Author

http://www.ayudadeblogger.com/
Iklan Narkoba
Iklan adalah sebuah istilah yang berasal dari bahasa Arab ‘i’lan, yang memiliki arti ‘penyiaran’, ‘pemberitahuan’, atau ‘pengumuman’.

Dalam bahasa Indonesia, iklan ialah sebuah informasi atau berita yang disampaikan oleh seseorang, sekelompok orang, badan, atau suatu instansi kepada masyarakat agar mereka dapat memanfaatkannya atau membeli sesuatu yang ditawarkan oleh iklan tersebut.

Iklan tersebut dapat dilakukan melalui selebaran, spanduk, papan iklan, media cetak, media elektronik, maupun media sosial, dan lainnya.

Bagi masyarakat, iklan memiliki manfaatnya dan kerugian nya. Manfaat iklan itu antara lain sebagai berikut.

Pertama, masyarakat akan mendapatkan informasi penting tentang sesuatu yang dibawa oleh iklan itu, seperti informasi tentang makanan dan minuman, obat-obatan, barang-barang elektronik, dan lain sebagainya.

Kedua, menambah masukan bagi pembuat iklan dan media iklan, karena seseorang yang membutuhkan sesuatu barang yang ditawarkaan oleh iklan itu, diharapkan akan membelinya.Demiklan pula bagi pemilik barang akan membayar kepada pemilik media yang bersangkutan.

Ketiga, akan menambah keindahan terhadap lingkungan. Tentu yang dimaksud dalam hal ini adalah iklan yang dipasang di pinggir-pinggir jalan, di pertigaan atau perempatan jalan, atau di tempat-tempat yang strategis untuk iklan. Bila dipasang dengan rapi serta memperhatikan nilai-nilai seni dan keindahan lingkungan, tentu iklan itu akan menambah indahnya lingkungan.

Keempat, iklan itu juga akan memberi hiburan segar bagi pendengar atau pemirsa, misalnya iklan di radio atau di TV yang dipoles dengan sedikit humor, akan memberi hiburan segar.

Dalam hal memberikan manfaat, Rasulullah saw bersabda, Barangsiapa di antara kamu yang bisa memberikan manfaat kepada saudaranya (atau oran g lain) maka lakukanlah.” (HR Muslim)

Dalam hal iklan ini, bila iklan ternyata memberi manfaat terhadap orang lain maka lakukanlah.

Walaupun demiklan, ternyata banyak sekali iklan yang menimbulkan kerugian kepada masyarakat. Hal itu banyak kita saksikan dalam kehidupan kita sehari-hari. Banyak iklan suatu barang yang dilakukan dengan cara-cara yang berlebihan, tidak sesuai dengan kenyataan, sehingga banyak orang yang disesatkan oleh iklan tersebut.

Misalnya, tentang iklan penjualan rumah rumah baru, dengan janji yang muluk-muluk: jalan menuju lokasi dijamin bagus dan lancar, bangunan bagus dan berkualitas tinggi, air bersih, bebas banjir, dan cicilan ringan.

Setelah seseorang terbius iklan dan dia membeli rumah tersebut, ternyata yang dia dapati berbeda dengan yang dijanjikan iklan. Jalannya cepat rusak, rawan macet, bangunan jelek dan berkualitas rendah, air tidak bersih, dan rawan banjir. Tentu yang demiklan membuat orang sangat kecewa.

Contoh lain lagi, misalnya obat-obatan, kosmetik, dan barang barang kebutuhan lain yang diiklankan di media cetak, radio, maupun TV, dengan janji serba nomor satu, manjur, dan memuaskan. Setelah iklan itu dibuktikan, ternyata hanya omong kosong, bahkan ada yang berakibat fatal bagi pemakainya.

Banyak pula iklan yang melecehkan aurat wanita, mengundang maksiat, serta merendahkan martabat kaum wanita dan martabat manusia pada umumnya. Banyak sekali iklan yang menampilkan wanita-wanita berpakaian seronok dan selalu mengedepankan unsur-unsur yang berbau seksual.

Secara tidak langsung, iklan-iklan tersebut juga bertanggung jawab terhadap maraknya ke maksiatan dan kerusakan moral.

Banyak pula iklan yang dipasang di pinggir-pinggir jalan dan tempat-tempat strategis lain yang tidak mempertimbangkan nilai seni dan keindahan lingkungan sehingga merusak pemandangan.

Hal seperti itu dapat terjadi oleh karena hal-hal benkut ini.

Pertama, akibat persaingan hidup yang semakin tidak sehat, yaitu persaingan hidup yang tidak lagi dilandasi oleh etika dan moral, segala macam cara diupayakan demi keuntungan usahanya sendiri, tak peduli kepada kerugian usaha orang lain.

Ternyata persaingan tidak sehat itu tidak hanya dalam hal lapangan kerja, tetapi termasuk juga iklan-iklan. Iklan-iklan saling berebut konsumen (pembeli) dengan janji bohong, tidak peduli dengan kualitas barang dan kerugian pembeli. Akibatnya, konsumen dikecewakan.

Sebenarnya, persaingan itu dibolehkan selama dilandasi moral agama, saling menguntungkan, dan tidak saling merugikan, apalagi menjatuhkan.

Kedua, yang menyebabkan terjadinya penyimpangan dalam periklanan ialah karena ingin cepat mendapatkan keuntungan yang banyak dan ingin cepat menjadi pengusaha konglomerat.

Seseorang yang ingin cepat mendapatkan untung banyak dan ingin cepat kaya raya, tetapi keinginannya tidak dinapasi nilai-nilai etika dan moral, maka ia akan melakukan segala macam jalan, termasuk melakukan kedustaan dalam membuat iklan, demi meraih keuntungan yang banyak.

Ketiga, yang menyebabkan terjadinya pelanggaran dalam periklanan ialah karena tidak menyadari bahwa wanita merupakan sumber fitnah dan kerusakan moral bila kehormatannya tidak dijaga.

Pengusaha menampilkan wanita-wanita seksi dalam iklannya agar orang-orang suka melihatnya dan sekaligus mengenal barang yang diiklankannya. Akibat dari terlalu seringnya melihat maksiat, termasuk lewat iklan, gejolak nafsu semakin meningkat di masya rakat, khususnya di kalangan kawula muda.

Akibat maraknya iklan-iklan yang berbohong serta penuh dengan muatan kemaksiatan dan merendahkan martabat wanita, maka sudah seharusnya semua pihak menertibkan iklan-iklan tersebut.

Keempat, yang menyebabkan terjadinya pelecehan dalam periklanan adalah karena seseorang sudah tidak lagi menghargai harkat dan martabat wanita. Wanita hanya dijadikan sebagai objek pemuas nafsu dan untuk kepentingan bisns belaka.

Dan penjelasan di atas dapat disimpulkan hal-hal berikut. Pertama, iklan merupakan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat, tetapi banyak juga iklan menyimpang dan merendahkan martabat wanita sehingga meresahkan masyarakat. Kedua, pemerintah dan para tokoh masyarakat hendaklah segera mengatasinya, baik melalui penertiban dan tindakan tegas.

Marilah kita pergunakan iklan sesuai dengan proporsinya, kita hindari penyimpangan dan pelecehan. Semoga kita dapat menghadirkan iklan-iklan yang mendidik dan tidak melenceng dari etika dan nilai-nilai kemanusiaan.

Itulah penjelasan singkat dari manfaat dan kerugian iklan yang bisa saya bagikan. Terimakasih
Layar Ponsel Sensitif
Setelah pemakaian cukup lama, biasanya terdapat masalah yang sering dialami oleh pengguna ponsel pintar yaitu kurang responsif dan sensitifnya layar. Indikasinya layar sentuh kurang sensitif dan responsif terhadap sentuhan ditandai dengan ciri bila ditekan berulang-ulang baru bisa bekerja. Kejadian ini tentu saja membuat pengguna jengkel dan ingin mengganti ponselnya.

Perlu diketahui tidak semua ponsel pintar memiliki jenis layar sentuh yang sama, pilihan jenis layarnya tergantung dari pemilik perusahaan. Biasanya perusahaan akan memilih jenis TFT kapasitif, IPS, AMOLED, dan super AMOLED, tergantung dari pasar yang akan dituju, karena setiap jenis layar tersebut memiliki harga dan kualitas yang berbeda-beda pula.

Jika ingin membuat layar ponsel kembali sensitif, maka pengguna harus melakukan beberapa cara untuk mengatasinya. Silahkan ikuti cara dibawah ini, yang akan saya bagikan pada kesempatan kali ini.

Berikut beberapa cara membuat layar ponsel kembali sensitif:

1. Jika ponsel Anda memiliki kapasitas RAM yang kecil, maka hapus aplikasi yang tidak terpakai agar memberikan ruang tambahan yang dapat meringankan kinerja RAM. Bisa saja sumber masalahnya disebabkan kapasitas RAM yang telah penuh.

2. Lepaskan baterai dari ponsel dan biarkan selama beberapa jam, lalu masukkan kembalikan baterainya. Proses ini akan membersihkan dan menyegarkan perangkat lunak pada ponsel Anda.

3. Cobalah untuk meng-kalibrasi layar sentuh ponsel dengan pilih Pengaturan, Pengaturan Ponsel, pilih Kalibrasi, ikuti petunjuk proses kalibrasinya.

4. Upgrade firmware versi lama ke firmware versi terbaru. Proses ini akan mengatasi kesalahan perangkat lunak yang menjadi penyebab layar sentuh kurang responsif dan sensitif.

5. Jika ponsel Anda mendukung multitouch, silahkan instal aplikasi SGS Screen Booster. Untuk menggunakan aplikasi ini, silakan centang “start service on boot” serta pilihlah “optimized” pada profilnya, sehabis itu atur sesuai keinginan Anda dan restart restart ponsel Anda. Aplikasi ini dapat membuat layar ponsel kembali sensitif.

6. Pengguna bisa menginstall Pixel Fixer, aplikasi ini akan memperbaiki dead pixel di layar. Dengan dibantu rangsangan sinyal dinamis yang dihasilkan oleh aplikasi Pixel Fixer, dapat membuat layar ponsel kembali sensitif.

7. Jangan memakai charger yang bukan bawaan karena arus listrik yang dihasilkan berbeda, arus listrik yang terlalu tinggi akan membuat lonjakan arus pada layar ponsel dan menjadikannya eror. Jika digunakan dalam jangka waktu lama dapat membuat layar ponsel kurang sensitif.

8. Mengganti ke Tempered Glass yang lebih tipis, jika tempered glass terlalu tebal, dapat mengurangi sensitivitas layar.

9. Kembalikan ke setingan pabrik, caranya masuk ke menu, pengaturan, pengaturan ponsel, kembalikan ke settingan pabrik, lalu pilih tunggu sampai ponsel restart.

10. Jika cara di atas belum mampu membuat layar oonsel kembali sensitif, maka Anda harus mengganti layar sentuh ponsen Anda.

Silakan coba semua cara di atas untuk membuat layar ponsel kembali sensitif, jika semua cara sudah dicoba tapi tidak berhasil, mungkin sudah saatnya Anda membeli ponsel baru.
Android Terkunci
Sebagai pengguna smartphone, seringkali kita melupakan password ketika akan membukanya untuk sekedar melakukan panggilan atau mengecek pesan masuk. 
 
Memberikan password adalah sebuah keharusan untuk melindungi smartphone dari orang yang iseng atau lebih parahnya berniat jahat. Banyak jenis password yang disediakan di android, antara lain berupa pola, kombinasi angka dan huruf (password), PIN, atau sensor fingerprint.

Entah karena kerumitan password yang diterapkan atau karena alsan lain, banyak pengguna smartphone yang lupa dengan password yang sudah diterapkan sebelumnya. Karena itu perangkat Android tidak bisa diakses atau tidak dapat digunakan.

Berikut saya akan memberikan informasi yang mungkin dibutuhkan pengguna tentang cara membuka smartphone yang terpassword sebagai berikut:

Android Device Manager

Android Device Manager adalah perangkat lunak buatan Google, yang memungkinkan pengguna dapat melacak smartphone Android yang hilang, menghapus data dari jarak jauh, membuka password, dan bahkan dapat mengunci smartphone dari jarak jauh.

Untuk membuka smartphone yang terpassword, pengguna bisa menggunakan browser di smartphone android yang lain, atau bisa menggunakan browser komputer untuk mengakses layanan google ini. Pastikan, kamu masuk dengan akun Google yang sama dengan akun yang terdaftar di smartphone dan smartphone terhubung dengan internet.

Kemudian buka link Android Device Manager, akan terdapat tiga pilihan yakni Deringkan, Kunci, dan Hapus. Lalu kamu pilih Kunci atau Lock. Jika Android Device Manager mengalami kesulitan menemukan perangkat kamu, klik tombol refresh browser beberapa kali.

Setelah klik tombol Kunci atau Lock, kamu akan diminta untuk memasukkan password baru, yang akan menggantikan pola, PIN, atau password lama yang kamu lupakan. Ketik password baru dua kali untuk mengonfirmasi pilihan kamu, lalu klik tombol Lock. Dari sini, tunggu setidaknya 5 menit. Smartphone yang terpassword sudah bisa digunakan dengan password yang terbaru. 
Android Device Manager

Factory Data Reset

Ini adalah cara paling ampuh untuk membuka smartphone yang terpassword namun dengan konsekuensi harus merelakan hilangnya semua data yang tersimpan di memori internal.

Untuk masuk ke Recovery Mode ini bervariasi tergantung pada jenis dan merek smartphone pengguna. Biasanya dimulai dengan mematikan smartphone dan menyalakannya, ketika layar hitam, tekan tombol power dan tahan volume bawah secara bersamaan untuk masuk ke "Recovery mode".

Gunakan tombol volume untuk menyorot pilihan Wipe Data/Factory Reset, lalu tekan tombol daya untuk memilihnya. Ketika proses selesai, pilih Reboot system now dan selesai, perangkat akan hidup kembali dengan kondisi seperti saat pertama kali beli dan Anda dapat masuk tanpa sandi atau pola.

Samsung Find My Mobile

Jika anda menggunakan perangkat Samsung, bisa mencoba cara berikut ini. Anda bisa mencoba layanan khusus dari Samsung yakni Find My Mobile. Caranya buka link Find My Mobile dari browser, kemudian login ke akun Samsung.

Setelah kamu login ke akun Samsung, klik tombol Lock my screen di panel sebelah kiri. Masukkan PIN baru dan klik tombol Lock. Dalam tiga menit, password lama akan hilang berubah menjadi password terbaru dan smartphone kamu pun siap gunakan kembali. 
 
Samsung Find My Mobile
Jika anda mengetahui cara lain untuk membuka smartphone yang terpassword, anda bisa berbagi informasi di kolom komentar. Terimaksih

Konsep teoretik ihwal “pembentukan negara” memerlukan penjelasan panjang. Meskipun pembentukan negara merupakan salah satu pencapaian sejarah manusia yang demikian jauh, menurut Carneiro hingga dewasa ini tak ada satu pun teori yang dapat memberikan penjelasan secara memuaskan tentang bagaimana suatu negara muncul.

Para penulis klasik, seperti Aristoteles, bahkan tidak begitu akrab dengan bentuk-bentuk organisasi politik, sehingga cenderung berpendapat bahwa negara terbentuk secara alamiah dan karena itu tidak memerlukan penjelasan.

Teori-teori tentang asal-mula negara mulai muncul ketika orang-orang Eropa menyadari bahwa banyak manusia di dunia hidup tidak dalam suatu organisasi politik yang bernama negara melainkan hanya dalam lingkungan perkampungan, kesukuan, atau pengorganisasian politik berkategori “chiefdom”.

Dengan begitu, “negara” bukanlah gejala yang muncul secara alamiah, melainkan sesuatu yang memerlukan penjelasan. Para teoritisi tentang pembentukan negara secara umum terbagi ke dalam dua mazhab: pertama, teori-teori yang menekankan pada konflik sosial dan peran koersif negara dalam melegitimasikan dirinya; dan kedua, teori-teori yang menekankan pada integrasi atau kontrak sosial dan kemampuan negara untuk mengintegrasikan dan sekaligus mendistribusikan berbagai kepentingan.

Mazhab pertama dianut para teoritisi berlatar Marxis atau materialis, sementara mazhab kedua dianut para teoritisi yang cenderung fungsionalis. Keduanya mengembangkan berbagai model (teoritis) pembentukan negara dengan mengadopsi pendekatan lain, terutama pendekatan evolusi sosial serta pendekatan linier dan sistemik.

Disini kita akan mengulas dua model, yaitu model yang mewakili teori integrasi sosial dan model yang mewakili teori konflik sosial dengan pendekatan linier: (1) Model Perang (Akibat) Keterbatasan (Circumscription-Warfare Model), yang digunakan oleh Robert L. Carneiro dan (2) Model Kepemimpinan Terlembagakan (Institutionalized Leadership Model) dan Elman R. Service; dan (3) Model Pengulangan Iteration Model) yang digunakan oleh Chase-Dunn dan Hall.

Menurut Carneiro, perang merupakan mekanisme utama yang menggerakkan proses pembentukan negara. Tetapi, perang sangat bergantung setidaknya pada tiga kondisi sosio-ekologis. Pertama, sempitnya lahan pertanian yang terkungkung dalam suatu lingkup geografis (dibatasi gunung, laut atau padang pasir) mendorong timbulnya peperangan untuk menguasai sumber-sumber pertanian.

Maka, perkampungan subur diserang dan direbut oleh tetangganya yang lebih kuat dan dominan. Pahlawan perang pun muncul menguasai pusat perpolitikan, menegakkan hukum, mengumpulkan pajak, dan seterusnya. Kondisi ini disebut “environmental circumscription”.

Kedua, pemusatan sumber-sumber (resource concentration), yaitu kondisi di mana lahan subur yang dapat digarap sepanjang tahun menumpuk di suatu wilayah, seperti bibir sungai. Hal ini mendorong peperangan, terutama dilakukan oleh kelompok yang berada di tanah yang kurang subur. Ketika persediaan makanan mereka menipis sementara tanah tidak bisa digarap lagi, terjadilah peperangan yang memperebutkan pusat sumber-sumber. Dari sinilah muncul kekuasaan politik yang mempersatukan, dan melalui proses penaklukan politik terbentuklah negara.

Ketiga, tekanan jumlah penduduk dan “keterbatasan sosial” (social circumscription) di pusat-pusat permukiman mendorong penguasaan wilayah-wilayah tetangga yang lebih jarang penduduknya. Dengan begitu, kekuasaan politik pusat pun melebar dan membesar.

Elman R. Service meletakkan pembentukan negara pada proses institusionalisasi kepemimpinan pusat. Kepemimpinan merujuk pada kemampuan relatif seseorang atau suatu kelompok untuk memerintahkan kepatuhan atau menundukkan perlawanan. V

Agar suatu komunitas/kelompok menjadi sebuah negara, organisasi politiknya harus berkembang sedemikian rupa sehingga kekuasaan kepemimpinannya tidak hanya didasarkan pada otoritas berbasis hubungan hierarkis tetapi juga atas dasar sistem hukum yang mengesahkan monopoli kekuatan fisik (monopoly of force).

Proses institusionalisasi ini berkembang dari kepemimpinan masyarakat egaliter (band atau tribe) yang tidak mengenal hierarki, kecuali pemimpin puncak, menuju ke bentuk chiefdom yang telah mengenal hierarki kepemimpinan yang fungsional bagi pembagian kerja, barang, dan jasa.

Bentuk negara tercapai ketika diferensiasi kerja semakin banyak, semakin jelas dan terikat secara teritorial, serta ketika kekuatan fisik hanya dimonopoli oleh negara, baik untuk keperluan internal (seperti sistem peradilan) maupun eksternal (tentara permanen).

Fred Halliday menyebut proses ini sebagai pembentukan “primary state” (negara awal), dengan skema berikut: 
 
Di antara penulis klasik kaum Muslim, mungkin hanya Ibnu Khaldun yang sedikit memberikan penjelasan secara garis besar bagaimana sebuah negara (al-dawlah) terhentuk. lbnu Khaldun berpandangan hahwa landasan utama pembentukan sebuah negara adalah tribalisme, yaitu huhungan pertalian darah dalam suku atau sub-suku, atau yang bermakna sejenis itu seperti sahabat yang memperoleh perlindungan atau orang-orang yang terikat perjanjian.

Tujuan akhir tribalisme tiada lain adalah superioritas kekuasaan. Karena tabiatnya seperti itu, ketika tribalisme telah kuat pada suatu batas suku atau sub-suku tertentu, ia cenderung menggunakan superioritas kekuasaan tersebut terhadap wilayah lainnya, dan demikian seterusnya, hingga otoritasnya mencapai derajat sebuah negara. Khusus mengenai orang Arab, Ibnu Khaldun berpendapat, mereka tak akan mampu sampai pada derajat seperti itu kecuali dengan simbol agama. Ketika kekuasaan sebuah negara sudah mapan, barulah kekuatan dapat ditransformasikan menjadi kekuatan militer (tentara), sehingga negara dapat mengandalkannya.

Pada tahap seperti itu, selain oleh tentara, kekuasaan juga ditopang oleh harta dan pajak sebagai penyangga kehidupan tentara dan kebutuhan mereka. Ibnu Khaldun juga mengupas persoalan peradaban (‘umran) yang terkait dengan organisasi sosial (al-ijtima’ al-basyari) dan yang terkait pula dengan suatu kepemimpinan yang membuat aturan berlandaskan agama maupun pikiran rasional.

Namun demikian, tidak begitu jelas apa saja batas-batas peradaban itu (misalnya organisasi masyarakat yang sederhana atau yang kompleks) bagi Ibnu Khaldun dan apa saja keterkaitan antara peradaban dengan pembentukan negara. Sama tidak jelasnya adalah pandangan Ibnu Khaldun tentang konseptualisasi negara itu sendiri, seolah-olah apa yang disebut dawlah atau imarah adalah sesuatu yang given dan tidak lagi memerlukan penjelasan.

Menurut Ibnu Khaldun, seperti manusia, setiap negara memiliki umur tertentu. Suatu negara, yang awalnya berkembang besar dan kuat, bisa menurun dan mengalami pemekaran melalui dua cara. Pertama, para gubernur, yang berkuasa di daerah nan jauh dari kontrol dan pengaruh pusat, meneguhkan kekuasaan mereka secara hertahap hingga menjadi negara sendiri. Mereka mewarisi kekuasaan itu berkat posisi niereka sebagai anak-anak atau orang kepercayaan dari pemimpin negara. Cara ini bersifat damai, karena di antara mereka tidak ada yang berusaha mencaplok negara-negara pecahan itu.

Cara kedua adalah melalui pemberontakan massal dalam negeri yang disokong oleh bangsa atau suku-suku tetangga, atau pemberontakan dalam negeri oleh suku yang memiliki piranti kekerasan (tentara) yang kuat.

Pada teori-teori yang bersifat koersif maupun voluntaristik (kontrak sosial), pengaruh agama terhadap pembentukan negara tidak tampak. Sedangkan pada tulisan Ibnu Khaldun, pengaruh itu tampak tetapi tidak ditempatkan pada bangunan teoretik yang utuh. Sebab itu, diperlukan bangunan teoretik alternatif yang memungkinkan pemahaman lebih komprehensif mengenai sumbangan Islam dalam pembentukan negara.

Kerangka teoretik yang akan digunakan untuk tujuan ini adalah model yang disebut “civilizing process” dalam Sosiologi Figurasional yang dikembangkan oleh Norbert Elias. Model ini pada dasarnya mengandung unsur evolusioner tetapi tidak selalu bermakna linier, tidak juga selalu sistemik.

Model ini menyediakan peluang menempatkan pengaruh perang dan damai dalam proses pembentukan negara. Walaupun model teoretik ini tidak secara eksplisit mengaitkan persoalan agama dengan pembentukan negara, model tersebut berpeluang menjelaskan motif-motif keagamaan dalam pembentukannegara.

Menurut Elias, pembentukan negara harus dipahami dalam konteks perjalanan suatu masyarakat menempuh proses berperadaban (civilizing process). Pemahaman ini bertolak dari gagasan bahwa perubahan dan perkembangan struktur masyarakat berhubungan erat dengan perubahan habitus (karakter sosial dan individual) manusianya.

Ketika struktur suatu masyarakat berubah ke arah yang lebih kompleks, maka kebiasaan, laku lampah, maupun budaya masyarakat tersebut dan tiap-tiap anggotanya juga turut berubah menuju arah yang wujudnya dapat disaksikan di antara kaum elite dan secara bertahap di tengah masyarakat luas.

Demikianlah misalnya, kedamaian internal suatu wilayah mendorong perdagangan yang memudahkan pertumbuhan kota-kota; menciptakan pembagian kerja (division of labor); memungkinkan penarikan pajak dan penggunaan uang sebagai alat tukar, mendukung pertumbuhan organisasi administrasi, aparatur birokrasi dan militer, serta merangsang pertumbuhan penduduk yang pada gilirannya mendorong kedamaian internal pada wilayah yang lebih luas sehingga menjadi proses kumulatif yang secara saling melengkapi dialami oleh orang-orang di wilayah itu.

Dalam proses kumulatif yang tali-temali itulah pembentukan negara berlangsung, sekaligus menyerap individu-individu ke dalam jejaring interdependensi yang semakin lama semakin meningkat kompleksitasnya.

Selanjutnya, bersamaan dengan perubahan struktural, standar-standar kebiasaan penguasaan diri (self constraint), yang melekat pada tiap-tiap individu anggota masyarakat, secara gradual terus meningkat pula dan akhirnya memberi sumbangan bagi pembentukan suatu pengaturan eksternal yang lebih efektif dan dapat diperkirakan.

Pengaturan-pengaturan yang bersifat eksternal (external constraints) ini dapat terbentuk dengan mudah karena ditransformasikan menjadi pengaturan ke dalam diri setiap individu (internal/self constraints).

Proses pembentukan negara seperti diuraikan di atas merupakan bentuk konkret dan tendensi kekuatan-kekuatan sentripetal yang mengarah pada penguatan pemerintah pusat. Namun demikian, proses pembentukan negara juga sering kali menjumpai tendensi sentrifugal, yakni ketika para pemegang kekuasaan di level lebih rendah seperti para pangeran (prince/lord), gubernur dan komandan perang (warrior/knight), atau bahkan kaum borjuasi (burghers) saling berkompetisi menggerogoti kekuasaan pusat dan bila mungkin melepaskan diri dari pengaruh pusat di daerah kekuasaan mereka atau di daerah yang berada di wilayah pengaruhnya.

Apabila hal yang terakhir ini berlangsung, maka tendensi sentripetal kembali bekerja sebagai bagian dari proses pembentukan negara-negara baru.

Penjelasan di atas menunjukkan bahwa Elias tidak menganalisis proses pembentukan negara terpisah dari proses-proses lainnya di tengah masyarakat. Dan karena itu, penting untuk dijelaskan terlebih dahulu sejumlah konsep yang digunakan Elias dalam kerangka pendekatan “sosiologi figurasional” (figurational sociology), atau “sosiologi prosesual” (processual sociology). Ada lima pninsip konseptual yang saling berhubungan dalam kerangka sosiologi figurasional ini.

Pertama, walaupun anggota masyarakat terdiri dari manusia yang saling terlibat dalam tindakan yang disengaja, keluaran (out-come) dari kombinasi tindakan-tindakan itu cenderung di luar rencana dan kesengajaan. Apa yang disebut dengan “masyarakat” mencakup keterjalinan yang terbangun dari berbagai tindakan yang berbeda-beda dari sekian banyak manusia (human agent), yang membawa tujuan masing-masing dan menghasilkan bentuk-bentuk sosial seperti “kekristenan”, “kapitalisme”, “modernitas” dan bentuk-bentuk budaya atau identitas kelompok lainnya.

Kedua, individu-individu manusia hanya dapat dipahami dalam interdependensi mereka satu dengan lainnya sebagai bagian dari jejaring hubungan sosial (networks of social relations) yang biasa disebut Elias dengan “figuration”. Dengan kata lain, apa yang disebut dengan “masyarakat”, atau bahkan “negara”, sesungguhnya adalab bentuk sosial sebagai perwujudan “figuration”, dan interdependensi antar-manusia tersebut senantiasa dibangun di sekitar dinamika kerja kekuasaan (power). Di sini, individu tidak dipandang sebagai identitas yang otonom, melainkan individu hanya ada di dalam dan melalui hubungan dengan individu lain, mengernbangkan habitus yang terbangun secara sosial (socially constructed). Habitus sendiri adalah struktur kepribadian bersifat psikis yang membentuk landasan kolektif bagi perilaku individu manusia.

Ketiga, kehidupan sosial manusia harus dipahami dalam arti hubungan-hubungan (relations) daripada dipahami dalam arti “keadaan” (states) atau “sesuatu” (things). Sebagai contoh, Elias tidak menjelaskan kekuasaan sebagai “sesuatu” yang diperoleli individu atau kelompok, melainkan lebih condong menjelaskannya sebagai “relasi kekuasaan” dengan segala perubahan keseimbangan atau rasio kekuasaan yang selalu berubah di antara individu atau unit sosial.

Keempat, masyarakat manusia hanya dapat dipahami mencakup proses-proses perkembangan dan perubahan jangka panjang daripada dipahami sebagai keadaan atau kondisi yang melampaui waktu (timeless). Dalam konteks masyarakat, Elias lebih condong menggunakan peristilahan dalam karakternya yang prosesual: seperti ketika berbicara tentang rationality atau market, ia lebih condong menggunakan istilah rationalization atau marketization.

Kelima, pemikiran sosiologis selalu bergerak di antara posisi keterlibatan sosial dan emosional (social/emotional involvement) dengan posisi ambil jarak (detachment) dalam topik studi tertentu. Kelima prinsip tersebut mungkin bukanlah hal yang secara khusus dimiliki Elias. Namun, hal baru yang dia kembangkan ialah sintesis di antara kelima prinsip tersebut dalam memahami dan menggunakan teori sosial.

Sintesis sebagaimana dilakukan Elias tentu sulit digambarkan dalam skema sederhana seperti terdapat pada model lain. Namun, guna memahami sintesis seperti itu, skema yang digunakan Latour mungkin membantu. Menurut Latour, pada tataran praktis, kita sebenarnya telah mencampurbaurkan politik, budaya, ilmu pengetahuan, manusia, benda, agama, ekonomi, dan sebagainya.

Meskipun demikian, kita tetap mengonseptualisasi semua itu sebagai entitas yang berbeda-beda. Secara khusus, misalnya, kita membedakan sains dan ilmu pengetahuan alam dan politik, masyarakat, dan dunia kehidupan manusia. Praktik yang pertama disebut Latour dengan “kerja translasi” atau “mediasi”, suatu kreasi menyampur dan membuat jaringan serta kolektivitas. Sedangkan praktik kedua disebut dengan “kerja purifikasi”, yakni membangun dan memelihara dikotomi antara manusia dan kebudayaannya dengan nonmanusia dan alam.

Kedua praktik itu saling bergantung: tanpa kerja translasi dan hibridifikasi, kerja purifikasi tak akan bermakna. Sebaliknya tanpa purifikasi, kerja translasi akan lamban atau bahkan tidak berjalan sama sekali. Latour rnenggambarkan skemanya dalam gambar berikut: 
 
Secara diagramatis, relasi kerja translasi dan kerja purifikasi dalam konteks dualisme antara alam dengan masyarakat/manusia dan hibridifikasinya tampak pada gambar kiri. Sedangkan gambar kanan merupakan penerapan bagi berbagai dualisme yang dikenal dalam sosiologi, seperti antara individual/agency dengan masyarakat/structure. Dalam konteks sosiologi prosesual, hibridifikasi dapat berupa figuration, habitus atau bentuk-bentuk hybrids/networks lainnya.

Teori “civilizing process” mengandung makna bahwa dalam proses berperadaban, yang terjadi tidak selalu civilizing melainkan bisa pula sebaliknya, yaitu decivilizing, atau bisa pula dua hal itu silih berganti dalam perkembangan suatu masyarakat.

Dalam memahami perkembangan tersebut, perlu penelusuran mendalam melalui keterkaitan dua poros jaringan, yaitu keterkaitan antara sosiogenesis (sociogenetic) dengan psikogenesis (psychogenetic). Poros pertama menjelaskan perkembangan jaringan struktur sosial, termasuk di dalamnya pembagian fungsi-fungsi sosial dan pembentukan Negara. Sementara poros kedua menjelaskan “rute berperadaban” tingkah laku dan perubahan habitus (struktur kepribadian individu).

Menurut pandangan Elias, dalam hal proses pembentukan negara, jaringan struktur sosial yang tumbuh dan berkembang ditandai secara kuat oleh lahirnya mekanisme monopoli kekerasan (monopoly of violence) dan monopoli perpajakan (monopoly of taxation).

Pandangan ini harus dipahami sebagai salah satu wujud pengaruh pemikiran Max Weber tentang negara yang didefinisikan dengan “organisasi yang berhasil mengelola pengakuan (claim) superioritas kekuasaan terhadap wilayah teritorial tertentu melalui perintah penggunaan kekerasan yang ssah dan monopolistik”. Hanya saja, Elias lebih memusatkan perhatian pada proses di mana monopoli alat-alat kekerasan (dan perpajakan) dibangun dan dikembangkan.

Arti kata “civilization” sendiri, sebagaimana digunakan Elias, bersumber dari pemahaman khas Jerman terhadap kata itu, yang berbeda dengan pemahaman Prancis, Inggris, dan bangsa Eropa lainnya.

Dalam tradisi Prancis atau Inggris, civilization merujuk pada fakta-fakta pencapaian (accomplishment) politik, ekonomi, teknologi, sosial, moral dan keagamaan yang dalam padanan Jermannya lebih diwakili oleh kata kultiviert (cultivated).

Sedangkan kata zivilisation dalam bahasa Jerman dimaknai sebagai “kesopanan dan keadaban sosial” yang tampak di permukaan, ditampilkan dan dimiliki seseorang atau kelompok orang tanpa harus disertai accomplishment seperti apabila orang ingin menguasai teknologi.

Perbedaan kedua arti kata di atas penting dikemukakan untuk memungkinkan fleksibilitas rujukan teoritis, sepanjang masih sejalan dengan prinsip-prinsip sosiologi figurasional.

Baca juga:

Teori pembentukan negara ini ditulis oleh sdr Abdul Aziz bisa dilihat di buku karyanya berjudul " Chiefdom Madinah: Salah Paham Negara Islam"
Daun Kelor
Manfaat dan Khasiat Daun Kelor bagi manusia sangat banyak, oleh sebagian orang daun kelor diibaratkan tanaman apotik hidup. Berbagai bagian dari tananam ini bisa ini bisa dimakan. Di beberapa daerah, polong muda yang paling sering dimakan, sedangkan daun kelor paling umum digunakan.

Bayi dan anak-anak pada masa pertumbuhan dianjurkan Organisasi Kesehatan Dunia WHO mengkonsumsi daun kelor. Perbandingan gram, daun kelor mengandung 7 x vitamin C pada jeruk 4 x calcium pada susu 4 x vitamin A pada wortel 2 x protein pada susu 3 x potasium pada pisang.

Organisasi ini juga menobatkan kelor sebagai pohon ajaib setelah melakukan studi dan menemukan bahwa tumbuhan ini berjasa sebagai penambah kesehatan berharga murah selama 40 tahun ini di negara-negara termiskin di dunia.

Pohon kelor memang tersebar luas di padang-padang Afrika. Bahwa pohon kelor “Telah digunakan sebagai obat oleh berbagai kelompok etnis asli untuk mencegah atau mengobati lebih dari 300 jenis penyakit. Tradisi pengobatan ayurveda India kuno menunjukkan bahwa 300 jenis penyakit dapat diobati dengan daun moringa oleifera.

Manfaat Utama Daun Kelor adalah:

- Meningkatkan ketahanan alamiah tubuh.
- Menyegarkan mata dan otak.
- Meningkatkan motabolisme tubuh.
- Meningkatkan struktur sel tubuh.
- Meningkatkan serum kolestrol alamiah.
- Mengurangi Kerutan dan garis-garis pada kulit.
- Meningkatkan fungsi normal hati dan ginjal.
- Memperindah kulit.
- Meningkatkan energi.
- Memudahkan Pencernaan.
- Antioksidan.
- Memelihara sistem imunitas tubuh.
- Meningkatkan sistem sirkulasi yang menyehatkan.
- Bersifat anti peradangan.
- Memberi perasaan sehat secara menyeluruh.
- Mendukung kadar gula normal tubuh.

Dari hasil analisa kandungan nutrisi dapat diketahui bahwa daun kelor memiliki potensi yang sangat baik untuk melengkapi kebutuhan nutrisi dalam tubuh. 
 
Dengan mengonsumsi daun kelor maka keseimbangan nutrisi dalam tubuh akan terpenuhi sehingga orang yang mengonsumsi daun kelor akan terbantu untuk meningkatkan energi dan ketahanan tubuhnya. 
 
Selain itu, daun kelor juga berkhasiat untuk mengatasi berbagai keluhan yang diakibatkan karena kekurangan vitamin dan mineral seperti kekurangan vitamin A (gangguan penglihatan), kekurangan Choline (penumpukan lemak pada liver), kekurangan vitamin B1 (beri-beri), kekurangan vitamin B2 (kulit kering dan pecah-pecah), kekurangan vitamin B3 (dermatitis), kekurangan vitamin C (pendarahan gusi), kekurangan kalsium (osteoporosis), kekurangan zat besi (anemia), kekurangan protein (rambut pecah-pecah dan gangguan pertumbuhan pada anak).

Daun Kelor adalah bagian yang mengandung banyak manfaat. Secara umum dapat dikonsumsi karena mengandung gizi dan protein tinggi. Remasan daun dapat juga dimanfaatkan sebagai penutup luka.

Daun kelor dapat digiling halus untuk dijadikan bedak penghilang noda dan flek di wajah.

Berikut adalah beberapa khasiat daun kelor :

1. Anti Inflamasi
Kelor memlilki fungsi pengobatan karena mengandung kalsium dan pospor. Kandungan mineral dan vitamin sangat tinggi dibanding sayuran lainnya. Tidak heran, media asing banyak yang menyebut kelor sebagai ‘miracIe tree” maupun Tree for Life”. Dari penelitian daun kelor mampu menghambat aktifasi NFKB dan menurunkan ekspresi protein tumor.

2. Menurunkan Kolesterol Jahat
Kelebihan kotesterol dapat memacu berbagai penyakit. Tingginya kadar kolesterol dipicu pola makan yang kurang sehat dan ditambah faktor psikologis seperti stress. Hormon adrenalin dan kostisol dapat memicu produksi kolesterol dalam tubuh.

3. Mengatasi Nyeri, Letih, Linu
Daun kelor mengandung pterigospermin yang merangsang kulit sehingga dapat berfungsi sebagai param yang manghangatkan. Jika daun kelor dilumat dan dibalur akan mengurangi rasa nyeri karena bersifat analgesik.

4. Membantu Mencegah kanker
Pohon kelor telah lama diakui secara tradisional sebagai solusi dalam pengobatan tumor dan kanker. Meskipun penelitian ilmiah menjadi efek dari pohon kelor pada kanker telah dibatasi, tampaknya ada beberapa bukti yang mendukung manfaat kelor.

Selain manfaat diatas, daun kelor untuk obat juga dikenal bermanfaat untuk mengatasi reumatik, asam urat, artritis, Mampu meningkatkan imunitas, dan merupakan sumber antioksidan tinggi.

Mari kita konsumsi daun kelor yang telah terbukti kaya manfaat dan khasiat, agar agar masyarakat menjadi sehat jasmani dan rohani.
Tanda Awal Kehamilan
Untuk mengetahui dan mengenali tanda awal kehamilan, Anda dapat berpatokan pada sikius menstruasi yang biasa dialami. Ketika menyadari bahwa Anda tidak mengalami menstruasi lagi, itu artinya telah ada bakal janin dalam rahim Anda.

Ada beberapa tanda awal yang sering menyertai kehamilan, sebagai berikut.

1. Tidak enak badan. Perempuan yang hamil akan mengalami perubahan fungsi badan, seperti perubahan hormon yang beredar pada tubuh, perubahan metabolisme, fungsi jantung, sistem darah, sistem pencernaan, dan sistem perkemihan.

Perubahan tersebut akan mengubah fungsi secara bertahap sehingga ibu akan mengalami masa penyesuaian yang memberikan rasa tidak nyaman, tidak enak badan, atau bahkan sakit. Sebagian besar rasa tidak nyaman ini tidak bermasalah, terutama jika perempuan hamil tersebut sudah diberi pengertian tentang perubahan-perubahan yang akan terjadi.

Jika rasa sakit itu dirasakan sepanjang hari, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter.

2. Perubahan pada payudara. Payudara sering membesar dan terasa mengeras. Pembuluh darah di payudara akan semakin tampak jelas dan puting susu terlihat Iebih gelap dan menonjol.

3. Sering buang air kecil yang disebabkan adanya desakan rahim yang mulai membesar ke arah kandung kencing. Gejala ini wajar dan akan berkurang apabila kehamilan mencapai di atas empat bulan.

4. Mengalami konstipasi (susah buang air besar).

5. Merasa cepat Ielah.

6. Merasakan sensasi yang aneh pada Iidah. Beberapa perempuan merasa sensasi seperti logam.

7. Kram Perut. Secara umum wanita yang hamil muda di minggu-minggu awal juga akan merasakan pertanda ini. Rasa kram tersebut juga diakibatkan karena terjadinya implantasi janin ke dinding rahim yang akan terus terasa selama proses tersebut masih berlangsung.

8. Telat Haid. Pertanda ini mungkin menjadi salah satu yang paling mudah diketahui. Saat sel telur sudah terbuahi maka tidak akan lagi dikeluarkan oleh tubuh dan ovarium tidak akan lagi memproduksi sel telur baru selama kehamilan.

Melakukan Uji Kehamilan

Jika merasa telah mengalami tanda-tanda kehamilan yang disebutkan di atas, sebaiknya Anda melakukan uji kehamilan melalui tes urine. Uji kehamilan dapat dilakukan dengan urine dari hari pertama terlambat haid atau dua minggu setelah berhubungan intim.

Uji ini dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja. Anda dapat memanfaatkan pemeriksaan di klinik-klinik atau dengan menggunakan sendiri produk tes kehamilan yang tersedia di pasaran. Jika melakukan uji kehamilan sendiri, Anda harus yakin telah mengikuti prosedur yang tercantum pada produk tersebut. 
 
Baca juga:

Itulah sedikit informasi yang bisa saya bagikan, apabila mempunyai informamsi tambahan tentang mengenali tanda awal kehamilan, Anda atau pembaca dapat memberikan komentar . Terimakasih banyak.
Hamil Sehat
Menjaga kesehatan tubuh saat melakukan program kehamilan atau sudah dalam kondisi hamil adalah hal yang sangat penting dilakukan. Tetap sehat saat kondisi hamil pertanda bahwa gaya hidup Anda tergolong baik dan kondisi bayi dalam keadaan sehat.

Menjadi seorang ibu bukanlah hal yang mudah karena banyak masalah dan tantangan yang harus dihadapi. Kehamilan akan mengubah hidup Anda, sehingga dibutuhkan persiapan yang matang untuk memasuki salah satu fase dalam kehidupan seorang perempuan ini.

Banyak hal yang dapat terjadi selama Anda memasuki masa-masa ini. Karena itu, ibu harus menjaga kesehatan dan memulai gaya hidup sehat selama masa kehamilan.

Agar yakin bahwa Anda dalam kondisi yang sehat selama kehamilan nanti, sebaiknya melakukan beberapa hal di bawah ini.

Memeriksakan Kesehatan
Beberapa penyakit seperti diabetes, hipertensi, atau penyakit jantung memiliki potensi menyebabkan berbagai masalah selama kehamilan . Karena itu, ketika Anda dan suami berniat untuk memiliki anak, sebaiknya Anda segera melakukan pemeriksaan kesehatan. Jika ternyata Anda mengalami masalah kesehatan, konsultasikanlah kepada dokter.

Mengingat Kembali Riwayat Kehamilan Sebelumnya
Jika Anda pernah hamil sebelumnya, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Anda perlu memberikan perhatian Iebih pada kehamilan berikutnya jika pernah mengalami keguguran, kematian janin didalam rahim, atau masalah lainnya.

Meskipun riwayat kehamilan masa lalu belum tentu terulang pada masa yang akan datang, Anda tetap perlu melakukan tindakan pencegahan sehingga hal tersebut tidak terulang lagi. Untuk itu, konsultasikan kepada dokter mengenai masalah-masalah yang pernah dialami pada masa Iampau.

Menjaga Berat Badan Tetap Normal
Tidak ada salahnya jika mulai memikirkan berat badan jika Anda berencana untuk memiliki momongan. Meskipun terdengar sepele, tetapi berat badan yang terlalu rendah atau lebih akan memengaruhi kesehatan ibu dan janin.

Ibu yang hamil dengan berat badan rendah memiliki risiko mengalami masalah kehamilan Iebih tinggi (seperti melahirkan bayi dengan berat badan rendah) dibandingkan dengan orang normal. Ibu hamil yang mengalami kegemukan akan lebih mudah mengalami hipertensi dan diabetes selama kehamilan.

Memperhatikan berat badan penting dilakukan seorang perempuan hamil agar selama masa kehamilan dan persalinan tidak ada masalah yang berat.

Melihat Kembali Semua Jenis Jamu, Obat, dan Suplemen 
Beberapa dan Anda mungkin mengonsumsi jamu, obat, dan suplemen secara rutin. Pada perempuan normal mungkin hal ini tidak akan terlalu berbahaya. Namun, karena Anda akan menjalani kehamilan sebaiknya memperhatikan penggunaan produk-produk tersebut. 
 
Beritahukan dokter mengenai semua jenis jamu, obat-obatan, dan suplemen yang Anda konsumsi. Jika Anda tidak yakin dengan produk tersebut, bawalah kemasan produk itu kepada dokter.

Tetap Berolahraga
Olahraga itu penting bagi semua usia, tidak terkecuali bagi orang yang merencanakan kehamilan. Untuk memperoleh tubuh yang fit dan stamina yang baik, melakukan olahraga menjadi suatu keharusan. Lakukan olahraga rutin, seperti berjaIan, berenang, atau bersepeda.

Memperhatikan Makanan yang Dikonsumsi
Sebelum hamil, Anda harus memastikan bahwa pola makan yang dijalani sudah baik. Dengan pola makan yang baik, Anda telah membantu tubuh untuk mempersiapkan semua kebutuhan nutrisi selama kehamilan. Di samping itu, hal ini akan membiasakan Anda untuk makan dengan pola makan yang baik sesuai dengan kehamilan yang dijalani.

Jika memiliki masalah atau pola makan berbeda dengan orang kebanyakan (misalnya alergi, vegetarian, tidak makan sayur atau buah, atau rutin menjalani puasa), pastikan bahwa dokter juga mengetahuinya.

Ibu hamil wajib menghindari alkohol dalam minuman ataupun buah-buahan, menjauhi asap rokok dan segala bentuk minuman yang mengandung kafein. Ini dilakukan demi tidak terganggunya tumbuh kembang bayi. 
 
Baca juga:
Perkembangan Janin pada Setiap Trimester

Itulah sedikit informasi yang bisa saya bagikan tentang cara tetap sehat saat kondisi hamil. Mudah-mudahan informasi ini berguna bagi kita semua.

Blogger Template -

Copyright 2017 Ayudadeblogger.com All Rights Reserved.