Author

http://www.ayudadeblogger.com/

Bagi sebagian orang yang mempunyai hobi utak-atik untuk merekatkan sesuatu, pasti sudah akrab dengan lem super, seperti PowerGlue, Alteco, SuperGlue, Loctite, dan lain sebagainya. 

Lem super memiliki daya rekat yang luar biasa, bahkan ada produk yang mengklaim dapat menahan beban seberat hingga 2 ton atau lebih. Namun, mungkin juga kita pernah mengalami jari kita saling melekat erat terkena lem super tersebut.

Lem Super mengandung bahan inti yang bernama Cyanoacrylate (CA). Bahan tersebut memiliki daya rekat yang cepat dan sangat kuat. Namun, Cyanoacrylate memiliki kelemahan, yaitu dapat Iuluh dengan Acetone dan Air Hangat.

Acetone biasa digunakan sebagai pembersih kuteks kuku, banyak dijual di toko-toko atau apotik. Acetone juga bisa digunakan untuk membersihkan tumpahan lem super, dengan menggunakan kuas secara bertahap. Namun, perlu diingat bahwa acetone bisa merusak kain dan beberapa jenis plastik.

Banyak pembuktian menjelaskan bahwa Lem Super juga tidak tahan terhadap air. Cobalah Anda merekatkan dua komponen plastik dengan lem super. Setelah Lem Super benar-benar merekatkan dua komponen plastik tersebut dan kering, coba rendam komponen tersebut dalam air hangat. Dalam waktu kira-kira satu jam, ternyata komponen tadi terlepas dengan sendirinya.

Ini membuktikan bahwa Lem Super tidak tepat untuk menyambung suatu komponen yang berada di lingkungan basah (air). Misalnya untuk menyambung selang, pipa, dan sebagainya yang bertemu dengan air.

Terkena Kulit

Jika terkena kulit hingga merekat, rendam di air hangat. Tambahkan sabun agar mempercepat proses pelepasan tersebut. Lebih cepat lagi jika menggunakan Acetone, namun jangan sampai terkena selaput lendir. Sebenarnya, minyak pada kelenjar keringat kulit kita dapat membuka lem tersebut dalam beberapa jam kemudian dengan sendirinya.

Terkena Bibir

Jika tidak sengaja terkena bibir hingga merekat, segera siram dengan air hangat yang cukup banyak, juga usahakan agar banyak air liur yang membantu membasahi bibir bagian dalam. Gerak-gerakkan bibir ke samping namun jangan ditarik yang dapat merobek kulit bibir. Jika didiamkan, air liur dapat membuka lem super dengan sendirinya dalam 1-2 hari kemudian.

Kelopak Mata

Jika terkena kelopak mata hingga merekat atau bahkan merekat ke bola mata, seperti cara di atas segera cuci dengan air hangat. Dalam keadaan didiamkan, air mata dapat membuka lem super dengan sendirinya dalam 1-4 hari.

Bola Mata

Jika bola mata terkena lem super, biasanya dalam beberapa jam lem yang mengering akan lepas dengan sendirinya. Setelah itu segera cuci mata dengan boorwater atau obat tetes mata. 
Hama Tanaman
Selain penggunaan pestisida nabati, membasmi hama dan penyakit juga dapat dilakukan dengan cara-cara alami.

Melalui cara-cara ini, populasi organisme yang merugikan dikontrol dan diawasi sehingga tidak menimbulkan kerugian melalui tindakan pengendalian yang efektif efisien, dan aman (ramah Iingkungan).

A. Membasmi hama dan Penyakit Secara Fisik

Membasmi hama dan penyakit secara fisik dapat dilakukan dengan beberapa cara berikut.

1. Penggunaan Perangkap Lampu atau Kertas Warna Berperekat

Perangkap lampu efektif digunakan pada malam hari. Pada prinsipnya, perangkap lampu dilakukan dengan menggantung lampu listrik di tiang bambu. Di bawah lampu listrik dipasang baskom berisi air yang sudah dicampur dengan 1-2 ml minyak tanah. 

Selain sebagai perangkap, pemasangan lampu juga akan memudahkan pengawasan terhadap tanaman yang rawan serangan hama dan penyakit. Pasalnya, masih banyak hama yang belum atau tidak terkena perangkap. 

Perangkap lampu efektif untuk memerangkap ngengat ulat Spodoptera, ngengat ulat tanah Agrotis, ngengat ulat tembakau atau jagung Helicoverpa, dan ngengat lainnya.

Sementara itu, perangkap warna biasanya menggunakan kertas warna kuning yang dibalut plastik dan dilumuni lem. Perangkap warna kuning lebih memikat banyak jenis serangga hama, seperti hama trips dan kutu daun. Perangkap warna dapat dipasang, baik pada siang maupun malam har.

2. Pengerodongan

Cara ini lebih mudah, murah, dan efektif untuk dilakukan dibandingkan cara pengendalian lainnya. Caranya dengan mengerodong langsung buah menggunakan kertas atau kain. Pengerodongan biasanya digunakan untuk mencegah lalat buah merusak buah.

Pengerodongan juga benfungsi menghindari kerusakan mekanis, mencegah hama meletekkan telur pada buah, menghindari jamur, danjuga getah yang menempel pada buah.

B. Membasmi Hama Secara Mekanik

Membasmi menggunakan bantuan alat atau langsung mengambil hama dan membunuhnya.

1. Pengambilan Hama

Hal ini dilakukan menggunakan tangan Iangsung atau alat bantu mengambil serangga hama atau kelompok telur dan membinasakannya. Dapat juga dilakukan dengan memangkas bagian tanaman yang terserang hama dan membunuhnya. 

Metode ini memang yang paling ampuh, tetapi tidak semua hama bisa diambil dengan mudah, terutama hama yang berukuran sangat kecil.

2. Pemasangan Alat Perangkap

Pemasangan alat perangkap bisa digunakan untuk beberapa jenis hewan, seperti tikus dan walang sangit. Untuk membasmi tikus dapat dilakukan dengan memasang perangkap yang diberi umpan berupa keju, potongan roti, atau selai. 

Perangkap atau penjebak yang terbuat dari kawat yang di dalamnya diberi umpan. Tikus akan memakan umpan, setelah tikus masuk dalam penjebak atau perangkap, pintu perangkap secara otomatis akan tertutup. 

Perangkap dipasang di tempat-tempat yang sering dilalui tikus. Sementara itu, untuk membasmi walang sangit dapat dilakukan menggunakan perangkap berupa bekicot yang ditusukan di ujung tiang bambu. Walang sangit akan tertarik di bekicot, sehingga tidak menyerang tanaman padi.

C. Membasmi Secara Kultur Teknis

Tindakan pengelolaan lingkungan kehidupan dan perkembangan hama menjadi kurang cocok, sehingga akan mengurangi laju penambahan populasi dan menghambat kerusakan tanaman.

Tindakan ini juga harus dapat mendorong berfungsinya musuh alami. Berikut beberapa tindakan kultur teknis yang dapat dilakukan.

1. Menanam tanaman penarik serangga bermanfaat, tanaman penolak serangga hama atau tanaman yang dapat membantu menyuburkan tanah. Tanaman yang berbunga dapat menarik serangga bermanfaat (musuh alami) karena tertarik pada nektar.

Tanaman pupuk hijau, misalnya Clotalaria dapat membantu menyuburkan tanah. Tanaman yang mengandung minyak atsiri, seperti bawang putih, tanaman serai wangi, bawang merah.

Prinsipnya tanaman tersebut ditanam di antara tanaman yang dibudidayakan.

2. Limbah tanaman dapat dimanfaatkan sebagai mulsa (pemulsaan) sehingga akan mengurangi penguapan air permukaan tanah dan juga dapat menarik serangga pengurai material organik.

Prinsipnya adalah menggunakan limbah atau bagian tanaman yang tidak dipanen digunakan sebagai mulsa dan ditaruh di permukaaan tanah.

3. Rotasi tanaman dinilai sangat efektif untuk mencegah serangan hama dan penyakit. Hal yang perlu diperhatikan dalam rotasi tanaman adalah pemihihan jenis tanaman dengan jenis hama dan penyakit yang berbeda.

4. Tumpangsari: Penanaman dua atau lebih jenis tanaman dalam waktu dan lahan yang sama dapat meningkatkan populasi musuh alami, terutama predator. Selain itu, cara penanaman tumpangsari akan memberikan tambahan pendapatan.

Indonesia yang berada di wilayah iklim tropis hanya memiliki dua musim, yaitu penghujan dan kemarau. Perubahan musim secara langsung berdampak pada jumlah air di perairan. Pada musim penghujan, jumlah air sangat berlimpah. 

Pada musim kemarau jumlah air terbatas. Tak jarang, beberapa daerah di wilayah Indonesia mengalami bencana kekeringan saat kemarau melanda. Aliran air dipengaruhi juga oleh tata guna lahan di permukaan bumi. 

Penggunaan resapan dan penahan air, seperti sumur resapan, waduk, dan danau yang mampu menahan dan menampung hujan menjadi sangat bermanfaat kala kemarau datang. Dengan begitu, sumur resapan, waduk, dan danau menjadi sasaran utama mendapatkan air di kala kemarau. 

Keberadaan air dipengaruhi oleh kuantitas dan kualitas resapan dan penampung air pada musim penghujan. Dengan membuat dan mendayagunakan sumur resapan secara baik dan benar, kebutuhan akan air saat kemarau dan kekeringan melanda bukan menjadi sebuah masalah yang berarti.

Secara keseluruhan, air yang terdapat di permukaan bumi membentuk sebuah Iingkaran (siklus) air. Air di lautan, sungai, sumur, danau, dan waduk akan menguap menjadi uap air karena panas. Titik uap air akan bergerombol membentuk awan. 

Kandungan uap air di awan akan terkondensasi menjadi butiran-butiran air hujan. Selanjutnya, hujan membasahi permukaan bumi dan meresap menjadi air tanah dan membentuk mata air, sumur, danau ataupun mengalir melewati sungai menuju lautan. Sikius air tersebut akan berputar terus-menerus.


A. Air laut

Air laut memiliki rasa asin karena mengandung senyawa garam murni (NaCI) yang cukup tinggi. Menurut beberapa sumber penelitian, kadar garam murni air laut berkisar 3% jumlah total keseluruhan air laut. Karena rasanya yang asin, untuk menjadikan air laut sebagai air minum diperlukan sebuah teknologi terapan untuk memfilter sekaligus destilasi (penyulingan) air untuk menghilangkan kadar garam yang tinggi. 

Untuk saat ini, beberapa negara di Timur Tengah (misaInya, Iran) telah mengembangkan teknologi filterisasi dan destilasi yang mampu mengubah air laut menjadi air minum. Untuk mengembangkan teknologi filterisasi dan destilasi air laut dibutuhkan dana yang cukup besar. 

Di samping itu, filterisasi dan destilasi air laut membutuhkan pasokan energi listrik yang besar. Penggunaan destilasi air laut merupakan langkah tepat dan efisien untuk mengatasi suplai air minum di negara-negara kering, seperti di Timur Tengah dan Afrika. 

Namun, perlu disadari saat ini perairan laut seperti ‘tong sampah’. Hal ini terjadi akibat ulah manusia yang membuang limbah berbahaya di perairan laut lepas. Selain itu, tidak jarang ribuan barel minyak tertumpah di lautan akibat kecerobohan manusia, seperti tabrakan maupun kebocoran kapal tanker. 

Hal itu jelas berdampak buruk pada ekosistem laut dan kualitas air destilasi yang dihasilkan.

B. Air Hujan

Air hujan merupakan hasil proses penguapan (evaporasi) air di permukaan bumi akibat pemanasan oleh sinar matahari. Dalam keadaan ideal (tanpa pencemaran air), air hujan merupakan air bersih dan dapat langsung dikonsumsi oleh manusia. 

Namun, pada saat evaporasi berlangsung, air yang menguap sudah tercemar. Selain itu, air hujan yang turun juga ‘tercemar’ oleh polusi udara. Akibatnya, air hujan tidak bersifat netral (pH = 7) lagi, melainkan bersifat asam. 

Hujan yang bersifat asam dapat menyebabkan korosi (karat) pada benda yang berbahan logam. Selain bersifat asam, air hujan cenderung bersifat sadah karena kandungan kalsium dan magnesiumnya cukup tinggi. 

Indikasi air sadah (kesadahan) adalah sabun atau deterjen tidak dapat beraksi dengan air. Akibatnya, sabun atau deterjen tidak berbusa walaupun dilarutkan dengan air. Dengan demikian, air sadah dapat memboros penggunaan sabun mandi atau sabun cuci. Selain kalsium dan magnesium, air hujan juga mengandung beberapa senyawa dan unsur (mineral), antara lain SO4, CI, NH3, N2, C, dan O2.

C. Air Permukaan

Air permukaan adalah semua air yang terdapat di permukaan tanah, antara lain sumur, sungai, rawa, dan danau. Air permukaan berasal dan air hujan yang meresap dan membentuk mata air di gunung atau hutan, kemudian mengalir di permukaan bumi dan membentuk sungai atau mengumpul di tempat cekung yang membentuk danau ataupun rawa. 

Pada umumnya, air permukaan tampak kotor dan berwarna (tidak bening). Hal itu terjadi akibat kotoran, pasir, dan lumpur yang ikut terbawa (hanyut) oleh aliran air.

Air permukaan banyak digunakan untuk berbagai kepentingan, antara lain untuk diminum, kebutuhan rumah tangga, irigasi, pembangkit listrik, industri, dan sebagainya.

Agar dapat diminum, air permukaan harus diolah terlebih dahulu, meliputi pengolahan fisika, kimia, dan biologi. Air permukaan dibagi menjadi dua, yaitu air sungai dan air danau atau rawa.

a. Air Sungai

Air sungai berasal dan mata air dan air hujan yang mengalir pada permukaan tanah. Secara fisik, air sungai terlihat berwarna cokelat dengan tingkat kekeruhan yang tinggi karena bercampur dengan pasir, lumpur, kayu, dan kotoran lainnya. 

Kualitas air sungai juga dipengaruhi oleh lingkungan di sekitar aliran sungai. Secara umum, kualitas air sungai di daerah hulir (muara) lebih rendah dibandingkan di daerah hulu (mata air). Hal ini terjadi akibat limbah industri dan rumah tangga yang dibuang langsung ke sungai tanpa melalui proses pengolahan terlebih dahulu terkumpul di muara sungai. 

Akibatnya, secara kualitas fisika, kimia, maupun biologi, air di daerah muara sungai sangat rendah dan tidak layak dijadikan bahan baku air minum.

b. Air Danau atau Rawa

Air danau atau rawa merupakan air permukaan yang mengumpul pada cekungan permukaan tanah. Permukaan air danau biasanya berwarna hijau kebiruan. Warna ini disebabkan oleh banyaknya lumut yang tumbuh di permukaan air maupun di dasar danau atau rawa. 

Selain lumut, warna pada air danau juga dipengaruhi oleh bahan organik (kayu, daun, dan bahan organik lainnya) yang membusuk akibat proses dekomposisi oleh mikroorganisme di da lam air. 

Akibat proses pembusukan tersebut, air danau memiliki kadar besi (Fe) dan mangan (Mn) yang relatif tinggi. Kebanyakan, air danau memiliki kualitas yang lebih baik daripada air sungai. Hal tersebut disebabkan tingkat pencemaran di danau relatif lebih kecil dibandingkan di aliran sungai.

D. Air Tanah

Menurut definisi Undang-undang Sumber Daya Air, air tanah merupakan air yang terdapat di dalam lapisan tanah atau batuan di bawah permukaan tanah. Air tanah berasal dari air hujan yang meresap ke dalam tanah. 

Dalam proses peresapan tersebut, air tanah mengalami penya ringan (filtrasi) oleh lapisan-lapisan tanah. Air tanah lebih jernih dibandingkan air permukaan. Air tanah memiliki kandungan mineral yang cukup tinggi. 

Sifat dan kandungan mineral air tanah dipengaruhi oleh lapisan tanah yang dilaluinya. Kandungan mineral air tanah antara lain Na, Mg, Ca, Fe, dan O2.

Kondisi tanah yang berkapur menyebabkan tingkat kesadahan air tanahnya relatif tinggi (keras). Air tanah di daerah berkapur mengandung ion-ion Ca2 dan Mg2 dalam jumlah yang cukup besar. Kondisi tanah yang mengandung batu granit, air tanahnya memiliki derajat kesadahan yang rendah (lunak) karena mengandung unsur (mineral) CO2 dan Mn(HCO3).

Air tanah digolongkan menjadi tiga, yaitu air tanah dangkal, air tanah dalam, dan mata air. Golongan tersebut berkaitan dengan kualitas, kuantitas, dan mineral yang terkandung di air tanah.

a. Air Tanah Dangkal

Air tanah dangkal terdapat pada kedalaman kurang lebih 15 meter di bawah permukaan tanah. Jumlah air yang terkandung pada kedalaman ini cukup terbatas. Biasanya hanya digunakan untuk keperluan rumah tangga, seperti minum, mandi, dan mencuci. Penggunaan air tanah dangkal berupa sumur berdinding semen maupun sumur bor. 

Secara fisik, air tanah terlihat jernih dan tidak berwarna (bening) karena telah mengalami proses filtrasi oleh lapisan tanah. Kualitas air tanah dangkal cukup baik dan layak digunakan sebagai bahan baku air minum. Kuantitas air tanah dangkal dipengaruhi oleh musim. Pada saat musim hujan, jumlah air tanah dangkal berlimpah, tetapi jumlahnya terbatas saat musim kemarau.

b. Air Tanah Dalam

Air tanah dalam terdapat pada kedalaman 100-300 meter di bawah permukaan tanah. Air tanah dalam berwarna jernih dan sangat baik digunakan sebagai air minum karena telah mengalami proses penyaringan berulang-ulang oleh lapisan tanah. 

Air tanah dalam memiliki kualitas yang Iebih baik daripada air tanah dangkal. Hal ini disebabkan proses filtrasi air tanah dalam lebih panjang, lama, dan sempurna dibandingkan air tanah dangkal. 

Kuantitas air tanah dalam cukup besar dan tidak terlalu dipengaruhi oleh musim, sehingga air tanah dalam dapat digunakan untuk kepentingan industri dan dapat digunakan dalam jangka waktu yang cukup lama.

c. Mata air

Mata air adalah air tanah yang keluar langsung dan permukaan tanah. Mata air biasanya terdapat pada lereng gunung, dapat berupa rembesan (mata air rembesan) dan ada juga yang keluar di daerah dataran rendah (mata air ‘umbul’).

Mata air memiliki kualitas air hampir sama dengan kualitas air tanah dalam dan sangat baik untuk air minum. Selain untuk air minum, mata air dapat digunakan untuk keperluan lainnya, seperti mandi dan mencuci. Kuantitas air yang dihasilkan oleh mata air cukup banyak dan tidak dipengaruhi oleh musim, sehingga dapat digunakan untuk kepentingan umum dalam jangka waktu lama.
pH Air
AIR dan manusia adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Mulai bangun tidur hingga tidur kembali Anda selalu berteman dengan air. Ketika Anda bangun tidur. Kemudian pergi ke kamar mandi untuk buang air kecil, air Anda gunakan. Anda mandi dan gosok gigi juga menggunakan air.

Sarapan pagi, sebelum Anda menyantap makanan terlebih dahulu Anda minum air. Sebelum berangkat kerja, Anda minum suplemen atau obat, juga dengan air. Siang hari Anda bekerja di kantor atau beraktivitas di tempat lain selalu saja ada aktivitas yang membutuhkan air. Malam hari, sebelum tidur malam, paling tidak Anda cuci kaki atau gosok gigi. Air juga bukan?
Jika menginginkan lantai rumah mengilap, air akan membantu Anda. Maaf, banyak yang keliru memahaminya.

Mungkin Anda juga berpendapat, lantai mengilap karena menggunakan deterjen bubuk. Salah besar! Cobalah Anda pel menggunakan deterjen bubuk tanpa air, tentunya lantai Anda tidak akan mengilap. Begitulah, terlalu banyak manfaat air bagi kehidupan manusia dan niscaya sulit untuk menghitungnya.

Secara teori, air merupakan persenyawaan antara satu atom oksigen dengan dua atom hidrogen, membentuk molekul H20. Kumpulan jutaan, bahkan triliunan molekul H2O, kemudian kita kenali sebagai air minum di gelas, air di bak mandi, air yang mengalir di sungai, serta bentuk-bentuk air lainnya yang dapat kita lihat sehari-hari.

Molekul air berbentuk huruf V, dengan atom oksigen berada di sudut. Antar molekul air terdapat berbagai gaya (kekuatan, energi) yang bekerja sehingga molekul air yang satu dengan lain nya bisa berikatan. 

Oleh mata kita, kumpulan ikatan molekul air tersebut dikenali sebagai air, air biasa yang sering kita jumpai sehari-hari.

Sifat air yang sangat penting adalah kemampuannya untuk melarutkan. Sebagian besar bahan-bahan yang ada di muka Bumi dapat larut pada air. Hanya sebagian kecil yang larut pada minyak. Berikut ini sifat-sifat pelarutan bahan.

1. Hidrofilik

Ialah bahan-bahan yang menyukai air atau larut air. Mayoritas zat gizi yang diperlukan, seperti asam amino, karbohidrat, makro mineral, mikro mineral, trace element, serat, vitamin B, dan vitamin C adalah senyawa larut air.

2. Hidrofobik

Ialah bahan-bahan yang tidak menyukai air atau larut minyak atau lemak. Sebagian kecil zat gizi membutuhkan minyak untuk melarutkannya. Misalnya lemak, vitamin A, D, E, dan K. 

Coba bayangkan! Jika mayoritas zat gizi larut lemak, berapa gelas minyak yang harus Anda telan setiap hari? Jadi, manusia harus bersyukur karena mayoritas larut dalam air.

Cobalah Anda buat tetesan air dengan tetesan sekecil mungkin. Jika Anda berhasil membuatnya, tanyakanlah pada diri Anda sendiri, apakah tetesan terkecil itu terdiri dari satu molekul air atau masih berupa kumpulan molekul air? Kemudian, cobalah Anda simpan air dalam mulut. Lakukanlah gerakan seperti berkumur-kumur sepuluh kali hitungan. 

Semprotkan air tersebut dengan keadaan bibir tertutup di bawah sinar matahari atau lampu. Anda akan dapatkan air melayang layang di udara.

Sekarang Anda punya jawaban sementara. Tetesan terkecil yang berhasil Anda buat sebelumnya, bukan satu molekul air. Itu merupakan kumpulan molekul air. Namun, air yang melayang-layang tadi belum terjawab.

Mari beralih sejenak ke makhluk paling kecil, yaitu virus. Virus adalah makhluk sangat lembut, tidak terlihat oleh mikroskop biasa. Saking lembut dan sederhananya, virus belum bisa dikatakan sebagai makhluk hidup seperti halnya bakteri. Nah ternyata, virus tersusun dari gugus protein.

Ukuran molekul protein jauh lebih besar dibanding ukuran molekul air. Kesimpulannya, air yang melayang-layang tadi bukan satu molekul, tetapi kumpulan molekul air.

Kenyataannya, air yang Anda jumpai sehari-hari bukan kumpulan satu molekul air, tetapi sejumlah molekul air berkelompok dan berikatan. Selanjutnya, kumpulan kelompok inilah yang kita lihat sebagai air. 

Air yang melayang-layang tadi bisa jadi terdiri atas satu kelompok molekul air atau kumpulan beberapa kelompok molekul air. Selanjutnya, apa yang dimaksud dengan air murni?

Air murni adalah air yang terdiri atas molekul H20, tidak mengandung bahan-bahan lain yang terlarut di dalamnya, dan memiliki tingkat keasaman netral (pH 7,0). Namun, tingkat keasaman air yang ada sangat bervariasi. 

Ada yang bersifat asam (pH kurang dan 7,0) dan ada juga yang bersifat alkali (pH lebih dan 7,0). Dalam ilmu kimia, ukuran keasaman ditunjukkan dengan deret angka, mulai 1 hingga 14. Larutan dengan pH 1 berarti ekstrim asam dan pH 14 berarti ekstrim alkali.

Tahukah Anda hubungan antara pH air dengan kesehatan tubuh? Begini, tubuh memiliki pH alkali mendekati netral. Sel tubuh memiliki pH 7,1; pH darah 7,4; dan pankreas 8,8. Hanya kulit dan cairan lambung yang memiliki pH asam, masing masing 6,5 dan 3,0. 

Kulit bersifat asam untuk melindungi dari infeksi kuman. Sementara cairan lambung bersifat asam untuk menghancurkan makanan serta membunuh kuman.

Untuk mempertahankan kesehatan, pH tubuh, terutama darah harus dipertahankan. Sayangnya, metabolisme tubuh secara alami akan menghasilkan sampah yang bersifat asam. Meskipun tubuh dilengkapi dengan mekanisme untuk mempertahankan keseimbangan pH, kemampuannya terbatas. 

Jika Anda makan berlebih, sampah yang dihasilkan semakin banyak dan menumpuk di dalam tubuh. Akibatnya, keseimbangan pH tubuh Anda bisa bergeser ke arah asam. Jika ini terjadi, Anda akan merasakan berbagai keluhan kesehatan.

Salah satu cara untuk menolong keadaan tersebut adalah dengan merninum air yang memiliki pH alkali (lawan dari asam). Semakin asam tubuh Anda, makin banyak air alkali yang Anda butuhkan. Jika Anda meminum air yang asam, justru makin menambah keluhan kesehatan Anda.

Menurut standar yang selama ini dipakai, tingkat keasaman air minum yang diperbolehkan antara 6,5 hingga 8,5. Tingkat keasaman lebih rendah dari 6,5 dapat merugikan kesehatan. Selanjutnya, tingkat keasaman lebih tinggi dari 8,5 juga berbahaya, karena pH 9 atau lebih dapat merusak kulit.

Nah, yang ini harus diluruskan. Cairan kimia dengan pH 9 atau lebih memang bisa membuat kulit panas dan terkelupas. Seperti cairan pemutih pakaian (klorin atau kaporit). Jika Anda celupkan jari ke dalam pemutih, niscaya jari Anda terasa panas dan kulitnya terkelupas. 

Namun, ini tidak berlaku sepenuhnya bagi air. Sebuah produk air kesehatan dengan pH 10 lebih, sangat aman bagi kulit. Ketika diminum, air tersebut tidak menimbulkan reaksi apa-apa. Mulut tidak kering, apalagi rusak. Sama sekali tidak!

Bagaimana hal itu bisa terjadi? Tingkat keasaman (pH) secara umum disebabkan konsentrasi ion H+ dan OH-. Larutan bersifat asam jika ion H+ lebih banyak daripada ion OH- . Sebaliknya, larutan disebut alkali jika ion H+ lebih sedikit dari ion OH-. Larutan disebut netral jika ion H+ dan OH- sama banyak. Nah, pH asam atau alkali kuat yang disebabkan ion H+ dan OH- inilah yang dapat membahayakan kulit.

Namun kenyataannya, pH tidak hanya disebabkan oleh jumlah H+ dan OH. Tingkat pH juga dapat ditentukan oleh muatan negatif (elektron) dan positif (proton). Air yang banyak mengandung senyawa terlarut bermuatan negatif akan memiliki pH alkali tinggi, bahkan lebih dan 10. Air yang seperti ini sangat aman, bahkan menguntungkan kesehatan.

Sementara itu, air yang Anda minum mengandung oksigen dan mineral terlarut dengan kadar yang bervariasi. Semakin tinggi kadar oksigen, pada level tertentu membuat kualitas air minum Anda semakin baik. Mineral dengan komposisi lengkap dan seimbang sangat bermanfaat menciptakan sel dan cairan sel pada tingkat optimal bagi kelangsungan metabolisme. 

Oleh Niaga Swadaya
Proyek Penyesatan Syiah
Proyek penyesatan Syiah mulai dilakukan secara masif ketika negara AS dan negara Arab melihat Iran pasca revolusi tahun 1979 terus menancapkan pengaruhnya di Timur Tengah yang dianggap mengganggu kepentingan ekonomi-politik mereka. 

Padahal di masa kerajaan Syah Pahlevi, hubungan Iran dengan negara Arab terkenal sangat dekat, harmonis dan jauh dari konflik sektarian. 

Tidak ada satupun mufti negara Arab saat itu yang menyinggung masalah Syiah, apalagi mengeluarkan fatwa mazhab yang dianut Syah Pahlevi dan mayoritas rakyat Iran sebagai sesat, majusi, atau propaganda “musuh Islam terbesar adalah Syiah dan Iran”.

Keadaan menjadi terbalik ketika terjadi revolusi Islam, Imam Khomeini mengusir AS dari Iran, kemudian AS mencari jangkar baru untuk terus menancapkan pengaruhnya di Timur Tengah dan menjadikan Arab Saudi sekutu dekatnya menggantikan posisi Iran. 

Hubungan Iran dan AS serta negara-negara Arab mulai memburuk, sejak saat itu muncullah proyek penyesatan terhadap syiah yang kebetulan dianut oleh mayoritas bangsa Iran.

Bahkan ketika perang Irak-Iran terjadi, AS dibantu koalisi Arab mengagresi Iran selama 8 tahun, ulama-ulama bayaran kerajaan Arab mulai memproduksi fatwa penyesatan Syiah. Ulama-ulama mereka mengobarkan sentimen anti Iran dengan kamuflase mengenai bahaya Syiah karena Iran dianggap mengekspor revolusi yang membuat banyak penguasa diktator dan monarkhi di Timur Tengah menjadi was-was.

Proyek penyesatan Syiah adalah murni kepentingan politik para diktator dan monarkhi di Timur Tengah untuk mengamankan dan melanggengkan kekuasaannya, mereka sangat terganggu dengan pernyataan dan kritikan Iran yang terus membawa semangat perubahan di Timur Tengah.

AS dan Zionisme juga ikut memanfaatkan isu sektarian untuk mengalihkan perhatian dunia dari masalah pembantaian di Palestina, Yaman, Syiria, Libia, dll. Mereka memerlukan peristiwa-peristiwa tragis di negara Arab supaya tampak sebagai perang etnis dan sektarian. Tak aneh jika AS dan negara Arab yang menjadi sekutunya berusaha menggunakan semua kesempatan yang ada untuk meraih ambisi mereka.

Mereka menerapkan perang proxy dengan cara mendukung dan memfasilitasi kelompok teroris dan ekstrimis Islam seperti ISIS, dan al Qaeda untuk diadu dengan sesama Islam, perang ini akan terus dilakukan untuk mengukuhkan posisi kekuasaan mereka. Memanfaatkan kelompok tersebut untuk melakukan misi pengerusakan, pemboman, dan misi penyesatan melalui media online dan buku-buku yang memecah belah. 

Terlihat jelas bahwa, Iran yang menjadi teman setia AS dan negara Arab adalah Iran yang Syiahnya Syah Pahlevi, Syiah yang pro-AS, Syiah yang patuh pada pendiktean AS. Bukan Syiahnya Imam Khomeini yang menentang keras penjajahan dan penindasan, Syiah yang terus mengkritisi dan mengusik para diktator Arab yang menjadi tangan kanan AS. 

Di Indonesia, penyesatan mazhab Syiah semakin masif didengungkan melalui para alumni Timur Tengah yang terus menyebarkan aroma konflik sektarian demi menjatuhkan Iran dan Syiah. Konflik yang sejatinya murni politik digambarkan menjadi konflik sektarian Sunni-Syiah. Mereka terus mengembangkan dan menancapkan doktrin wahabisme yang menjadikan orang di luar lingkaran mereka sebagai pengikut kesesatan.

Kelompok ini akan terus mengkampayekan bahaya laten Syiah. Apapun konflik yang terjadi di Timur Tengah akan dihubung-hubungkan kepada Syiah. Contoh kecil adalah perang Suriah yang pecah pada awal 2011, Bashar al-Assad yang sejatinya seorang sekuleris sosialis dituding sebagai penganut Syiah yang akan menghancurkan Sunni, lalu meletuslah perang hingga saat ini. 

Begitu juga dengan konflik di Yaman disajikan sebagai konflik Sunni-Syiah, padahal sebenarnya adalah konflik politik , ini dilakukan dengan sengaja untuk mengaburkan dan memperburuk hubungan Sunni-Syiah di seluruh dunia khususnya di Indonesia.

Dalam sejarah peradabannya, Sunni-Syiah di Indonesia tidak mengenal konflik sektarian, banyak bukti menjelaskan bahwa tradisi keagamaan Syiah sudah banyak terserap dalam kebudayaan Nusantara. Jelas keharmonisan ini menggambarkan penyebaran Islam di Nusantara dilakukan Sunni-Syiah dengan cara bergandengan tangan. 

Bangsa Indonesia harus mengerti akan agenda politik adu yang dapat menghancurkan NKRI, bahwa ada sekelompok manusia antah berantah berusaha memindahkan konflik Timur Tengah ke bumi pertiwi, kelompok ini memiliki cita-cita mendirikan negara Islam diktator yang menjadi kaki tangan AS dan Zionisme. 
Cabai Merah
Cabai merah merupakan komoditas sayuran yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan banyak diusahakan oleh petani di dataran rendah sampai di dataran tinggi. Penanamannya dapat dilakukan di lahan sawah maupun lahan kering.

Cabai merah biasanya sering digunakan untuk memasak agar masakan terasa enak dan pedas. Cabai merah sering digunakan di hampir setiap masakan nusantara. Namun, masih banyak yang tidak mengetahui apa saja manfaat cabai merah bagi kesehatan.

Di pasaran, terdapat banyak sekali jenis cabai yang mungkin telah kita kenal, seperti cabai hijau, cabai merah, cabai rawit, cabai paprika dan lainnya.

Penulis akan membagikan informasi tentang manfaat cabai merah bagi kesehatan tubuh manusia.

Penyakit yang Dapat Diobati

Cabai rasanya pedas, sifatnya panas. Buah berkhasiat stimulan, meningkatkan nafsu makan (stomakik), peluruh keringat (diaforetik), perangsang kulit, dan sebagai obat gosok.

Bagian yang Digunakan

Bagian yang digunakan adalah buah dan daun.

Indikasi

Buah digunakan untuk pengobatan: rematik, sariawan, sakit gigi, influenza, dan meningkatkan nafsu makan.

Getah daun muda digunakan untuk: mempermudah persalinan.

Cara Pemakaian

Untuk obat yang diminum;

Rebus atau keringkan 0,5-1 g buah, lalu haluskan sampai menjadi serbuk.

Untuk pemakaian luar;

Rebus 0,5-1 g buah, lalu air rebusannya digunakan sebagai obat kompres. Selain itu, buah cabai dapat dicampur dengan bahan lain untuk obat gosok.

Getah daun muda digunakan untuk pengobatan luka, bisul, dan sakit gigi.

Cotoh Pemakaian di Masyarakat

1. Rematik

Seduh 10 g serbuk buah cabai merah dalam 1/2 gelas air panas. Aduk sampai rata dan diamkan beberapa menit. Hasil seduhannya dibalurkan pada bagian tubuh yang sakit.

2. Luka, bisul

Oleskan minyak sayur pada beberapa helai daun cabai, lalu layukan di atas api kecil. Tempelkan daun cabai tersebut selagi hangat pada bagian kulit yang terluka.

Komposisi

Buah mengandung kapsaisin, dihidrokapsaisin, vitamin (A, C), damar, zat warna kapsantin, karoten, kapsarubin, zeasantin, kriptosantin, dan lutein. Selain itu, juga mengandung mineral, seperti zat besi, kalium, kalsium, fosfor, dan niasin.

Zat aktif kapsaisin berkhasiat sebagai stimulan. Jika seseorang mengonsumsi kapsaisin terlalu banyak akan mengakibatkan rasa terbakar di mulut dan keluarnya air mata.
Ikan Gabus
Ikan gabus adalah salah satu ikan ekonomis penting di Indonesia yang kaya akan manfaat bagi kesehatan tubuh manusia. Selain dikonsumsi langsung, ikan ini juga digunakan sebagai bahan baku pembuatan empek-empek palembang. Belakangan ikan gabus diketahui mengandung protein dan albumin yang sangat penting untuk kesehatan.

Penggunaan ikan gabus untuk pengobatan secara tradisional telah dilakukan di beberapa daerah. Di Sulawesi Selatan, ikan gabus sering dikonsumsi oleh perempuan yang baru melahirkan. Dengan mengonsumsi ikan gabus, diharapkan perempuan yang melahirkan cepat sembuh dan menghasilkan ASI (air susu ibu) yang banyak untuk kebutuhan bayinya.

Di daerah Tanah Toraja dan Enrekang, ikan gabus telah diberikan sejak dulu kepada anak-anak karena dipercaya dapat meningkatkan kekebalan tubuh anak-anak.

Di Makassar, beberapa pembeli menyatakan bahwa ikan gabus dibeli untuk dikonsumsi mereka yang terluka akibat sabetan pisau/parang, anak yang ingusan, dan perempuan yang baru melahirkan.

Penggunaan ikan gabus dalam pengobatan tradisional adalah dengan cara dikonsumsi langsung setelah dimasak, baik dibakar, digoreng, dan lain-lain. Ikan gabus dapat pula direbus atau dikukus, kemudian air rebusan diminum atau disiram pada luka sayatan.

Para peneliti di Asia Tenggara, khususnya Malaysia dan Indonesia, telah membuktikan bahwa ikan gabus merupakan salah satu ikan penting bagi kesehatan umat manusia. Prof. Dr. Eddy Suprayitno, MS dan Fakultas Perikanan Universitas Brawijaya Malang mengungkapkan bahwa ekstrak ikan gabus dapat dimanfaatkan sebagai pengganti serum albumin yang biasanya digunakan untuk menyembuhkan luka operasi.

Untuk memanfaatkan ikan gabus sebagai obat, ikan diambil ekstraknya dengan cara mengukusnya, lalu menampung airnya. Air ekstrak langsung diminumkan kepada pasien yang baru dioperasi.

Dengan cara itu, luka akan sembuh dalam tempo 3 hari lebih cepat dibandingkan dengan serum albumin. Dengan ekstrak gabus, biayanya akan jauh lebih murah. Perbandingannya, harga serum albumin mencapai Rp 1.300.000, sedangkan ekstrak ikan gabus hanya sekitar Rp 500.000.

Di Malaysia, pembuatan krim dan tablet dari ikan gabus telah lama dilakukan. Pusat Pengkajian Sains Farmasi Universiti Sains Malaysia (USM) telah menghasilkan tablet dan krim obat luka pada tahun 1999, sekaligus menjadikan Prof. Dr. Saringat Baie sebagai orang pertama di dunia yang menghasilkan tablet dari ikan gabus (Kompas, 15/12/2003).

Menurut Prof. Dr. Saringat Baie, gabus mempunyai asam amino dan lemak yang dapat menyembuhkan luka dalam perut, serta amat baik untuk mengobati penyakit gastrik. Gabus tersebut harus liar dan bukan gabus yang dibudidayakan. Produk herbal dalam bentuk krim dapat menyembuhkan luka apabila dioles segara pada bagian yang luka. Bentuk tablet dapat digunakan untuk kesehatan perempuan, terutama setelah bersalin (Kompas, 15/12/2003).

Produksi obat dengan menggunakan ekstrak ikan gabus juga dilakukan oleh Prof. Dr. Nurpudji Astuti Daud, Ketua Pusat Studi Gizi dan Pangan Universitas Hasanuddin (UNHAS) Makassar. Sejak tahun 1994, penggunaan ikan gabus untuk penyembuhan pasien telah digunakan di RS. Wahidin Sudiro Husodo Makassar.

Penggunaan ekstrak ikan gabus saat itu dengan cara diblender. Karena tidak nyaman akibat bau amis dari ekstrak ikan gabus maka sejak tahun 2004, Prof. Dr. Nurpudji Astuti Daud mengolah ikan gabus menjadi kapsul.

Kapsul yang kemudian dipatenkan dengan nama Pujimin itu telah diujicobakan pada penderita TBC, stroke, operasi, luka bakar, dan patah tulang. Hasilnya, kapsul ikan gabus memper cepat penyembuhan luka operasi dan luka bakar, serta tidak menimbulkan nanah.

Selain kapsul, ia juga mengolah ikan gabus menjadi biskuit yang dapat dikonsumsi, yang diperuntukkan bagi anak-anak yang kurang gizi (malnutrisi). Uji coba biskuit tersebut pada anak-anak yang ingusan dan flu menunjukkan adanya penurunan penyakit.

Itu berarti, konsumsi biskuit ikan gabus dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Tentu saja, itu karena ikan gabus mengandung protein dan albumin yang tinggi. Gabus mengandung 70% protein dan 21% albumin, serta asam amino yang lengkap, mikronutrien zink, selenium, dan iron.

Dengan demikian, ikan gabus cocok dikonsumsi oleh pasien luka bakar, pasien operasi atau orang yang dalam masa penyembuhan, orang tua yang fungsi organnya mulai menurun, dan anak-anak yang mengalami malnutrisi.

Setelah mengetahui manfaat ikan gabus bagi kesehatan dan obat-obatan yang sangat berguna bagi manusia, diharapkan masyarakat tidak ragu lagi untuk mengkonsumsi dan menjadikannya menu utama ketika makan. terimakasih

Blogger Template -

Copyright 2017 Ayudadeblogger.com All Rights Reserved.