanan yang diberlakukan oleh yang berwenang.

Lingkungan yang tidak bersahabat terhadap perempuan

Sungguh menyedihkan melihat banyak anggota parlemen dan dewan perwakilan negara-negara bagian perempuan yang masih mengalami pelecehan seksual, baik yang berupa komentar-komentar miring maupun lontaran yang menyinggung perasaan dalam sidang-sidang parlemen maupun rapat dewan-dewan perwakilan tersebut. Faktor lain yang menyebabkan kaum perempuan enggan terjun kedunia politik adalah adanya anggapan salah kaprah bahwa politik adalah dunia lelaki, disamping mereka juga kerap takut oleh pekatnya kemunafikan dan permainan-permainan kotor khas dunia politik.

Politik Malaysia

Secara sederhana kita dapat jelaskan sedikit tentang sistem politik malaysia, negara ini merupakan sebuah negara monarki konstitusional. Malaysia diketuai oleh seorang raja yang biasa dikenal dengan nama Yang di-Pertuan Agung yang dipilih oleh dan dari 9 sultan negara bagian-negara bagian Malaysia yang dipimpin sultan untuk menjabat selama lima tahun secara bergilir. Sistem ini berdasarkan Westminster karena Malaysia merupakan bekas tanah jajahan Britania Raya. Kekuasaan pemerintahan lebih banyak dipegang oleh cabang eksekutif dibandingkan yudikatif. Pemilu biasa diadakan setiap 5 tahun sekali .

Kekuasaan eksekutif ditetapkan oleh kabinet yang dipimpin oleh Perdana Menteri. Berdasarkan Konstitusi Malaysia, Perdana Menteri haruslah seorang anggota Dewan Rakyat, yang menurut pendapat Yang di-Pertuan Agung, mendapat dukungan mayoritas dalam parlemen. Sedangkan kabinet merupakan anggota parlemen yang dipilih dari Dewan Rakyat atau Dewan Negara. 

Parlemen terbagi atas Dewan Rakyat dan Dewan Negara. Dewan Negara mempunyai 70 orang senator (panggilan yang diberikan kepada anggota Dewan Negara). Pemilihan anggotanya bisa dibagi dua:
1). 26 anggota dipilih oleh Dewan Undangan Negeri sebagai perwakilan 13 negara bagian (setiap negara bagian diwakili oleh dua orang anggota).

2). 44 anggota yang dilantik oleh Yang di-Pertuan Agong atas nasihat Perdana Menteri, termasuk dua anggota dari Wilayah Persekutuan Kuala Lumpur, dan satu anggota masing-masing dari Wilayah Persekutuan Labuan dan Putrajaya. Dewan Rakyat mempunyai 222 anggota, dan setiap anggota mewakili satu konstituen. Mereka dipilih atas dasar dukungan banyak pihak melalui pemilu. Setiap anggota Dewan Rakyat memegang jabatan selama lima tahun, dan setelah itu pemilu yang baru akan diadakan. Kekuasaan yudikatif dibagikan antara pemerintah persekutuan dan pemerintah negara bagian. Kekuasaan politik di Malaysia amat penting untuk memperjuangkan suatu isu dan hak. Oleh karena itu kekuasaan memainkan peranan yang amat penting dalam melakukan perubahan. 

Daftar Pustaka

http://www.adb.org/Documents/Fact_Sheets/MAL.pdf  

Barbara Watson Andaya Dan Leonard Andaya, (1983). Sejarah Malaysia, Petaling Jaya: Macmillan Publisher

Malaysia Kita: Panduan Dan Rujukan Untuk Peperiksaan Am Kerajaan, (2003). Petaling Jaya: International Law Book Services

Bustamam, Ahmad ,(1972). Merintis Jalan Kepuncak, Kuala Lumpur: Penerbitan Pustaka Kejora.

Jaafar, Kamaruddin (1980). Dr. Burhanuddin al-Helmy: Islam dan Kebangsaan Melayu, Kuala Lumpur: Penerbit Yayasan Anda

Purcell, Victor, (1967). Orang- orang Cina di Tanah Melayu, Oxford: Oxford University Press

Adam, Ramlah,  (2000). Dr Burhanuddin Al-Hemyi: Suatu Kemelut Politik, Kuala Lumpur: Dewan Bahasa Dan Pustaka, Kementerian Pendidikan Malaysia

Zaini Fadilah dan Thukiman Kassim, (2008). Hubungan Etnik Di Malaysia, Johor Bharu: Universiti Teknologi Malaysia

Mohamad, Mahathir,  (1995). The Early Years 1947-1972, Kuala Lumpur: Berita Publishing Sdn.Bhd.

Mengatasi Darah Tinggi atau Mengobati Darah Tinggi adalah hal yang sangat krusial untuk di ketahui. Kita sering mengabaikan ancaman tekanan darah tinggi. Padahal, hipertensi adalah pintu gerbang ke aneka penyakit mematikan, Riset terbaru obat hipertensi, pengendalian tekanan darah tinggi dilakukan sejak dari hulu.

Jantung kita berdetak sekitar 100 ribu kali sehari. Dalam setiap detak itu, jantung memompa darah ke seluruh pembuluh darah, termasuk juga pembuluh kapiler. Kekuatan darah saat dipompa menimbulkan tekanan pada dinding di dalam pembuluh darah. Pembuluh darah juga punya resistensi terhadap aliran darah. Kedua hal itu menciptakan tekanan darah.

Tekanan darah tinggi (hipertensi) adalah peningkatan tekanan darah didalam arteri. Arteri adalah pembuluh darah yang mengangkut darah dari jantung dan dialirkan ke seluruh jaringan dan organ tubuh. Tekanan darah tinggi (hipertensi) bukan berarti emosi yang berlebihan, walaupun emosi dan stres dapat meningkatkan tekanan darah untuk sementara waktu.

Secara umum, tekanan darah tinggi (hipertensi) merupakan suatu keadaan tanpa gejala, dimana tekanan darah yang tinggi di dalam arteri menyebabkan peningkatan resiko penyakit jantung (cardiac), penyakit ginjal (renal), pengerasan dari arteri-arteri (atherosclerosis atau arteriosclerosis), kerusakan mata, aneurisma, dan stroke (kerusakan otak). Dikatakan tekanan darah tinggi (hipertensi) jika pada saat duduk tekanan sistolik mencapai 140 mmHg atau lebih, atau tekanan diastolik mencapai 90 mmHg atau lebih, atau kedua-duanya. Pada tekanan darah tinggi (hipertensi), biasanya terjadi kenaikan tekanan sistolik dan diastolik.

Penyebab Darah Tinggi

Ada faktor penyebab tekanan darah tinggi yang tidak dapat Anda kendalikan. Ada juga yang dapat Anda kendalikan sehingga bisa mengatasi penyakit darah tinggi. Beberapa faktor tersebut antara lain:

Keturunan

Faktor ini tidak bisa Anda kendalikan. Jika seseorang memiliki orang-tua atau saudara yang memiliki tekanan darah tinggi, maka kemungkinan ia menderita tekanan darah tinggi lebih besar. Statistik menunjukkan bahwa masalah tekanan darah tinggi lebih tinggi pada kembar identik daripada yang kembar tidak identik. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa ada bukti gen yang diturunkan untuk masalah tekanan darah tinggi.

Usia

Faktor ini tidak bisa Anda kendalikan. Penelitian menunjukkan bahwa seraya usia seseorang bertambah, tekanan darah pun akan meningkat. Anda tidak dapat mengharapkan bahwa tekanan darah Anda saat muda akan sama ketika Anda bertambah tua. Namun Anda dapat mengendalikan agar jangan melewati batas atas yang normal.

Garam

Faktor ini bisa Anda kendalikan. Garam dapat meningkatkan tekanan darah dengan cepat pada beberapa orang, khususnya bagi penderita diabetes, penderita hipertensi ringan, orang dengan usia tua, dan mereka yang berkulit hitam.

Kolesterol

Faktor ini bisa Anda kendalikan. Kandungan lemak yang berlebih dalam darah Anda, dapat menyebabkan timbunan kolesterol pada dinding pembuluh darah. Hal ini dapat membuat pembuluh darah menyempit dan akibatnya tekanan darah akan meningkat. Kendalikan kolesterol Anda sedini mungkin. Untuk tips mengendalikan kolesterol, silahkan lihat artikel berikut: kolesterol.

Kegemukan

Faktor ini bisa Anda kendalikan. Orang yang memiliki berat badan di atas 30 persen berat badan ideal, memiliki kemungkinan lebih besar menderita tekanan darah tinggi.

Stres

Faktor ini bisa Anda kendalikan. Stres dan kondisi emosi yang tidak stabil juga dapat memicu tekanan darah tinggi.

Rokok

Faktor ini bisa Anda kendalikan. Merokok juga dapat meningkatkan tekanan darah menjadi tinggi. Kebiasan merokok dapat meningkatkan risiko diabetes, serangan jantung dan stroke. Karena itu, kebiasaan merokok yang terus dilanjutkan ketika memiliki tekanan darah tinggi, merupakan kombinasi yang sangat berbahaya yang akan memicu penyakit-penyakit yang berkaitan dengan jantung dan darah.

Kafein

Faktor ini bisa Anda kendalikan. Kafein yang terdapat pada kopi, teh maupun minuman cola bisa menyebabkan peningkatan tekanan darah.

Alkohol

Faktor ini bisa Anda kendalikan. Konsumsi alkohol secara berlebihan juga menyebabkan tekanan darah tinggi.

Kurang Olahraga

Faktor ini bisa Anda kendalikan. Kurang olahraga dan bergerak bisa menyebabkan tekanan darah dalam tubuh meningkat. Olahraga teratur mampu menurunkan tekanan darah tinggi Anda namun jangan melakukan olahraga yang berat jika Anda menderita tekanan darah tinggi.

Gejala Darah Tinggi

Sebagian penderita hipertensi tidak menimbulkan gejala, meskipun secara tidak sengaja beberapa gejala dapat terjadi secara bersamaan dan dipercaya berhubungan dengan tekanan darah tinggi ( hipertensi ) namun bisa saja bukan merupakan gejala hipertensi. Dalam hal ini gejala yang dimaksud seperti sakit kepala, pendarahan dari hidung (mimisan), pusing, wajah kemerahan dan  kelelahan.

Gejala diatas adalah gejala umum tapi tidak dapat dijadikan sebagai patokan bahwa seseorang yang mengalami gejala tersebut menderit penyakit darah tinggi karena kenyataannya gejala yang telah disebutkan tadi juga dapat dialami pada seseorang yang memilik tekanan darah normal. Sebagian besar penderita hipertensi tidak merasakan gejala kenaikan tekanan darah karena memang sifat tekanan darah itu senantiasa berubah-ubah dari jam ke jam.

Pada orang normal, perubahan itu berada pada kisaran normal yaitu sekitar 120/80 mm Hg. Sedangkanperubahan pada penderita hipertensi yang belum menjalankan pengobatan dan perawatan sering  tidak menentu sehingga tekanan darahnya terkadang normal dan terkadang tinggi sekali.

Pada penderita hipertensi yang berkategori berat , menahun dan belum menjalani pengobatan dan perawatan maka bisa timbul gejala sebagai berikut. Diantaranya sakit kepala, kelelahan, mual, muntah, sesak nafas dan gelisah. selain itu gejala lainnya adalah pandangan mata menjadi kabur karena adanya kerusakan pada otak, mata, jantung dan ginjal. Terkadang penderita hipertensi berat mengalami penurunan kesadaran dan bahkan koma karena terjadi pembengkakan otak. Keadaan ini disebut ensefalopati hipertensi yang memerlukan penanganan segera.

Mengatasi Darah Tinggi 


  • Jalan kaki, Rutin melakukan jalan cepat ternyata efektif untuk menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi hingga 8 mmhg. Olahraga juga membantu jantung lebih efisien menggunakan oksigen sehingga tidak akan bekerja terlalu keras memompa darah. Lakukan berbagai jenis latihan kardio minimal 30 menit setiap hari. 
  • Relaksasi, Penelitian yang dilakukan para peneliti dari Universitas Florence, Italia, mengungkapkan pasien hipertensi yang melakukan relaksasi dengan cara mendengarkan musik selama 30 menit sambil menarik napas dalam-dalam menunjukkan penurunan angka sistolik hingga 3,2 poin. 
  • Tarik napas, Latihan olah napas dan bermeditasi, seperti yoga atau taichi efektif untuk menurunkan hormon stres. Tingginya hormon stres akan meningkatkan renin, enzim ginjal yang bisa menaikkan tekanan darah. Lakukan latihan napas minimal 5 menit pada pagi dan malam hari. Menarik napas dalam juga akan mengendurkan semua tensi. 
  • Konsumsi dark chocolate, Berbagai jenis dark chocolate mengandung flavanols yang bisa membuat pembuluh darah lebih luwes. Sebuah studi menunjukkan, 18 persen pasien yang mengonsumsi dark chocolate menunjukkan turunnya tekanan darah.
  • Kurangi konsumsi garam dalam makanan Anda. Jika Anda sudah menderita tekanan darah tinggi sebaiknya Anda menghindari makanan yang mengandung garam. 
  • Konsumsi makanan yang mengandung kalium, magnesium dan kalsium. Kalium, magnesium dan kalsium mampu mengurangi tekanan darah tinggi.
  • Kurangi minum minuman atau makanan beralkohol. Jika Anda menderita tekanan darah tinggi, sebaiknya hindari konsumsi alkohol secara berlebihan. Untuk pria yang menderita hipertensi, jumlah alkohol yang diijinkan maksimal 30 ml alkohol per hari sedangkan wanita 15 ml per hari. 
  • Olahraga secara teratur bisa menurunkan tekanan darah tinggi. Jika Anda menderita tekanan darah tinggi, pilihlah olahraga yang ringan seperti berjalan kaki, bersepeda, lari santai, dan berenang. Lakukan selama 30 hingga 45 menit sehari sebanyak 3 kali seminggu. 
  • Makan sayur dan buah yang berserat tinggi seperti sayuran hijau, pisang, tomat, wortel, melon, dan jeruk.
  • Jalankan terapi anti stres agar mengurangi stres dan Anda mampu mengendalikan emosi Anda.
  • Berhenti merokok juga berperan besar untuk mengurangi tekanan darah tinggi atau hipertensi.
  • Kendalikan kadar kolesterol Anda.
  • Kendalikan diabetes Anda.
  • Hindari obat yang bisa meningkatkan tekanan darah. Konsultasikan ke dokter jika Anda menerima pengobatan untuk penyakit tertentu, untuk meminta obat yang tidak meningkatkan tekanan darah.


Blogger Template -

Copyright 2017 Ayudadeblogger.com All Rights Reserved.