Author

http://www.ayudadeblogger.com/
Gagal jantung sering disebut gagal jantung congestive (congestive heart failure) adalah ketidakmampuan jantung untuk memompa darah untuk memenuhi kebutuhan jaringan akan oksigen dan nutrisi. Gagal jantung tidak berarti bahwa jantung benar-benar gagal bekerja. Ketika gagal jantung menimpa seseorang berarti tidak adanya kemampuan jantung untuk memompa darah karena jantung menjadi lemah dan kurang bertenaga. Seperti, perputaran aliran darah melalui jantung dan tubuh dengan lebih lambat, menyebabkan meningkatnya tekanan dalam pembuluh darah. Hal ini mengakibatkan pembuluh darah mendorong cairannya ke jaringan tubuh lainnya, menyebabkan penumpukan di paru-paru, hati, tangan, kaki, dan saluran pencernaan

Penyebab gagal jantung yag paling sering adalah kelainan fungsi otot jantung yang disebabkan oleh:

1. Aterosklerosis koroner (mengakibatkan terganggunya aliran darah ke otot jantung, sehingga fungsi otot jantung terganggu)

2. Hipertensi sistemik atau pulmonal (meningkatkan beban kerja jantung dan hipertrofi serabut otot jantung, yang dianggap sebagai mekanisme kompensasi untuk meningkatkan kontraktilitas jantung, namun pada saatnya kondisi hipertrofi otot jantung tersebut dapat menyebabkan fungsi jantung terganggu dan akhirnya terjadi gagal jantung).

3. Penyakit miokardium degeneratif dan peradangan (secara langsung dapat merusak serabut otot jantung, sehingga menyebabkan kontraktilitas jantung menurun.

4. Tekanan Darah Tinggi (hipertensi). Pada kondisi hipertensi, darah dipompa dari jantung dengan tekanan yang lebih tinggi dari normal untuk dapat melwan tekanan di pembuluh darah arteri perifer. Pembuluh darah arteri mengalami peningkatan tekanan karena adanya proses ateroslerosis yang menimbulkan kekakuan pada pembuluh darah. akibat adanya tekanan darah yang tinggi, maka otot jantung dipaksa bekerja lebih keras lagi untuk memompa darah. dalam jangka panjang otot jantung akan mengalami penebalan untuk mengkompensasi kerja ekst4ra tersebut akibatnya otot jantung juga akan mengalami kekakuan saat fase pengisian sehingga proses pemompaan tidak efektif.

Tanda dominan gagal jantung adalah meningkatnya volume intravaskuler yang dapat menyebabkan edema dan penambahan berat badan. Tanda yang lain adalah peningkatan tekanan vena pulmonalis yang dapat menyebabkan edema paru. Hasil pemeriksaan radiologi pada pasien yang mengalami gagal jantung, umumnya ditemukan pembesaran jantung (kardiomegali) menunjukkan adanya hipertrofi dan atau dilatasi jantung (Ignatavicius, et al. 1995, p.894). Rasio besar jantung dengan diameter thorax (Cardiac Thorax Ratio/ CTR) pada orang normal adalah kurang dari 50%, sedangkan pada kardiomegali CTRnya adalah lebih dari 50%.

Efek ketidakmampuan jantung memompa darah dengan adekwat menyebabkan curah jantung dan perfusi darah ke seluruh jaringan tubuh menjadi menurun, termasuk perfusi ke organ ginjal. Apabila perfusi ke ginjal menurun, maka fungsi ginjal juga akan menurun, khususnya dalam mengekskresikan sisa metabolisme tubuh. Kerusakan/menurunnya fungsi ginjal dapat direfleksikan dengan adanya peningkatan kadar sisa metabolisme tubuh, diantaranya: blood urea nitrogen (BUN), serum creatinine, dan penurunan nilai creatinine clearance (Ignatavicius, et al. 1995, p.893).

Nilai kreatinin serum yang normal = 0,5-1,1 mg/dl pada perempuan dan 0,6-1,2 mg/dl pada pria, Ureum atau Blood Urea Nitrogen (BUN) yang normal = 10 - 20 mg/dl; dan nilai kliren kreatinin (CCT) normal = 97-137 ml/menit pada pria, dan 88-128 ml/menit pada perempuan (Ignatavicius, 1995, pp.2121-2124).

Bisanya gejala yang timbul akibat gagal jantung adalah sesak napas yang biasanya berkaitan dengan aktivitas yang berat atau apabila sudah memburuk sesak napas teteap dirasakan meskipun pada saat istirahat. Gejala yang lain adalah lemah badan serta terasa lesu. Pada gagal jantung kronis beberapa gejala khas dapat muncul yaitu sering terbangun malam hari karena sesak atau merasa sesak bila berbaring lama sehingga terbiasa tidur dengan bantal yang tinggi.

Cara perawatan gagal jantung yaitu berdasarkan situasi dan kondisi pasien. Pada tahap pertama, penderita gagal jantung diberi obat yang berfungsi untuk memperbesar pembuluh darah dan membantu lancarnya aliran darah.

Selain obat-obat kimia tersebut, beberapa tanaman obat dapat membantu Anda yang mengalami gagal jantung diantaranya Noni Juice dan Sarang Semut. Kedua herbal tersebut dapat membantu mengatasi gejala-gejala gagal jantung.

Mekanismenya ialah dengan menyehatkan pembuluh darah yang menyempit dan melancarkan peredaran darah serta dengan merevitalisasi sel-sel jantung yang mungkin rusak.

Jika obat-obatan medis dan herbal tidak lagi dapat mengatasi gangguan gagal jantung, operasi dan transplantasi jantung merupakan pilihan terakhir bagi kehidupan Anda.
Pada dasar pada setiap pekerjaan selalu ada bahaya yang mengancam manusia, mahluk hidup lainnya, aset-aset disekitar. Kerugian / risiko yang diakibatkan bervariasi dari yang sangat kecil sampai kepada yang terbesar dan kematian. Kecelakaan selalu diartikan sebagai kejadian yang tidak dapat diduga. Kecelakaan kerja dapat terjadi karena kondisi yang tidak membawa keselamatan kerja, atau perbuatan yang tidak selamat. Kecelakaan kerja dapat didefinisikan sebagai setiap perbuatan atau kondisi tidak selamat yang dapat mengakibatkan kecelakaan. Berdasarkan definisi kecelakaan kerja maka lahirlah keselamatan dan kesehatan kerja yang mengatakan bahwa cara menanggulangi kecelakaan kerja adalah dengan meniadakan unsur penyebab kecelakaan dan atau mengadakan pengawasan yang ketat. (Silalahi, 1995)

Kesehatan dan keselamatan kerja sangat penting bagi moral, legalitas, dan finansial. Semua organisasi memiliki kewajiban untuk memastikan bahwa pekerja dan orang lain yang terlibat tetap berada dalam kondisi aman sepanjang waktu. Praktek K3 (keselamatan kesehatan kerja) meliputi pencegahan, pemberian sanksi, dan kompensasi, juga penyembuhan luka dan perawatan untuk pekerja dan menyediakan perawatan kesehatan dan cuti sakit.

Keselamatan dan kesehatan kerja pada dasarnya mencari dan mengungkapkan kelemahan yang memungkinkan terjadinya kecelakaan. Fungsi ini dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu mengungkapkan sebab-akibat suatu kecelakaan dan meneliti apakah pengendalian secara cermat dilakukan atau tidak.

Menurut Sunyoto (2012:242) ada tiga alasan pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja:

a. Berdasarkan Perikemanusiaan

Pertama-tama para manajer mengadakan pencegahan kecelakaan atas dasar perikemanusiaan yang sesungguhnya. Mereka melakukan demikian untuk mengurangi sebanyak-banyaknya rasa sakit, dan pekerja yang menderita luka serta keluarganya sering diberi penjelasan mengenai akibat kecelakaan.

b. Berdasarkan undang-undang

Karena pada saat ini di Amerika terdapat undang-undang federal, undang-undang negara bagian dan undang-undang kota praja tentang keselamatan dan kesehatan kerja dan bagi mereka yang melanggar dijatuhkan denda.

c. Ekonomis

Yaitu agar perusahaan menjadi sadar akan keselamatan kerja karena biaya kecelakaan dapat berjumlah sangat besar bagi perusahaan.

Sedangkan menurut Menurut Mangkunegara (2002,165) bahwa tujuan dari keselamatan dan kesehatan kerja adalah sebagai berikut:

a. Agar setiap pegawai mendapat jaminan keselamatan dan kesehatan kerja baik secara fisik, sosial, dan psikologis.

b. Agar setiap pegawai merasa aman dan terlindungi dalam bekerja

c. Agar adanya jaminan atas pemeliharaan dan peningkatan kesehatan gizi pegawai.

d. Agar terhindar dari gangguan kesehatan yang disebabkan oleh lingkungan atau kondisi kerja.
Tawassul adalah memohon kepada Allah swt melalui perantara orang-orang yang dicintai-Nya, seperti para Nabi dan Wali. Dikarenakan mereka adalah orang-orang yang telah diridhoi dan telah diberi derajat yang tinggi di sisi Allah swt.
 
Berikut ini teks doa tawassul dalam bahasa arabnya:


اَللَّهُمَّ إِنِّي اسْالُكَ وَاتَوَجَّهُ إِلَيْكَ
بِنَبِيِّكَ نَبِيِّ ٱلرَّحْمَةِ
مُحَمَّدٍ صَلَّىٰ ٱللَّهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ

يَا ابَا ٱلْقَاسِمِ
يَا رَسُولَ ٱللَّهِ يَا إِمَامَ ٱلرَّحْمَةِ
يَا سَيِّدَنَا وَمَوْلاَنَا
إِنَّا تَوَجَّهْنَا وَٱسْتَشْفَعْنَا
وَتَوَسَّلْنَا بِكَ إِلَىٰ ٱللَّهِ
وَقَدَّمْنَاكَ بَيْنَ يَدَيْ حَاجَاتِنَا
يَا وَجِيهاً عِنْدَ ٱللَّهِ
إِشْفَعْ لَنَا عِنْدَ ٱللَّهِ

يَا ابَا ٱلْحَسَنِ
يَا امِيرَ ٱلْمُؤْمِنِينَ يَا عَلِيُّ بْنَ ابِي طَالِبٍ
يَا حُجَّةَ ٱللَّهِ عَلَىٰ خَلْقِهِ
يَا سَيِّدَنَا وَمَوْلاَنَا
إِنَّا تَوَجَّهْنَا وَٱسْتَشْفَعْنَا
وَتَوَسَّلْنَا بِكَ إِلَىٰ اللّهِ
وَقَدَّمْنَاكَ بَيْنَ يَدَيْ حَاجَاتِنَا
يَا وَجِيهاً عِنْدَ ٱللَّهِ
إِشْفَعْ لَنَا عِنْدَ ٱللَّهِ

يَا فَاطِمَةُ ٱلزَّهْرَاءُ
يَا بِنْتَ مُحَمَّدٍ يَا قُرَّةَ عَيْنِ ٱلرَّسُولِ
يَا سَيِّدَتَنَاوَمَوْلاَتَنَا
إِنَّا تَوَجَّهْنَا وَٱسْتَشْفَعْنَا
وَتَوَسَّلْنَا بِكِ إِلَىٰ ٱللَّهِ
وَقَدَّمْنَاكِ بَيْنَ يَدَيْ حَاجَاتِنَا
يَا وَجِيهَةً عِنْدَ ٱللَّهِ
إِشْفَعي لَنَا عِنْدَ ٱللَّهِ

يَا ابَا مُحَمَّدٍ
يَا حَسَنُ بْنَ عَلِيٍّ ايُّهَا ٱلْمجْتَبَىٰ
يَا بْنَ رَسُولِ ٱللَّهِ
يَا حُجَّةَ ٱللَّهِ عَلَىٰ خَلْقِهِ
يَا سَيِّدَنَا وَمَوْلاَنَا
إِنَّا تَوَجَّهْنَا وَٱسْتَشْفَعْنَا
وَتَوَسَّلْنَا بِكَ إِلَىٰ ٱللَّهِ
وَقَدَّمْنَاكَ بَيْنَ يَدَيْ حَاجَاتِنَا
يَا وَجِيهاً عِنْدَ ٱللَّهِ
إِشْفَعْ لَنَا عِنْدَ ٱللَّهِ

يَا ابَا عَبْدِ ٱللَّهِ
يَا حُسَيْنُ بْنَ عَلِيٍّ ايُّهَا ٱلشَّهِيدُ
يَا بْنَ رَسُولِ ٱللَّهِ
يَا حُجَّةَ ٱللَّهِ عَلَىٰ خَلْقِهِ
يَا سَيِّدَنَا وَمَوْلاَنَا
إِنَّا تَوَجَّهْنَا وَٱسْتَشْفَعْنَا
وَتَوَسَّلْنَا بِكَ إِلَىٰ ٱللَّهِ
وَقَدَّمْنَاكَ بَيْنَ يَدَيْ حَاجَاتِنَا
يَا وَجِيهاً عِنْدَ ٱللَّهِ
إِشْفَعْ لَنَا عِنْدَ ٱللَّهِ

يَا ابَا ٱلْحَسَنِ
يَا عَلِيُّ بْنَ ٱلْحُسَيْنِ يَا زَيْنَ ٱلْعَابِدينَ
يَا بْنَ رَسُولِ ٱللَّهِ
يَا حُجَّةَ ٱللَّهِ عَلَىٰ خَلْقِهِ
يَا سَيِّدَنَا وَمَوْلاَنَا
إِنَّا تَوَجَّهْنَا وَٱسْتَشْفَعْنَا
وَتَوَسَّلْنَا بِكَ إِلَىٰ ٱللَّهِ
وَقَدَّمْنَاكَ بَيْنَ يَدَيْ حَاجَاتِنَا
يَا وَجِيهاً عِنْدَ ٱللَّهِ
إِشْفَعْ لَنَا عِنْدَ ٱللَّه

يَا ابَا جَعْفَرٍ
يَا مُحَمَّدُ بْنَ عَلِيٍّ ايُّهَا ٱلْبَاقِرُ
يَا بْنَ رَسُولِ ٱللَّهِ
يَا حُجَّةَ ٱللَّهِ عَلَىٰ خَلْقِهِ
يَا سَيِّدَنَا وَمَوْلاَنَا
إِنَّا تَوَجَّهْنَا وَٱسْتَشْفَعْنَا
وَتَوَسَّلْنَا بِكَ إِلَىٰ ٱللَّهِ
وَقَدَّمْنَاكَ بَيْنَ يَدَيْ حَاجَاتِنَا
يَا وَجِيهاً عِنْدَ ٱللَّهِ
إِشْفَعْ لَنَا عِنْدَ ٱللَّهِ

يَا ابَا عَبْدِ ٱللَّهِ
يَا جَعْفَرُ بْنَ مُحَمَّدٍ ايُّهَا ٱلصَّادِقُ
يَا بْنَ رَسُولِ ٱللَّهِ
يَا حُجَّةَ ٱللَّهِ عَلَىٰ خَلْقِهِ
يَا سَيِّدَنَا وَمَوْلاَنَا
إِنَّا تَوَجَّهْنَا وَٱسْتَشْفَعْنَا
وَتَوَسَّلْنَا بِكَ إِلَىٰ ٱللَّهِ
وَقَدَّمْنَاكَ بَيْنَ يَدَيْ حَاجَاتِنَا
يَا وَجِيهاً عِنْدَ ٱللَّهِ
إِشْفَعْ لَنَا عِنْدَ ٱللَّهِ

يَا ابَا ٱلْحَسَنِ
يَا مُوسَىٰ بْنَ جَعْفَرٍ ايُّهَا ٱلْكَاظِمُ
يَا بْنَ رَسُولِ ٱللَّهِ
يَا حُجَّةَ ٱللَّهِ عَلَىٰ خَلْقِهِ
يَا سَيِّدَنَا وَمَوْلاَنَا
إِنَّا تَوَجَّهْنَا وَٱسْتَشْفَعْنَا
وَتَوَسَّلْنَا بِكَ إِلَىٰ ٱللَّهِ
وَقَدَّمْنَاكَ بَيْنَ يَدَيْ حَاجَاتِنَا
يَا وَجِيهاً عِنْدَ ٱللَّهِ
إِشْفَعْ لَنَا عِنْدَ ٱللَّهِ

يَا ابَا ٱلْحَسَنِ
يَا عَلِيُّ بْنَ مُوسَىٰ ايُّهَا ٱلرِّضَا
يَا بْنَ رَسُولِ ٱللَّهِ
يَا حُجَّةَ ٱللَّهِ عَلَىٰ خَلْقِهِ
يَا سَيِّدَنَا وَمَوْلاَنَا
إِنَّا تَوَجَّهْنَا وَٱسْتشْفَعْنَا
وَتَوَسَّلْنَا بِكَ إِلَىٰ ٱللَّهِ
وَقَدَّمْنَاكَ بَيْنَ يَدَيْ حَاجَاتِنَا
يَا وَجِيهاً عِنْدَ ٱللَّهِ
إِشْفَعْ لَنَا عِنْدَ ٱللَّهِ

يَا ابَا جَعْفَرٍ
يَا مُحَمَّدُ بْنَ عَلِيٍّ
ايُّهَا ٱلتَّقِيُّ ٱلْجَوَادُ
يَا بْنَ رَسُولِ ٱللَّهِ
يَا حُجَّةَ ٱللَّهِ عَلَىٰ خَلْقِهِ
يَا سَيِّدَنَا وَمَوْلاَنَا
إِنَّا تَوَجَّهْنَا وَٱسْتَشْفَعْنَا
وَتَوَسَّلْنَا بِكَ إِلَىٰ ٱللَّهِ
وَقَدَّمْنَاكَ بَيْنَ يَدَيْ حَاجَاتِنَا
يَا وَجِيهاً عِنْدَ ٱللَّهِ
إِشْفَعْ لَنَا عِنْدَ ٱللَّهِ

يَا ابَا ٱلْحَسَنِ
يَا عَلِيُّ بْنَ مُحَمَّدٍ
ايُّهَا ٱلْهَادِي ٱلنَّقِيُّ
يَا بْنَ رَسُولِ ٱللَّهِ
يَا حُجَّةَ ٱللَّهِ عَلَىٰ خَلْقِهِ
يَا سَيِّدَنَا وَمَوْلاَنَا
إِنَّا تَوَجَّهْنَا وَٱسْتَشْفَعْنَا
وَتَوَسَّلْنَا بِكَ إِلَىٰ ٱللَّهِ
وَقَدَّمْنَاكَ بَيْنَ يَدَيْ حَاجَاتِنَا
يَا وَجِيهاً عِنْدَ ٱللَّهِ
إِشْفَعْ لَنَا عِنْدَ ٱللَّه

يَا ابَا مُحَمَّدٍ
يَا حَسَنُ بْنَ عَلِيٍّ
ايُّهَا ٱلزَّكِيُّ ٱلْعَسْكَرِيُّ
يَا بْنَ رَسُولِ ٱللَّهِ
يَا حُجَّةَ ٱللَّهِ عَلَىٰ خَلْقِهِ
يَا سَيِّدَنَا وَمَوْلاَنَا
إِنَّا تَوَجَّهْنَا وَٱسْتشْفَعْنَا
وَتَوَسَّلْنَا بِكَ إِلَىٰ ٱللَّهِ
وَقَدَّمْنَاكَ بَيْنَ يَدَيْ حَاجَاتِنَا
يَا وَجِيهاً عِنْدَ ٱللَّهِ
إِشْفَعْ لَنَا عِنْدَ ٱللَّهِ

ِيَا وَصِيَّ ٱلْحَسَنِ
وَٱلْخَلَفُ ٱلْحُجَّةُ
ايُّهَا ٱلْقَائِمُ ٱلْمُنْتَظَرُ ٱلْمَهْدِيُّ
يَا بْنَ رَسُولِ ٱللَّهِ
يَا حُجَّةَ ٱللَّهِ عَلَىٰ خَلْقِهِ
يَا سَيِّدَنَا وَمَوْلاَنَا
إِنَّا تَوَجَّهْنَا وَٱسْتَشْفَعْنَا
وَتَوَسَّلْنَا بِكَ إِلَىٰ ٱللَّهِ
وَقَدَّمْنَاكَ بَيْنَ يَدَيْ حَاجَاتِنَا
يَا وَجِيهاً عِنْدَ ٱللَّهِ
إِشْفَعْ لَنَا عِنْدَ ٱللَّهِ

يَا سَادَتِي وَمَوَالِيَّ
إِنِّي تَوَجَّهْتُ بِكُمْ
ائِمَّتِي وَعُدَّتِي
لِيَوْمِ فَقْرِي وَحَاجَتِي
إِلَىٰ ٱللَّهِ
وَتَوَسَّلْتُ بِكُمْ إِلَىٰ ٱللَّهِ
وَٱسْتَشْفَعْتُ بِكُمْ إِلَىٰ ٱللَّهِ
فَٱشْفَعُوا لِي عِنْدَ ٱللَّهِ
وَٱسْتَنْقِذُونِي مِنْ ذُنُوبِي عِنْدَ ٱللَّهِ
فَإنَّكُمْ وَسيلَتِي إِلَىٰ ٱللَّهِ
وَبِحُبِّكُمْ وَبِقُرْبِكُمْ ارْجُو نَجَاةً مِنَ ٱللَّهِ
فَكُونُوا عِنْدَ ٱللَّهِ رَجَائِي
يَا سَادَتِي يَا اوْلِيَاءَ ٱللَّهِ
صَلَّىٰ ٱللَّهُ عَلَيْهِمْ اجْمَعينَ
وَلَعَنَ ٱللَّهُ اعْدَاءَ ٱللَّهِ ظَالِمِيهِمْ
مِنَ ٱلاوَّلِينَ وَٱلآخِرِينَ
آمِينَ رَبَّ ٱلْعَالَمينَ
 
Arti Dari Doa Tawassul ini Sebagai Berikut:

Doa itu Ya Allah, sesungguhnya aku memohon dan menghadap kepada-Mu dengan (perantara) Nabi-Mu, Nabi (pembawa) rahmat, Muhammad, shalawat atasnya dan keluarganya;
Wahai Abul Qasim, wahai Rasulullah, wahai pemimpin (pembawa) rahmat,
Wahai junjungan dan pemimpin kami, sesunguhnya kami menghadap, meminta syafaat, dan bertawassul denganmu kepada Allah, serta mengedepankanmu demi terkabulnya hajat-hajat kami, wahai yang terpandang di sisi Allah, karuniakanlah syafaat kepada kami di sisi Allah;

Wahai Abul Hasan, wahai Amirul Mukminin, wahai Ali bin Abi Thalib,
Wahai hujjah Allah atas makhluk-Nya, wahai junjungan dan pemimpin kami, sesungguhnya kami menghadap, meminta syafaat, dan bertawassul denganmu kepada Allah, serta mengedepankanmu demi terkabulnya hajat-hajat kami, wahai yang terpandang di sisi Allah, karuniakanlah syafaat kepada kami di sisi Allah;

Wahai Fathimah az-Zahra`, wahai putri Muhammad, wahai cahaya mata Rasul,
Wahai junjungan dan pemimpin kami, sesungguhnya kami menghadap, memohon syfaat, dan bertawassul denganmu kepada Allah, serta mengedapankanmu demi terkabulnya hajat-hajat kami, wahai yang terpandang di sisi Allah, karuniakanlah syafaat kepada kami di sisi Allah;

Wahai Hasan bin Ali, wahai al-Mujtabâ, wahai putra Rasulullah,
Wahai hujjah Allah atas makhluk-Nya, wahai junjungan dan pemimpin kami, sesungguhnya kami menghadap, meminta syafaat, dan bertawassul denganmu kepada Allah, serta mengedepankanmu demi terkabulnya hajat-hajat kami, wahai yang terpandang di sisi Allah, karuniakanlah syafaat kepada kami di sisi Allah;

Wahai Abu Abdillah, wahai Husein bin Ali, wahai syahid, wahai putra Rasulullah,
Wahai hujjah Allah atas makhluk-Nya, wahai junjungan dan pemimpin kami, sesungguhnya kami menghadap, meminta syafaat, dan bertawassul denganmu kepada Allah, serta mengedepankanmu demi terkabulnya hajat-hajat kami, wahai yang terpandang di sisi Allah, karuniakanlah syafaat kepada kami di sisi Allah;

Wahai Abul Hasan, wahai Ali bin Husein, wahai Zainal Abidin, wahai putra Rasulullah,
Wahai hujjah Allah atas makhluk-Nya, wahai junjungan dan pemimpin kami, sesungguhnya kami menghadap, meminta syafaat, dan bertawassul denganmu kepada Allah, serta mengedepankanmu demi terkabulnya hajat-hajat kami, wahai yang terpandang di sisi Allah, karuniakanlah syafaat kepada kami di sisi Allah;

Wahai Abu Ja’far, wahai Muhammad bin Ali, wahai al-Bâqir, wahai putra Rasulullah,
Wahai hujjah Allah atas makhluk-Nya, wahai junjungan dan pemimpin kami, sesungguhnya kami menghadap, meminta syafaat, dan bertawassul denganmu kepada Allah, serta mengedepankanmu demi terkabulnya hajat-hajat kami, wahai yang terpandang di sisi Allah, karuniakanlah syafaat kepada kami di sisi Allah;

Wahai Abu Abdillah, wahai Ja’far bin Muhammad, wahai ash-Shâdiq, wahai putra Rasulullah,
Wahai hujjah Allah atas makhluk-Nya, wahai junjungan dan pemimpin kami, sesungguhnya kami menghadap, meminta syafaat, dan bertawassul denganmu kepada Allah, serta mengedepankanmu demi terkabulnya hajat-hajat kami, wahai yang terpandang di sisi Allah, karuniakanlah syafaat kepada kami di sisi Allah;

Wahai Abul Hasan, wahai Musa bin Ja’far, wahai al-Kâzhim, wahai putra Rasulullah,
Wahai hujjah Allah atas makhluk-Nya, wahai junjungan dan pemimpin kami, sesungguhnya kami menghadap, meminta syafaat, dan bertawassul denganmu kepada Allah, serta mengedepankanmu demi terkabulnya hajat-hajat kami, wahai yang terpandang di sisi Allah, karuniakanlah syafaat kepada kami di sisi Allah;

Wahai Abul Hasan, wahai Ali bin Musa, wahai ar-Ridhâ, wahai putra Rasulullah,
Wahai hujjah Allah atas makhluk-Nya, wahai junjungan dan pemimpin kami, sesungguhnya kami menghadap, meminta syafaat, dan bertawassul denganmu kepada Allah, serta mengedepankanmu demi terkabulnya hajat-hajat kami, wahai yang terpandang di sisi Allah, karuniakanlah syafaat kepada kami di sisi Allah;

Wahai Abu Ja’far, wahai Muhammad bin Ali, wahai at-Taqî al-Jawwâd, wahai putra Rasulullah,
Wahai hujjah Allah atas makhluk-Nya, wahai junjungan dan pemimpin kami, sesungguhnya kami menghadap, meminta syafaat, dan bertawassul denganmu kepada Allah, serta mengedepankanmu demi terkabulnya hajat-hajat kami, wahai yang terpandang di sisi Allah, karuniakanlah syafaat kepada kami di sisi Allah;

Wahai Abul Hasan, wahai Ali bin Muhammad, wahai al-Hâdî an-Naqî, wahai putra Rasulullah,
Wahai hujjah Allah atas makhluk-Nya, wahai junjungan dan pemimpin kami, sesungguhnya kami menghadap, meminta syafaat, dan bertawassul denganmu kepada Allah, serta mengedepankanmu demi terkabulnya hajat-hajat kami, wahai yang terpandang di sisi Allah, karuniakanlah syafaat kepada kami di sisi Allah; 

Wahai Abu Muhammad, wahai Hasan bin Ali, wahai az-Zakî al-‘Askarî, wahai putraRasulullah,
Wahai hujjah Allah atas makhluk-Nya, wahai junjungan dan pemimpin kami, sesungguhnya kami menghadap, meminta syafaat, dan bertawassul denganmu kepada Allah, serta mengedepankanmu demi terkabulnya hajat-hajat kami, wahai yang terpandang di sisi Allah, karuniakanlah syafaat kepada kami di sisi Allah;

Wahai Washî al-Hasan, wahai pengganti yang hujjah, wahai pemimpin yang dinanti (kedatangannya), al-Mahdi, wahai putra Rasulullah,
Wahai hujjah Allah atas makhluk-Nya, wahai junjungan dan pemimpin kami, sesungguhnya kami menghadap, meminta syafaat, dan bertawassul denganmu kepada Allah, serta mengedepankanmu demi terkabulnya hajat-hajat kami, wahai yang terpandang di sisi Allah, karuniakanlah syafaat kepada kami di sisi Allah;

( Kemudian, mintalah hajat-hajat Anda. Semua hajat tersebut akan dikabulkan insyâ-Allah. Dalam sebuah hadis dianjurkan untuk membaca doa berikut setelah membaca doa Tawassul di atas. )

Wahai junjungan dan pemimpin-pemimpinku, sesungguhnya aku menghadap kepada Allah dengan (perantara) kalian para imamku dan bekalku di saat kepapaan dan keperluanku,
dan aku bertawassul dengan kalian kepada Allah, dan memohon syafaat kepada Allah melalui perantara kalian. Maka, karuniakanlah syafaat kepadaku di sisi Allah dan selamatkanlah aku dari jeratan dosa-dosaku di sisi Allah,

karena kalianlah perantaraku kepada Allah, dan hanya dengan kecintaan kepada kalian serta kedekatan kepada kalian aku memohon keselamatan kepada Allah. Oleh karena itu, jadilah kalian tumpuan harapanku di sisi Allah, wahai pemimpin-pemimpinku, wahai kekasih-kekasih Allah. Semoga Allah senantiasa mencurahkan shalawat atas mereka semua dan melaknat para musuh Allah, yaitu orang-orang yang menzalimi mereka dari yang pertama hingga yang terakhir. Amin, ya Rabbal ‘Âlamîn.
Kebanyakan dari kita tentu mengetahui jenis-jenis media iklan, benar begitu? Pada umumnya jenis-jenis memdia iklan terdiri dari cetak maupun elektronik seperti televisi, radio, koran, majalah, internet, dan lain sebagainya.

Jenis media iklan beserta kelebihan dan kekurangannya menurut Kotler (2002, hal. 670) adalah sebagai berikut :

a. Surat kabar : memiliki kelebihan diantaranya tepat waktu, jangkauan yang luas, sangat dipercaya, dan fleksibel. Sedangkan kekurangannya yakni jangka waktu yang pendek, mutu reproduksi yang buruk, “penerusan” ke audiens berikutnya kecil.

b. Majalah : Kelebihannya yaitu pilihan geografis dan demografis tinggi, kredibilitas dan gengsi, mutu reproduksi tinggi, serta jangka waktu yang panjang. Sedangkan kekurangannya yaiu ada peredaran yang sia-sia serta tidak ada jaminan posisi produk.

c. Brosur : Kelebihannya yaitu lentur, sangat terkendali, peluang interaktif, biaya relatif lebih mudah. Sedangkan kelemahannya yaitu produksi yang berlebihan bisa mengakibatkan pemborosan biaya.

d. Televisi : Kelebihannya yakni dapat menggabungkan gambar, suara, dan gerak merangsang indera, perhatian yang tinggi, serta jangkauan yang luas. Sedangkan kekurangannya yakni biaya yang sangat tinggi, pengelompokan yang tinggi, paparan bergerak cepat sehingga sulit dilihat, audiens dipilih secara kurang baik.

e. Radio : Kelebihan yaitu penggunaan massal, pilihan geografis dan demografis tinggi, serta biaya rendah. Sedangkan kekurangannya yakni hanya penyajian suara, perhatian lebih rendah daripada televisi, struktur harga tidak standar, dan tidak ada jaminan posisi.

f. Internet : Kelebihannya yaitu selektifitas tinggi, adanya kemungkinan interaktif, biaya relatif lebih rendah. Sedangkan kekurangannya yaitu media yang relatif baru yang penggunanya relatif rendah pada beberapa daerah.

g. Direct mail : Kelebihannya yaitu sasaran terpilih, fleksibel, tidak ada persaingan, serta bersifat personal. Sedangkan kekurangannya yaitu biaya relatif tinggi.

Ada juga iklan-Iklan Luar Ruang yaitu :

a. Spanduk, adalah media promosi yang biasanya terbuat dari kain atupun MMT yang dipasang secara membentang di pinggir jalan maupun lokasi usaha.

b. Billboard adalah salah satu bentuk promosi iklan luar ruang yang berbentuk seperti poster namun memiliki ukuran cukup besar, Billboard biasanya dipasang di tempat-tempat publik yang ramai seperti jalan raya, pasar, terminal, stasiun atau lainnya. Selain billboard yang dicetak dari bahan MMT, saat ini juga sudah muncul digital billboard atau yang sering disebut videotron, bahkan ada juga yang berupa iklan berjalan atau mobile billboard, yaitu billboard yang dipasang di media transportasi seperti mobil, kereta atau yang lainnya.

c. Neon Box, adalah media promosi berbentuk box atau bentuk lain yang di dalamnya diterangi lampu neon. Neon box biasanya dapat lebih mencuri perhatian pada malam hari dan diletakkan di lokasi usaha.

d. Baliho, adalah media promosi yang digunakan untuk memberitakan informasi event atau kegiatan yang berhubungan dengan masyarakat, selain itu baliho juga digunakan untuk mengiklankan suatu produk baru. Billboard dan baliho sebenarnya hampir sama, namun baliho memiliki ukuran yang lebih kecil dan pemasangannya tidak serumit Billboard.




Pengertian Periklanan

Setiap hari kita dijejali oleh ratusan tampilan iklan, baik ditelevisi,radio, surat kabar, majalah atau media yang lainnya. Ada iklan yang menarik, kurang menarik atau bahkan sama sekali tidak menarik, sehingga kita tidak pernah ingat akan iklan yang tidak menarik tersebut. Nampaknya iklan dipercayai sebagai cara untuk mendongkrak penjualan oleh kebayakan pengusaha yang punya anggaran yang besar untuk kegiatan promosi. (Subagyo 2010,hal.137)

Periklanan adalah fenomena bisnis modern. Tidak ada perusahaan yang ingin maju dan memenangkan kompetisi bisnis tanpa mengandalkan iklan. Demikian penting peran iklan dalam bisnis modern sehingga salah satu bentuk bonafiditas perusahaan terletak pada seberapa besar dana yang dialokasikan untuk iklan tersebut. Di samping itu, iklan merupakan jendela kamar dari sebuah perusahaan. Keberadaannya menghubungkan perusahaan dengan masyarakat, khususnya para konsumen. Iklan merupakan bagian dari pemasaran suatu produk (Tinarbuko, 2007 : 1)

Menurut Machfoedz (2010, hal. 139) bahwa : "Iklan adalah segala bentuk penyajian informasi dan promosi secara tidak langsung yang dilakukan oleh sponsor untuk menawarkan ide, barang atau jasa."

Subagyo ( 2010, hal. 136) mengemukakan bahwa : "Iklan adalah promosi produksi atau pelayanan non individu yang dilakukan oleh sponsor/perusahaan perorangan tertentu yang bisa diidentifikasi dan yang membayar biaya komunikasi."

Dari kedua definisi diatas, maka dapat disimpulkan bahwa iklan merupakan suatu bentuk komunikasi massa; radio, surat kabar, majalah dan sebagainya. Sehingga advertising mempunyai sifat non personal dan merupakan suatu alat untuk mempromosikan produk dan jasa tanpa mengadakan kontak langsung serta pemasang iklan harus membayar dengan tarif tertentu yang berlaku. Machfoedz (2010, hal. 141)

Fungsi dan Tujuan Periklanan

Menurut Shimp (2003, hal. 357) fungsi-fungsi periklanan meliputi :

1. Informing (memberi informasi)

Periklanan dapat memberitahukan pasar tentang suatu produk baru dan perubahan harga, menyusulkan kegunaan suatu produk baru menjelaskan cara kerja, dan membangun citra perusahaan.

2. Persuading (membujuk)

Periklanan dapat membentuk preferensi merek, mengubah persepsi konsumen tentang atribut produk, mengajak konsumen untuk mencoba produk atau jasa yang diiklankan dan membujuk konsumen untuk membeli sekarang.

3. Reminding (mengingatkan)

Iklan menjaga agar merek perusahaan tetap segar dalam ingatan para konsumen dan meningkatkan minat konsumen terhadap merek yang sudah ada.

4. Adding Value (memberikan nilai tambah)

Periklanan memberikan nilai tambah pada merek dengan mempengaruhi persepsi konsumen, sehingga seringkali merek dipandang sebagai lebih elegen, lebih bergaya,dan biasa lebih unggul dari tawaran pesaing.

Terence A. Shimp (2003, hal.375) Kemudian mengungkapkan bahwa tujuan periklanan adalah penyataan spesifik tentang eksekusi periklanan yang direncanakan dalam pengertian tentang apa yang khususnya hendak dicapai oleh iklan tersebut. Tujuan ini didasarkan pada situasi persaingan terkini, atau situasi yang akan diantisipasi dalam ketagori produk.

Sementara menurut Kotler (2000, hal.659) tujuan periklanan harus berdasarkan pada target pasar, penentuan posisi pasar, dan bauran pemasaran. Tujuan periklanan dapat digolongkan berdasarkan sasarannya, yaitu :

1. Informative advertising, diadakan secara besar-besaran pada tahap awal suatu jenis produk, tujuannya adalah untuk membentuk permintaan pertama.

2. Persuasive advertising, penting untuk dilakukan dalam tahap persaingan, tujuannya adalah membentuk permintaan selektif atas suatu merek tertentu.

3. Reminder advertising, sangat penting untuk produk yang sudah mapan, tujuannya adalah untuk mengingatkan kembali konsumen terhadap produk yang sudah dikenal dan meyakinkan konsumen bahwa mereka telah melakukan pembelian yang tepat terhadap produk tersebut.
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen untuk membeli produk barang tertentu diantaranya adalah:

1. Pengalaman langsung


Pengalaman konsumen mengenai obyek sikap dari waktu akan membentuk sikap tertentu pada konsumen. Seorang konsumen remaja putri sangat menyukai produk-produk keluaran Sari Ayu, karena dia merasa puas ketika membeli bedak, dia merasa cocok ketika membeli susu pembersih dan lipstiknya. Ketika dia membutuhkan produk tersebut juga selalu tersedia, serta tenaga jual yang melayaninya memberikan pelayanan yang sangat memuaskan.

2. Peran dan status

Hal selanjutnya yang dapat menjadi faktor sosial yang dapat mempengaruhi perilaku pembelian seseorang adalah peran dan status mereka di dalam masyarakat. Semakin tinggi peran seseorang didalam sebuah organisasi maka akan semakin tinggi pula status mereka dalam organisasi tersebut dan secara langsung dapat berdampak pada perilaku pembeliannya. Contoh seorang direktur di sebuah perusahaan tentunya memiliki status yang lebih tinggi dibandingkan dengan seorang supervisor, begitu pula dalam perilaku pembeliannya. Tentunya, seorang direktur perusahaan akan melakukan pembelian terhadap merek-merek yang berharga lebih mahal dibandingkan dengan merek lainnya.
 
3. Pengaruh keluarga

Keluarga memiliki peran penting dalam membentuk sikap perilaku. Keluarga merupakan lingkungan yang paling dekat karena konsumen melakukan interaksi lebih intensif dibandingkan dengan lingkungan yang lain. Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa sikap konsumen terhadap produk tertentu memiliki hubungan yang kuat dengan sikap orang tuanya terhadap produk tersebut. Seorang anak remaja menggunakan berbagai produk kecantikan dan perawatan tubuh seperti yang digunakan orang tuanya karena merasa sudah cocok dan terbiasa.
 
4. Teman sebaya

Teman sebaya punya tenaga yang cukup besar terutama bagi anak-anak remaja dalam pembentukan sikap. Adanya kecenderungan untuk mendapatkan penerimaan dari teman-teman sebayanya, mendorong para anak muda mudah di pengaruhi oleh kelompoknya dibandingkan sumber-sumber lainnya. Contoh kesukaan terhadap merek sepatu, tas, pakaian pada konsumen remaja cenderung anak dipengaruhi oleh rekan-rekan sebayanya. Sikap positif terhadap merek ini juga terbentuk karena pengaruh teman-temannya. 

5. Pemasaran langsung

Mulai banyaknya perusahaan yang menggunakan pemasaran langsung atas produk ang ditawarkan secara tidak langsung berpengaruh dalam pembentukan sikap konsumen. Pemasaran langsung yang dilakukan Citibank, Bank Niaga, atau beberapa produsen lainnya merupakan sarana yang potensial untuk membentuk sikap konsumen. Melalui komunikasi lewat telepon, surat yang disampaikan konsumen akan mendapatkan banyak informasi yang ini amat penting perannya dalam pembentukan skap. 

6. Sikap dan kepercayaan.

Sikap adalah suatu kecenderungan yang dipelajari untuk bereaksi terhadap penawaran produk dalam masalah yang baik ataupun kurang baik secara konsisten. Kepercayaan adalah keyakinan seseorang terhadap nilai-nilai tertentu yang akan mempengaruhi perilakunya. 

7. Tayangan media massa

Media massa yang merupakan saran komunikasi yang hampir setiap saat dijumpai konsumen dapat membentuk sikap konsumen. Karena peran media ini sangat penting dalam pembentukan sikap, maka pemasaran perlu mengetahui medai apa yang biasanya dikonsumsi oleh pasar sasarannya dan melalui media tersebut dengan rancangan pesan yang tepat, sikap positif dapat dibentuk.
Secara harfiah loyal berarti setia, atau loyalitas dapat diartikan sebagai suatu kesetiaan. Kesetiaan ini timbul tanpa adanya paksaan, tetapi timbul dari kesadaran sendiri pada masa lalu. Usaha yang dilakukan untuk menciptakan kepuasaan pelanggan lebih cenderung mempengaruhi sikap pelanggan. Sedangkan konsep loyalitas pelangan lebih menekankan kepada perilaku pembeliannya.

Istilah loyalitas sering kali diperdengarkan oleh pakar pemasaran maupun praktisi bisnis, loyalitas merupakan konsep yang tampak mudah dibicarakan dalam konteks sehari-hari, tetap menjadi lebih sulit ketika dianalisis makananya.

Perspektif tentang loyalitas pelanggan yang sering digunakan dalam penelitian selama ini ternyata mengalami banyak perubahan. Di bidang pemasaran, sebagian akademis mengaitkan loyalitas pelanggan dengan loyalitas merek (Copeland, 1923 dalam Homburg dan Giering : 2001). Ada pula yang mengaitkan dengan perilaku tertentu yaitu pembelian berulang terhadap barang atau jasa tertentu pada periode waktu tertentu (Homburg dan Giering : 2001).

Loyalitas pelanggan merupakan suatu ukuran keterikatan konsumen terhadap sebuah merek. Ukuran ini mampu memberikan gambaran tentang mungkin tidaknya pelanggan beralih ke merek produk yang lain, apabila merek tersebut didapatiadanya perubahan baik menyangkut harga maupun atribut lain (Durianto, Sugiarto dan Tony:2001). Secara umum dikatakan bahwa konsumen puas dengan keseluruhan kinerja atas produk atau jasa yang didapatkan (Bloemer dan Kasper : 1995).

Jacoby dan Kryner dalam Dharmmesta (1999), mengemukakan bahwa loyalitas pelanggan adalah (1) respon keperilakuan (yaitu pembelian), (2) yang bersifat bias (nonrandom), (3) terungkap secara terus-menerus, (4) oleh unit pengambilan keputusan, (5) dengan memperhatikan satu atau beberapa merek alternatif dari sejumlah merek sejenias, dan (6) merupakan fungsi proses psikologis (pengambilan keputusan, evaluatif).

Pendapat lain dari Oliver dalam Uncle, Rowling dan Hammond (2003) memberikan definisi bahwa loyalitas konsumen adalah komitmen yang mendalam untuk membeli ulang atau berlangganan suatu produk atau jasa secara konsisten di masa yang akan datang, dengan demikian mengakibatkan pengulangan pembellian merek yang sama walaupun dipengaruhi situasi dan upaya pemasaran yang mempunyai potensi untuk menyebabkan tindakan berpindah ke pihak lain.

Konsumen yang loyal terhadap suatu produk atau jasa memilki beberapa karakter (Assael : 2001), diantaranya :

1. Konsumen yang loyal cenderung lebih percaya diri pada pilihannya.

2. Konsumen yang lebih loyal memilih untuk mengurangi resiko dengan melakukan pembelian berulang terhadap merek yang sama.

3. Konsumen yang loyal lebih mengarah pada kesetiaan terhadap suatu toko.

4. Kelompok konsumen minor cenderung untuk lebih loyal.

Oliver dalam Chauduri dan Holbrook (2001) mendefinisikan loyalitas pelanggan sebagai sebuah komitmen yang kuat untuk membeli ulang terhadap suatu produk atau jasa secara konsisten di waktu yang akan datang, dengan demikian menyebabkan perulangan pada merek yang sama atau membeli merek yang sama, walaupun kondisi situasional dan usaha-usaha pemasaran mempunyai pengaruh yang potensial dalam perilaku pemilihan (switching behaviour). Pendapat ini diperkuat oleh penelitian sebelumnya yang telah dilakukan oleh Dick dan Bassu (1994) yang menyatakan bahwa loyalitas ditentukan oleh kekuatan dari hubungan antara sikap relatif dan pengulangan berlangganan. Sebagai dasar hubungan sikap keperilakuan denhgan loyalitas, yaitu:

1. Latent loyalty, diasosiasikan dengan sikap relatif tinggi, namun pengulangan berlangganan rendah.

2. Loyalty signifies, yaitu merupakan kesesuaian antara sikap relatif dan pengulangan berlangganan.

3. No loyalty, diasosiasikan sebagai sikap relatif rendah dan pengulangan berlangganan rendah.

4. Spurious loyalty, adalah sikap relatif yang rendah dengan pengulangan berlangganan yang tinggi.

Loyalitas pelanggan mempunyai dampak yang luar biasa pada perusahaan dan menjadi sumber keunggulan kompetitif bagi suatu perusahaan, sebagai konsekuensinya mempertinggi loyalitas pelanggam pada perusahaan jasa akan meningkatkan pendapatan, mengurangi biaya nmenambah konsumen, dan biaya yang rendah dalam memberikan profitabilitas (Lam, Shankar dan Khrisnan, 2004; Rowleys dan Dawes, 1999).

James F. Engel (1995) menemukan dua alasan pentingnya mempertahankan loyalitas pelanggan :

1. Umumnya lebih mudah mempertahankan pelanggan yang sudah ada daripada menarik pelanggan baru.

2. Kehilangan pelanggan dapat menjadi bencana bagi perusahaan. Pada dasarnya, konsumen akan melakukan pembelian percobaan terhadap sebuah merek. Apabila puas mereka akan cenderung untuk melakukan pembelian berulang terhadap merek tersebut karena yakin bahwa merek tersebut aman dan terkenal. Loyalitas merek merupakan suatu ukuran keterikatan pelanggan terhadap sebuah merek.

Jenis Loyalitas Pelanggan

Loyalitas Pelanggan dapat dikelompokkan menjadi dua bagian yaitu :

a. Loyalitas merek (brand loyality)
Loyalitas merek dapat didefinisikan sebagai sikap menyenangi terhadap suatu merek yang dipresentasikan dalam pembelian yang konsisten terhadap merek itu sepanjang waktu.

b. Loyalitas toko (store loyality)
Loyalitas toko adalah loyalitas konsumen dalam mengunjungi suatu toko dimana konsumen biasa membeli merek produk yang diinginkan, sehingga konsumen tersebut enggan berpindah ke toko lain.

Tingkatan Loyalitas Pelanggan

Tingkatan loyalitas pelanggan menurut Tjiptono (2001:110) antara lain:

a. No Loyalty (tanpa loyalitas)
Bila sikap dan perilaku pembelian ulang pelanggan sama – sama lemah, maka loyalitas tidak terbentuk.

b. Spurious Loyalty (loyalitas lemah)
Bila sikap yang relatif lemah disertai pola pembelian ulang yang kuat, maka yang terjadi adalah spurious loyalty. Situasi semacam ini ditandai dengan pengaruh faktor non sikap terhadap perilaku, misalnya norma subjektif dan faktor situasional.

c. Latent Loyalty (loyalitas tesembunyi)
Situasi latent loyalty tercermin bila sikap yang kuat disertai pola pembelian ulang yang lemah. Situasi ini menjadi perhatian para pemasar, ini disebabkan pengaruh faktor – faktor non sikap yang sama kuat atau bahkan cenderung kuat dari pada faktor sikap dalam menentukan pembelian ulang.

d. Premium Loyalty (loyalitas premium)
Situasi ini merupakan situasi ideal yang paling diharapkan para pemasar, dimana konsumen bersikap positif terhadap produk atau produsen (penyedia jasa) dan disertai pola pembelian ulang yang konsisten.

Blogger Template -

Copyright 2017 Ayudadeblogger.com All Rights Reserved.