Author

http://www.ayudadeblogger.com/
Penyakit kardiovaskular adalah penyakit gangguan pada jantung dan pembuluh darah. Karena sistem kardiovaskular sangat vital, maka penyakit kardiovaskular sangat berbahaya bagi kesehatan. Ada banyak Penyakit-penyakit pembuluh darah yang berkaitan erat dengan sistem peredaran darah jantung (cardiovascular) cukup banyak. Dalam hal ini para ahli ada yang menganggap sebagai dampak atau komplikasi, seperti komplikasi keparu, ginjal, dan kencing manis. Penyakit-penyakit yang berhubungan erat dengan sistem kardiovaskuler tersebut sebagai berikut.

a. Jantung Koroner

Jantung koroner terjadi akibat penyumbatan pembuluh darah di dalam arteri koroner (infark miocard) yang disebabkan penyumbatan atau pengapuran kolesterol (arteroscierosis) pada dinding pembuluh darah arten di bagian dalam.

b. Lemah Jantung atau Jantung Mengipas

Lemah jantung atau jantung mengipas diakibatkan katup mitral pada jantung tidak bekerja dengan baik, sehingga suplai darah ke jantung dan paru tidak normal. Penyakit ini sering disertai dengan gejala sesak napas atau lemas. Gangguan terhadap katup mitral ini bisa juga disebabkan penyakit bawaan atau gangguan tekanan darah.

c. Penyakit Jantung Rematik

Penyakit ini terjadi akibat kuman yang mencemari pembuluh darah jantung. Penyakit ini paling banyak diderita golongan masyarakat tidak mampu yang higienitasnya kurang.

d. Penyakit Jantung Hipertensi

Penyakit ini akibat tekanan darah yang meninggi, sehingga jantung menjadi keletihan. Akibat beban yang terlalu berat, jantung bisa mengalaini pembengkakan.

e. Trombosis
Terjadinya gelembung udara di dalam darah menyebabkan penyumbatan berupa trombus di dalam pembuluh darah. Jika terjadi pada pembuluh darah arteri koroner, bisa mengakibatkan infark miocard.
Kesehatan merupakan pemberian termahal dalam kehidupan manusia. Semua pergerakan manusia dibawah kendali kesehatan. Begitu pula dengan agenda maupun aktifitas dapat dikerjakan dengan kesehatan kita. Serta segala sesuatu pekerjaan atau rutinitas manusia amatlah tergantung pada kesehatan.

Gaya hidup yang sudah semakin modern menjadi salah satu faktor merusak kesehatan. Makanan cepat saji, pengawet, berbagai bahan kimia serta berbagai kemudahan yang menjadikan manusia malas bergerak adalah di antaranya. Menjalani Pola hidup sehat merupakan gaya hidup yang selalu memperhatikan seluruh aspek yang mempengaruhi kesehatan tubuh. Tujuan dari dari menjalankan gaya hidup sehat yaitu untuk mencegah berbagai penyakit dan meningkatkan derajat kesehatan

Untuk mengatasi masalah tersebut dihutuhkan kesadaran masyarakat untuk lebih berhati-hati, terutama saat menjelang usia 40 tahun. Masyarakat harus selalu menjaga dan memeriksakan kesehatan secara rutin, di samping harus tahu cara-cara hidup yang sehat. Usaha hidup sehat ini bukan hanya tugas pemerintah dan pengelola rumah sakit, melainkan merupakan tanggung jawab masyarakat itu sendiri. Dalam Seminar Gerakan Hidup Sehat. Di Jakarta pada tahun 1985, telah dirumuskan pedoman hidup sehat. Maksudnya adalah mengonsumsi menu seimbang, tidak merokok, olahraga teratur, istirahat yang cukup, dan menghindani stres.

Tips Menjalani Hidup sehat :

  1. Makanan berlemak tinggi sangat beresiko bagi kesehatan, terutama dari mentega, margarine santan dan dari lemak hewan. Labih baik anda mendapatkannya dari kacang-kacangan atau biji-bijian. Jeroan, otak, kulit ayam dan kuning telur sebaiknya dihindari. Sebaiknya, sebagai sumber protein , anda memilih susu rendah lemak, yogurt, susu kedelai, ikan dan putih telur. Tetapi jika anda menyukai daging pilihlah daging tanpa lemak.
  2. Bahan makanan yang megandung pengawet sebaiknya dihindari. Makanan yang mengandung pengawet dlam jangka panjang dapat memicu kanker. 
  3. Jadikan air putih sebagai minuman favorit. Kondisikan diri anda “anda belum minum jika belum minum air putih”. 
  4. Jika anda menyukai makanan yang berwarna-warni, gunakan dari bahan makanan; warna merah dari strawberry, warna hijau dari daun pandan, warna kuning dari kunyit, warna coklat dari bubuk coklat. Jangan berlebihan menambahkan kecap, saus, garam dan penyedap rasa. 
  5. Buah-buahan dan sayur-syuran harus selalu ada disetiap menu makanan anda.




Dewasa ini pola dan gaya hidup modern semakin menggejala di dalam masyarakat. Fenomena ini disambut baik sebagai wujud kemajuan pembangunan dan perkembangan teknologi. Namun, di sisi lain kecenderungan ini dapat merugikan, karena dapat meningkatkan keterjangkitan penyakit, seperti pembuluh darah dan jantung.

Di Indonesia, pada tahun 1986 penyakit jantung dan pembuluh darah ini menduduki peringkat tiga, setelah diare dan saluran napas. Namun seiring dengan perkembangan zaman. menurut survei kesehatan rumah tangga. penyakit ini peringkatnya meningkat menjadi pembunuh nomor satu pada tahun 2001 dan 2006. Penyakit ini juga menduduki peringkat pertama di dunia sebagai pembunuh nomor wahid.

Modernisasi selalu meningkatkan pola hidup. Kebiasaan makan berlebihan, terlalu banyak aktivitas, banyak merokok, dan kurang istirahat. Akibatnya, sejak sepuluh tahun terakhir penyakit jantung dan pembuluh darah banyak menyerang, terutama penduduk usia di atas 40 tahun. Masalahnya, karena semakin tua umur seseorang, pembuluh darahnya semakin kaku, sehingga semakin mudah diserang penyakit pembuluh darah.

Di berbagai belahan dunia, terutama pada masyarakat maju, penyakit pembuluh darah (cardiovascular) telah lama menjadi pembunuh nomor satu. Tidak mustahil suatu saat penyakit ini bisa menyodok ke posisi pertama di Indonesia. Menurut data survei kesehatan rumah tangga yang dilakukan Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Kesehatan tahun 1986 saja, angka kesakitan (morbiditas) penyakit ini menunjukkan kenaikan dan urutan ke delapan menjadi urutan ketiga sejak tahun 1981 sampai 1986.

Sementara itu, Soedarsono dan Cyrus H. Simanjuntak dalam sebuah seminar di Jakarta mengungkapkan bahwa penyakit yang paling menonjol pada golongan usia 55 tahun ke atas adalah penyakit jantung dan darah tinggi yang meliputi 15,7% dan seluruh penderita yang mengalami berbagai gangguan penyakit.

Diungkapkan pula penyebab yang paling mencolok dan penyakit ini adalah pola makan yang salah dan kebiasaan merokok. Kebiasaan merokok di kalangan penduduk pria jumlahnya 52,9%, sedangkan wanita 3,6%. Bahkan, penelitian yang dilakukan di tujuh sekolah di Jakarta menunjukkan bahwa anak pria sudah merokok sejak usia 10 tahun. Menurut Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) tahun 2004, kebiasaan merokok pada remaja usia 15-19 tahun telah meningkat sebanyak 2%, pada tahun 2001 dan 2003, menjadi 60%. Padahal, merokok merupakan faktor primer penyebab penyakit jantung danpembuluh darah.

Penelitian Dr. Suriadi Gunawan dan Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Kesehatan membuktikan bahwa penyakit jantung khususnya penyakit jantung koroner, telah menjadi epidemi sejak awal abad ini. Puncaknya terjadi 15 tahun yang lalu. Menurut Dr. Suriadi. Amerika Serikat telah berupaya menurunkan risiko penyakit ini dengan memperbaiki pola makan, tidur teratur, serta berolahraga. Karenanya, masyarakat Asia yang mulai maju perlu mewaspadai penyakit yang menjadi momok ini.

Di Indonesia sendiri, terutama di kota-kota besar seperti Jakarta, stres merupakan faktor penyebab utama setelah kebiasaan makan yang buruk. Penduduk yang tinggal di kota besar Iebih rentan terhadap penyakit jantung dan tekanan darah tinggi dibandingkan dengan penduduk desa. Contohnya. menurut Prof. Dr. Boedi Darmojo dan Universitas Diponegoro, Semarang, penduduk Lembah Baliem, Irian Jaya memiliki angka kesakitan penyakit jantung dan pembuluh darah yang sangat kecil. Hal ini disebabkan mereka sedikit makan lemak dan lebih banyak mengonsumsi ikan dan sayur.
Untuk seorang bayi, indra yang muncul dan berkembang pertama kali adalah indra peraba. Meskipun ia sudah bisa merasakan kehangatan yang di peroleh dan timangan ibunya, secara naluriah tangannya juga akan muilai meraba-raba dan ia akan merasakan bahwa sentuhan-sentuhan ibu dapat mendatangkan perasaan yang menyenangkan. Perasaan semacam itu juga akan dirasakannya ketika la memasukkan jarinya ke mulut, ketika dimandikan, diganti popoknya, dicium. Kesemuanya itu adalah pekembangan yang normal. 
 
Ketika bayi tumbuh menjadi seorang anak yang lucu, rasa ingin tahu tentang seks berkembang terus. Ketika usianya menginjak lima tahun, la mulai ingin tahu tentang lawan jenisnya. Kadang-kadang antara anak laki-laki dan perempuan saling membandingkan alat kelaminnya. Bila orang tuanya menganggap soal seks itu sesuatu yang jorok dan kemudian memarahi anak nya yang sedang saling memperbandingkan alat kelaminnya maka sikap anak tersebut terhadap seks akan berkembang ke arah yang salah bagi kehidupannya kelak.

Selain perkembangan fisik yang berbeda antara laki-laki dan perempuan, di dalam tubuhnya masing-masing juga ditemukan aktivitas hormonal yang berbeda. Aktivitas hormon ini sejak awalnya menjadi tanggung jawab gen. Ada dua jenis hormon berbeda yang berperan menentukan sifat ke-”laki-laki”-an dan ke-”wanita”-an seseorang. Pertama adaiah hormon androgen. yaitu hormon yang menentukan perkembangan sifat-sifat kelamin sekunder laki-laki. Kedua adalah hormon estrogen. yaitu hormon yang berperan menentukan sifat-sifit perkembangan kelamin sekunder wanita. Hormon androgen merangsang timbulnya jakun pada laki-laki, timbre suara yang berat, tubuh yang kekar. keluarnya kumis. jenggot, dan sebagainya. Sementara itu, hormon estrogen merangsang timbulnya haid, suara yang tinggi, tubuh semampai, buah dada yang berisi. perilaku yang lemah lembut, dan sebagainya. Terjadinya dominasi yang tidak proporsional diantara kedua hormon tersebut pada seseorang akan mengakibatkan timbulnya kelainan-kelainan perilaku. misalnya seorang wanita berperilaku kelaki-lakian (tomboi) atau sebaliknya laki-laki bersifat feminin.

Salah satu penyebeb hormon menjadi tidak seimbang karena; 

  • Kebiasaan hidup pasif dan tidak banyak bergerak (sedentary life style)
  • Pola makan tak sehat seperti makanan tinggi kalori, berlemak dan instan
  • Hal yang sama juga berlaku bila Anda terlalu berlebih dalam bekerja dan kurang istirahat. Kimia tubuh kita menjadi terganggu.
  • Management stres kurang baik. 
Tulisan ini terdapat dalam buku karya Drs Didik Gunawan, APT. SU, Penerbit : Penebar Swadaya Tahun, 1999, hlm 2-3


Berbeda dengan Hobbes yang memandang perlunya suatu perrìerintah yang kuat, dan Locke yang memandang kebebasan individu perlu dilindungi, Rousseau lebih menekankan keinginan umum (general will). Menurut Rousseau, sejarah manusia telah melalui empat tahap .

Pertama, tahap primitif atau awal kehidupan manusia ketika marusia hidup dalam suasana damai, harmonis dan bebas dari segala bentuk dominasi. Kedua, pembentukan inti masyarakat atau keluarga keluarga sehingga tersusunlah suatu masyarakat. Dalam tahap ini untuk pertama kalinya terbentuk Lembaga hak milk pribadi. Ketiga, penemuan metalurgi dan pertanian yang pada gilirannya meninibulkan perbedaan antara orang yang kaya dan orang yang miskin. Pada tahap ini untuk pertama kali timbul ketimpangan dalam pemilikan harta benda. Keempat, sebagai akibat ketimpangan dalam pemilikan harta benda maka timbul konfilk antara orang kaya dan orang miskin. Konflik itu menimbulkan kekacauan sosial.

Oleh karena itu, untuk menciptakan dan memelihara tertib sosial, lalu dibentuk suatu pemerintah yang melaksanakan kewenangan berdasarkan kontrak sosial dan keinginan umum. Dengan kata lain, pada mulanya manusia hidup dengan suasana damai dan harmonis, tetapi setelah lembaga hak mulik dalam masyarakat dliperkenalkan maka timbul ketimpangan dalam mana orang kaya mendominasi orang miskin.

Dari situ muncul suatu pemenintah yang berdasarkan keinginan umum untuk menciptakan tertib sosial dan membawa masyarakat kembali ke suasana damai dan harmonis, kendati merupakan hal yang mustahil untuk dapat menciptakan kembali kebebasan yang alamiah.

Guna membentuk masyarakat yang bebas dan dominasi yang satu terhadap yang lain, Rousseau menyarankan suatu “badan politik” yang merupakan kesediaan sukarela individu warga masyarakat untuk menyatukan diri ke dalam suatu negara-bangsa. Kesediaan sukarela individu ini yang disebut kontrak sosiai. Atau dengan menggunakan kata-kata Rousseau, kontrak soslal merupakan “alienasi total setiap orang dengan semua haknya ke dalam suatu komunitas politik”.

Akan tetapi, menurut Rousseau karena setiap orang menyerahkan seluruh dirinya kepada semua maka tidak akan ada orang yang memiliki keinginan untuk merugikan orang lain. Di dalam badan politik (negara-bangsa) itu tidak ada orang yang kehilangan karena setiap orang menyerahkan seluruh dirinya kepada semua orang.

Atas dasar itu, dengan menyatukan keinginan individual ke dalam suatu keinginan tunggal, yakni keinginan umum yaitu kepentingan umum dan dengan menaati hukum yang dibuat berdasarkan keinginan umum maka sesungguhnya warga masyarakat tidak hanya memiliki kewenangan politik, tetapi juga kebebasan pribadi. Hal itu disebabkan warga masyarakat tidak menyerahkan dirinya kepada kewenangan orang lain, melainkan kepada pemerintahan berdasarkan hukum.

Menurut Rousseau, keinginan umum atau kepentingan bersama merupakan landasan setiap masyarakat. Keinginan umum cenderung menekankan pada persamaan, sedangkan keinginan pribadi atau golongan cenderung bersifat kepentingan yang sempit. Keinginan umum selalu benar dan dapat dimanfaatkan oleh semua orang sebab la berasal dari semua untuk kepentingan semua, masing-masing untuk semua dan semua untuk masing-masing. Apabila keinginan umum sebagai kepentingan seluruh warga masyarakat terancam dengan salah satu bagian (kepentingan individu atau kelompok) maka tindakan yang menghancurkan bagian yang mengancam dapat dibenarkan. Pandangan ini menyebabkan tulisannya dinilai cenderung bersifat totaliter.

Hukum atau peraturan perundang-undangan merupakan suatu pernyataan kepentingan umum, sedangkan kewenangan eksekutif merupakan pelaksannan peraturan perundang-undangan yang ditetapkan oleh lembaga legislatif. Namun,menurut Rousseau setiap peraturan perundang-undangan harus ditawarkan kepada pilihan bebas warga masyarakat. Dengan kata lain, pembentuk peraturan perundang-undangan adalah rakyat itu sendiri, karena jika rakyat yang berdaulat maka mereka yang membuat peraturan perundang undangan yang fundamental.

Rakyat harus menyatakan kehendak secara langsung melalui majelis semua warga negara. Dalam hal ini, Rousseau menegaskan tidak ada yang diperkenankan mewakili seseorang dalam membuat peraturan perundang-undangan yang bersifat fundamental seperti itu. Rakyat dapat mendelegasikan perihal pelaksanaan peraturan kepada penjabat negara, tetapi rakyat tidak dapat mendelegasikan kewenangan membuat peraturan karena jika mereka mendelegasikannya maka mereka sesungguhnya menjadi budak-budak segera setelah mereka memilih wakil-wakilnya. Demokrasi semacam itu tentu hanya sesual dengan komunitas yang kecil atau untuk negara yang penduduknya sedikit. Bagi Rousseau, suatu demokrasi untuk dapat terwujud memerlukan suatu tingkat kebajikan kewarganegaraan (civic virtues).

Oleh karena itu, pemegang kedaulatan sebagai badan politik seyogianya menetapkan semacam “agama politik” (civil religion) yang berisi dogma-dogma pokok untuk kewajiban-kewajiban sosial politik. Agama politik ini menurut Rousseau hanya akan mengatur sikap-sikap dan perilaku umum, sedangkan untuk kehidupan pribadi, setiap orang bebas menganut kepercayaan apa saja yang dipilih.

Lagi pula, dogma-dogma publik agama politik ini begitu sedikit jumlahnya sehingga sebagian besar warga masyarakat tidak akan mengalami kesukaran menaatinya. Selanjutnya disimpulkan, setiap orang yang menolak untuk menaati dogma-dogma publik agama politik dapat dikenakan sanksi. Dengan demikian, setiap negara bangsa menetapkan sejumlah kewajiban-kewajiban yang harus dilaksanakan oleh setiap warga negara, sebagaimaria tampak dalam mata pelajaran kewarganegaraan (civic).
John Locke berpendapat, kebebasan individu hanya apat dijamin dengan suatu pemerintah yang memiliki kewenangan yang terbatas.

Sebelum terbentuknya masyarakat dan pemerintah, secara alamiah manusia berada dalam keadaan yang bebas sama sekali dan berkedudukan sama. Karena bebas dan berkedudukan sama, tiada orang yang bermaksud merugikan kehidupan, kebebasan, dan harta milik orang lain. Manusia bersifat rasional karena dialah satu-satunya makhluk yang memiiiki akal budi.

Setiap manusia berhak mendapatkan “milik pribadi” (properti) karena manusia juga makhluk pencari milik pribadi. Fungsi pemerintah, menurut Locke ialah memelihara “miilik pribadi”, yakni perdamaian, keselamatan dan kebaikan bersama setiap warga masyarakat.

Milik pribadi itu dapat dijamin dengan cara menetapkan hukum sebagai patokan atas dasar benar dan salah, memilih hakim-hakim yang tidak pandang bulu dengan kewenangan untuk memutuskan semua perselisihan, dan dengan membentuk suatu administrasi yang memiliki kewenangan untuk menegakkan hukum.

Dalam mengembangkan kebebasan individu, pemerintah harus melindungi dan menjamin persaingan ekonomi yang bebas dan sehat diantara individu yang cenderung meimentingkan diri sendiri. Karena setiap orang bebas dan berkedudukan sama maka setiap orang merupakan individu yang otonom. Hail ini berarti, setiap orang memiliki hak untuk memerintah diri sendiri. Pada pihak lain, setiap pemerintah harus memiliki kewenangan tertinggi atas warganya. Pemerintah harus ditaati oleh para warga negara.

Dilema pemenintahan gaya Locke ialah berupa suatu pemerintah memiliki yang kewenangan hanya sepanjang itu menjamin hak-hak individu, tetapi setiap pemerintahan yang stabil harus merninta agar individu (warga masyarakat) mengurangi kebebasan mutlak demi terciptanya tertib sosial.

Locke memberi jalan keluar atas dilema itu. la mengemukakan pemerintah ditetapkan berdasarkan persetujuan yang diperintah. Dengan menaati hukum yang ditetapkan pemerintah, sesungguhnya warga masyarakat berarti menaati diri sendiri karena pemenintahan itu ditetapkan sesuai dengan persetujuan warga masyarakat. Persetujuan warga masyarakat terhadap tindakan pemerintah dapat diiakukan oleh warga masyarakat sendiri atau wakil-wakil mereka. Persetujuan rakyat (warga masyarakat) berarti persetujuan mayoritas warga masyarakat. Bagi Locke, setiap individu harus menyesuaikan diri dengan kehendak mayor tas.

Karena setiap Individu nenyumbangkan jumlah “kekuatan” (fisik dan moral) yang sama maka setiap keputusan yang disetujuì oleh jumlah individu yang lebih banyak harus diterima sebagai keputusan yang mengikat karena kekuatan yang lebih besar itu.

Dapatlah disimpulkan dan pandangan itu bahwa Locke membenarkan tirani mayoritas sebab tindakan majoritas mungkin saja melanggar hak-hak individu kalangan minoritas.

Akan tetapi, untuk melindungi hak-hak golongan minoritas dan hak-hak individu dan tirani kekuasaan yang absolut dan sembarangan, menurut Locke, pemerintah harus melaksanakan kewenangannya berdasarkan hukum (rule of law). Baginya, pemenintahan berdasarkan hukum tidak hanya menuntut semua pejabat negara yang bertindak sesuai dengan hukum, tetapi juga pembuat hukum (legislatif) harus terpisah dan pelaksana hukum (eksekutif) dan pengadilan (judikatif).

Dengan pemisahan kekuasaan Itu, konsentrasi kekuasaan pada tangan seseorang atau kelompok orang dapat dicegah. Pemerintahan berdasarkan hukum dan pemisahan kekuasaan, menurut Locke dapat mengendalikan sifat mementingkan diri sendiri dan melayani kepentingan sendiri dan orang yang berwenang. Atas dasar itu, Locke mengemukakan empat persyaratan bagi kewenangan legislatif, yakni menetapkan suatu hukum bagi semua orang atau suatu hukum yang tidak pandang bulu, membuat hukum yang hanya bertujuan bagi kebaikan warga masyarakat, tidak mengenakan atau menikkan pajak atas harta benda warga masyarakat tanpa persetujuan warga masyarakat (no tax without representation), dan tidak mengalihkan kewenangan membuat hukum kepada lembaga yang lain.
Dalam sebuah artikel yang ditulis oleh Dr. Magomedov, asisten pada lembaga General Hygiene and Ecology (Kesehatan Umum dan Ekologi) di Daghestan State Medical Academy' dijelaskan bagaimana wudhu dapat menstimulasi/merangsang irama tubuh alami. Rangsangan ini muncul pada seluruh tubuh, khususnya pada area yang disebut Biological Active Spots (BASes) atau titik-titik aktif biologis. Menurut riset ini, BASes mirip dengan titiktitik refleksologi Cina.

Bedanya, terang Dr. Magomedov, untuk menguasai titik-titik refleksi Cina dengan tuntas paling tidak dibutuhkan waktu 15-20 tahun. Bandingkan dengan praktek wudhu yang sangat sederhana. Keutamaan lainnya, refleksologi hanya berfungsi menyembuhkan sedangkan wudhu sangat efektif mencegah masuknya bibit penyakit.

Menurut peneliti yang juga menguasai ilmu refleksologi Cina ini, 61 dari 65 titik refleks Cina adalah bagian tubuh yang dibasuh air wudhu. Lima lainnya terletak antara tumit dan lutut, di mana bagian ini juga, merupakan area wudhu yang tidak diwajibkan.

Sistem metabolisme tubuh manusia terhubung dengan jutaan syaraf yang ujungnya tersebar di sepanjang kulit. Guyuran air wudhu dalam konsep pengobatan modern adalah hidromassage alias pijat dengan memanfaatkan air sebagai media penyembuhan.

Membasuh area wajah misalnya, pijatan air akan memberi efek positif pada usus, ginjal, dan sistem saraf maupun reproduksi. Membasuh kaki kiri berefek positif pada kelenjar pituitari, otak yang mengatur fungsi-fungsi kelenjar endokrin (kelenjar yang bertugas mengatur pengeluaran hormon dan mengendalikan pertumbuhan). Di telinga terdapat ratusan titik biologis yang akan menurunkan tekanan darah dan mengurangi sakit.

Blogger Template -

Copyright 2017 Ayudadeblogger.com All Rights Reserved.